Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Penggunaan Masker Pada Masa Pandemik Covid-19 Salina Salina; Darmiati darmiati
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Institut Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37337/jkdp.v0i0.299

Abstract

Wanita hamil adalah salah satu perkumpulan tertentu yang sensitive terhadap terinfeksi Coronavirus. Selama kehamilan, resistensi berkurang setengahnya, membuat wanita hamil amat tidak berdaya pada penyakit virus COVID-19. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kepatuhan penggunaan masker pada masa pandemi COVID-19 di RSU Bahagia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study guna melihat hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kepatuhan penggunaan masker pada masa pandemi COVID-19 yang dilaksanakan di RSU Bahagia Makassar dengan jumlah populasi yaitu 100 orang dan sampel 35 orang dan teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square (person chi-square) didapatkan variabel pengetahuan dan kepatuhan dengan nilai p = 0,000 <α = 0,05 berati ada hubungan antara pengetahuan dan sikap penggunaan masker pada masa pandemi COVID-19 dan variabel sikap dan kepatuhan dengan nilai p =0,002 <α = 0,05 berarti ada hubungan antara sikap dan kepatuhan ibu hamil terhadap penggunaan masker pada masa pandemi COVID-19 . Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kepatuhan penggunaan masker pada masa pandemi COVID-19 di RSU Bahagia Makassar 2022
Efektivitas Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Salina Salina; Tri Rikhaniarti
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI mempunyai pengaruh dalam perkembangan emosional yang dapat mempengaruhi hubungan batin antara ibu dan anak serta perkembangan jiwa anak. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin sedangkan pengeluaran dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Sehingga tertarik untuk melakukan penelitian tentang efektivitas Pijat Oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum di RSUD I Lagaligo. Tujuan untuk menilai perubahan suatu perlakuan/intervensi pada variabel independen terhadap variabel dependen. Metode penelitian adalah Quasi Eksperiment yaitu suatu prosedur dilakukan dengan memberikan perlakuan/intervensi pada objek penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling atau non random dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian melalui nilai uji beda Wilcoxon menunjukkan nilai p value < α (0,05) yang berarti adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI di RSUD I Lagaligo. Dalam melakukan penelitian lanjutan, dengan sampel yang lebih besar, jenis dan rancangan penelitian yang berbeda serta penggunaan kelompok kontrol. Selain itu juga dapat membandingkan pijat oksitosin dengan pijatan lain yang memungkinkan lebih baik lagi dalam kelancaran pengeluaran ASI.
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Peningkatan Parenting Self Efficacy Pada Ibu Hamil Untuk Mencegah Postpartum Blues Tri Rikhanirti; Salina Salina
Jurnal Kebidanan Vokasional Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Vokasional
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post partum blues adalah perasaan sedih dan bingung yang dirasakan kisaran 50-80% wanita usai bayinya lahir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh dari pemberian edukasi dengan memakai media booklet terhadap peningkatan parenting self efficacy untuk mencegahan terjadinya post partum blues pada wanita hamil yang berusia dibawah 20 tahun. Metode penelitian yang dipergunakan merupakan quasi-eksperimen dengan 2 grup, yaitu grup Intervensi serta kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas kassi- kassi Makassar, Puskesmas Batua Makassar, dan puskesmas bara-baraya Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita hamil dibawah umur 20 tahun sebanyak 48 responden, dimana 24 responden pada grup intervensi diberikan edukasi postpartum serta booklet. sedangkan  24 responden pada grup kontrol hanya diberi booklet saja. Uji statistik yang digunakan yaitu Friedman,  Mann Whitney serta Korelasi Rank Spearman’s. Hasil penelitian: menunjukan bahwa pemberian edukasi postpartum, parenting self-efficacy, postpartum blues, sectio caesarea ditingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi parenting self efficacy untuk mencegah terjadinya post partum blues P= 0,000 ( P<0,005) Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara variabel dukungan sosial dengan pengaruh pemberian edukasi terhadap peningkatan parenting self efficacy untuk mencegah post partum blues terhadap wanita hamil dibawah umur  20 tahun.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Terhadap Infeksi Menular Seksual Pada Siswa Di SMAN 7 Makassar Husna Farhana Salsabila; Salina
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2025): Volume. 1 No. 3 2025 January-March
Publisher : Edu Berjaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70817/jmbk.v1i3.29

Abstract

Latar Belakang: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu jenis penyakit infeksi yang penularannya melalui hubungan seksual. Penularan IMS juga ditularkan melalui hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan yang sudah tertular. IMS merupakan masalah kesehatan global dengan 1 juta kasus harian, 151 juta di Asia, 11.133 di Indonesia, dan 121 di Sulawesi Selatan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap infeksi menular seksual pada siswa SMAN 7 Makassar. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional study (data dikumpulakan pada saat waktu tertentu). Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling (Pengambilan sampel secara acak dan sederhana) sebanyak 91 responden siswa kelas X-XII di SMAN 7 Makassar, dan data didistribusikan menggunakan Kuesioner berupa angket. Hasil: Tingkat pengetahuan tentang IMS dan sikap terhadap IMS pada responden sebagian besar dalam kategori baik, dengan 74,7% memiliki pengetahuan baik dan 71,4% memiliki sikap baik. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap IMS pada siswa SMAN 7 Makassar yang dibuktikan dengan Uji Chi-square dengan nilai p value 0,000 (p < 0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap infeksi menular seksual pada siswa di SMAN 7 Makassar.
Risk Factors for Vaginal Discharge in Adolescent Girls Salina Salina; Andi Arlina; Nur Ummul Khairat
Advances in Healthcare Research Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ahr.v3i1.388

Abstract

Purpose: This study aims to examine the risk factors contributing to abnormal vaginal discharge in adolescent girls by integrating biological, hygienic, socio-cultural, economic, and psychological determinants. Unlike previous research on hormonal influences, this study offers a comprehensive perspective on how various factors affect adolescent reproductive health. Research Design and Methodology: This research employs a systematic literature review (SLR) approach to synthesize findings from scholarly articles published after 2018. Relevant studies were retrieved from Elsevier, Emerald, Wiley, and Springer databases. The analysis focuses on identifying dominant biological, behavioral, and environmental factors contributing to vaginal discharge among adolescent girls, along with potential interventions to mitigate health risks. Findings and Discussion: The results indicate that hormonal fluctuations during puberty influence vaginal microbiota and secretion levels, while poor hygiene practices, lack of reproductive health education, and socio-economic constraints exacerbate infection risks. Cultural stigmas surrounding menstruation and vaginal health further hinder adolescents from seeking timely medical attention. Additionally, stress and mental health issues contribute to hormonal imbalances, increasing susceptibility to abnormal discharge. These findings emphasize the interconnectedness of physiological, behavioral, and environmental factors in adolescent reproductive health. Implications: This study highlights the importance of comprehensive school reproductive health education, enhanced access to sanitary products, and reduced social stigmas through targeted public health campaigns. Policymakers should prioritize the affordability of sanitary products and ensure access to proper sanitation facilities, particularly in low-income communities. Future research should explore empirical approaches, including qualitative interviews and regional case studies, to further assess the lived experiences of adolescent girls in diverse cultural contexts.
Causes of Pathological Vaginal Discharge and Impacts on Adolescent Reproductive Health Salina Salina; Andi Arlina; Dian Purnamasari
Advances in Healthcare Research Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ahr.v3i2.535

Abstract

Purpose: This study aims to identify and analyze in depth various factors causing pathological vaginal discharge in adolescent girls and evaluate its implications for reproductive health. The primary focus is on the interaction between biological aspects, personal hygiene behavior, social and cultural constructs, and access to health information and services. Research Method: This study employs a qualitative approach, utilizing a systematic literature review of national and international scientific articles published between 2020 and 2025. The analysis is conducted thematically to group the causal factors and analyze their interrelationships based on reliable academic references. Results and Discussion: Findings indicate that pathological vaginal discharge in adolescents is caused by a combination of hormonal changes, vaginal microflora imbalance, and poor hygiene practices, such as wearing tight pants and improper cleaning of the genital area. Cultural norms that taboo discussions about reproductive health further exacerbate delays in treatment. The lack of formal sexual education and access to youth-friendly health services are significant barriers to the prevention and management of vaginal discharge. Implications: This study emphasizes the importance of a holistic, intersectoral, and sustainable educational approach. Single interventions are insufficient to address this issue. Recommendations are directed toward integrating reproductive education into school curricula and providing inclusive and accessible adolescent health services.