Lansia sering dikaitkan dengan proses degeneratif, hal ini disebabkan oleh seiring bertambahnya usia maka kemampuan fisik manusia juga akan semakin menurun, hal ini akan mengakibatkan para lansia mudah mengalami gangguan kesehatan. Pada fungsi kognitif dapat terjadi penurunan kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan akibat terjadinya perubahan pada sistem sensorik berupa proses degenerasi sistem vestibuler, sehingga terjadi penurunan respon keseimbangan terhadap gravitasi, proses degenerasi epithelium sensorik, berkurangnnya sel rambut dan kerusakan nervus vestibularis. Proses degenerasi pada sistem vestibuler tersebut akan mengakibatkan gangguan keseimbangan pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi kogntif dengan keseimbangan postural pada lansia. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional study dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dimana total responden sebanyak 45 orang lansia di PWRI Kota Denpasar yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Fungsi kognitif diukur dengan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) dan keseimbangan diukur dengan menggunakan Romberg test. Data dianalisis dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dengan keseimbangan postural. Hasil menunjukkan bahwa dari 45 lansia di PWRI Kota Denpasar yang berumur 60-80 tahun didapatkan responden dengan keseimbangan postural yang baik pada kategori fungsi kognitif normal yaitu sebanyak 36 orang, dan responden yang mengalami keseimbangan postural buruk pada kategori gangguan fungsi kognitif ringan yaitu sebanyak 4 orang. Berdasarkan hasil analisis uji Chi-square didapatkan hasil p sebesar 0,000, (p<0,05) ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi kognitif dengan keseimbangan postural pada lansia di PWRI Kota Denpasar.