Leptospirosis adalah penyakit menular zoonosis yang disebabkan bakteri dari genus Leptospira sp. Perkiraan menunjukkan bahwa ada lebih dari 500.000 kasus leptospirosis setiap tahun di seluruh dunia. Leptospirosis merupakan penyakit yang berpotensi mewabah, terutama setelah hujan deras atau banjir. Pada tahun 2021 ditemukan adanya 734 kasus Leptospirosis di Indonesia yang dilaporkan oleh delapan provinsi. Dari sejumlah kasus yang dilaporkan tersebut, terdapat 84 kasus meninggal dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 11,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang berhubungan atau berpengaruh dengan penyakit leptospirosis di Indonesia. Metode penelitian ini adalah literature review menggunakan sumber data elektronik Google Scholar, Sciencedirect, dan Scopus. Jurnal yang dipilih, menggunakan kata kunci berupa faktor risiko, leptospirosis, dan Indonesia dengan kriteria inklusi adalah memiliki teks lengkap yang tidak berbayar, menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, terbit tahun 2017-2022 dan memiliki ISSN. Kriteria eksklusi terdiri dari duplikasi, artikel literature review, artikel berbayar, tidak menggunakan teks lengkap dan tidak sesuai dengan kata kunci yang digunakan. Terdapat 7 literatur yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh artikel penelitian yang didapat berasal dari studi yang dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Kesimpulan dalam literatur review ini adalah terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi atau berhubungan dengan leptospirosis di Indonesia diantaranya adalah faktor lingkungan, faktor kondisi kesehatan dan karakteristik individu dan faktor prilaku. Pada kajian literatur review ini diketahui bahwa kondisi lingkungan yang buruk merupakan faktor yang paling banyak mempengaruhi kejadian leptospirosis di Indonesia.