Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pembelanjaan Secara Online Terhadap Fashion Self Manufactured Pada Wanita Muda di Kota Batam Dengan Kesadaran Merek Sebagai Mediasi Christina Christina; Edy Yulianto
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 1 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i1.1275

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa pengaruh pembelanjaan online terhadap fashion self manufactured dengan kesadaran merek sebagai mediasi. Penelitian yang dilakukan menggunakan 250 responden yang disebarkan melalui kuesioner untuk kemudian dapat dijadikan bahan penelitian. Objek yang digunakan pada kajian ini adalah wanita muda yang ada di Kota Batam dengan rentang usia 18 sampai 35 tahun keatas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam mengetahui faktor – faktor apa saja yang memiliki pengaruh serta mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh pembeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social Media Marketing, Word of Mouth, Effectiveness of Advertising, Celebrity Endorsement, Social Media Communication berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan kesadaran merek sebagai Mediasi. Kata Kunci : Fashion Self Manufactured, Kesadaran Merek, Keputusan Pembelian
The Role of Online Purchasing Behavior and Utilitarian Value in Influencing Impulsiveness within the Framework of the Technology Acceptance Model (TAM) Lily Purwianti; Angel; Edy Yulianto

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jsb.v11i1.5448

Abstract

AbstractImpulse buying is the act of purchasing goods suddenly without planning, often triggered by emotional impulses. This phenomenon is important to understand because of its impact on consumer behavior and marketing strategies. Two factors that influence impulse buying are the Technology Acceptance Model (TAM), which measures the extent to which consumers accept technology based on its ease and usefulness, and utilitarian value, which relates to the practical benefits of the product. This research aims to explore purchasing impulsiveness in e-commerce. This research method is quantitative research with a descriptive statistical analysis approach. The results of this research show a significant influence of online shopping attitudes on impulsive online shopping. Ease of use does not have a significant effect on impulsive online shopping. On the other hand, ease of use influences online shopping attitudes, which shows that convenience fosters positive attitudes. This research conclusion is Perceived utilitarian factors have a major influence on individual attitudes towards e-commerce shopping usage perceived influence on impulsive online shopping or online shopping attitudes. Impulse buying is driven by emotion rather than rational consideration of utility. AbstrakPembelian impulsif adalah tindakan membeli barang secara tiba-tiba tanpa perencanaan, yang sering kali dipicu oleh dorongan emosional. Fenomena ini penting untuk dipahami karena dampaknya terhadap perilaku konsumen dan strategi pemasaran. Dua faktor yang mempengaruhi pembelian impulsif adalah Technology Acceptance Model (TAM), yang mengukur sejauh mana konsumen menerima teknologi berdasarkan kemudahan dan kegunaannya, dan nilai utilitarian, yang berhubungan dengan manfaat praktis dari produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembelian impulsif dalam e-commerce. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari sikap belanja online terhadap belanja online impulsif. Kemudahan penggunaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja online impulsif. Di sisi lain, kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap sikap belanja online, yang menunjukkan bahwa kemudahan menumbuhkan sikap positif. Kesimpulan penelitian ini adalah Faktor-faktor utilitarian yang dirasakan memiliki pengaruh besar terhadap sikap individu terhadap belanja e-commerce penggunaan yang dirasakan berpengaruh terhadap belanja online impulsif atau sikap belanja online. Pembelian impulsif lebih didorong oleh emosi daripada pertimbangan rasional atas utilitas.
PENGARUH E-SERVICE QUALITY DAN E-SERVICE RECOVERY TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN E-COMMERCE MELALUI KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN Fendy Cuandra; Christina Christina; Lily Purwianti; Edy Yulianto; Stefhani Susanto
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2750

Abstract

ABSTRAKPesatnya perkembangan e-commerce telah meningkatkan persaingan antar platform digital, sehingga mempertahankan loyalitas pelanggan menjadi tantangan strategis bagi perusahaan. Dalam kondisi tersebut, kualitas layanan elektronik dan kemampuan pemulihan layanan menjadi faktor penting yang diduga berperan dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kualitas layanan elektronik dan pemulihan layanan terhadap loyalitas pelanggan e-commerce, dengan kepercayaan dan kepuasan sebagai mediator, sesuai konteks Relationship Marketing Theory. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode purposive sampling, melibatkan 264 responden pengguna e-commerce di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan teknik Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa baik e-service quality maupun e-service recovery tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan, tetapi memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui e-trust dan e-satisfaction. Kebaruan dari studi ini terletak pada penggunaan dua variabel mediasi dalam satu model konseptual yang utuh, untuk menjelaskan hubungan antara kualitas layanan dan loyalitas pelanggan secara lebih mendalam. Temuan ini menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan e-commerce terbentuk secara langsung melalui kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Hasil ini memperluas Relationship Marketing Theory dengan menegaskan bahwa hubungan jangka panjang di konteks digital bergantung pada kemampuan platform dalam menciptakan rasa aman, kepercayaan, dan pengalaman layanan yang memuaskan. ABSTRACTThe rapid development of e-commerce has increased competition between digital platforms, making maintaining customer loyalty a strategic challenge for companies. Under these conditions, e-service quality and service recovery capabilities are important factors thought to play a role in building long-term relationships with customers. This study aims to examine the effect of e-service quality and e-service recovery on e-commerce customer loyalty, with e-trust and e-satisfaction as mediators, in the context of Relationship Marketing Theory. The study was conducted with a quantitative approach using a purposive sampling method, involving 264 e-commerce user respondents in Indonesia. Data analysis was performed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique. The results show that neither e-service quality nor e-service recovery has a direct effect on customer loyalty, but has a significant indirect effect through e-trust and e-satisfaction. The novelty of this study lies in the use of two mediating variables within a single, coherent conceptual model to more deeply explain the relationship between service quality and customer loyalty. These findings suggest that e-commerce customer loyalty is formed directly through customer trust and satisfaction. These results extend Relationship Marketing Theory by emphasizing that long-term relationships in a digital context depend on the platform's ability to create a sense of security, trust, and a satisfying service experience