Bandar Udara Internasional Kertajati merupakan salah satu bandara utama yang berperan penting dalam mendukung konektivitas transportasi udara di wilayah Jawa Barat. Dalam mendukung operasional bandar udara, kondisi perkerasan fleksibel pada permukaan taxiway merupakan komponen penting untuk menjamin keselamatan penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks kondisi perkerasan fleksibel pada 8 taxiway di Bandar Udara Internasional Kertajati. Metode yang digunakan dalam analisis mengacu pada standar ASTM D5340-20 yaitu Pavement Condition Index (PCI). Untuk mendapatkan nilai PCI dilakukan perhitungan total unit sampel, pembagian segmen area observasi, identifikasi kerusakan serta analisis data. Data lapangan yang dibutuhkan dalam analisis data diantaranya jenis, dimensi, dan tingkat kerusakan di setiap segmennya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan paling dominan adalah Ravelling dengan 144 segmen disusul potholes, patching, dan alligator cracking. Luas kerusakan terbesar berada di Taxiway WC sebesar 120 m² dari total segmen 250 m². Tingkat kerusakan umumnya adalah Medium terutama pada Taxiway WC. Nilai PCI rata-rata tertinggi adalah 100 (Excellent) pada Taxiway N3 dan SPW, disusul Taxiway N4 nilainya 99,9 (Good), Taxiway N2 nilainya 98,9 (Good), Taxiway NP nilainya 96,04 (Good), Taxiway WC nilainya 66,07 (Fair), dan Taxiway NPW nilainya 54 (Poor). Perbaikan yang disarankan meliputi patching, overlay, hingga perawatan preventif sesuai standar ASTM D5340-20 dan standar nasional KP 94 Tahun 2015.