Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT TUBERCULOSIS (TB) PARU BERBASIS WEB MOBILE Ikhsan Syamsudin; Eko Eko
JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) Vol 7 No 2 (2022): JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) DESEMBER
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jusim.v7i2.1815

Abstract

Tuberculosis (TB) Paru merupakan salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang memiliki penderita penyakit TB Paru terbanyak setelah Cina dan India. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyakit TB paru merupakan faktor penghambat untuk pencegahan penyakit ini sejak dini. Banyak literatur yang dapat menjelaskan tentang diagnosa dan deteksi penyakit TB Paru ini tetapi minimnya minat baca dan enggannya masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter menjadi suatu permasalahan tersendiri. Dari permasalahan tersebut, dengan memadukan kepakaran ahli kedalam suatu aplikasi sistem komputer, maka dapat tercipta suatu sistem pakar terhadap diagnosa penyakit TB paru. Sistem pakar ini akan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi terkait dengan gejala-gejala yang disebabkan oleh penyakit TB paru. Di desain dengan berbasiskan web mobile, tentunya akan memberikan tampilan yang adaptif dan responsif walaupun diakses melalui perangkat browser yang ada pada perangkat gadget seperti smartphone. Pemilihan metode certainty factor tidak terlepas dari keandalannya dalam mengatasi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan dan memberikan ruang pada pakar dalam menilai tingkat keyakinan terhadap pengetahuan yang disampaikannya. Hasil akhir dari penelitian ini adalah terciptanya suatu aplikasi yang dapat mendeteksi dan mendiagnosa terhadap gejala-gejala yang disebabkan oleh penyakit TB Paru.
APLIKASI BUDIDAYA AYAM DOC (DAY OLD CHICKEN) BERBASIS WEB MOBILE Agus Setiawan; Eko Eko
JUTIM (Jurnal Teknik Informatika Musirawas) Vol 7 No 2 (2022): JUTIM (Jurnal Teknik Informatika Musirawas) DESEMBER
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jutim.v7i2.1862

Abstract

Bisnis ternak ayam memang menjadi salah satu bisnis yang tiada pernah habis bahkan menjadi salah satu bisnis yang cukup menguntungkan. Beternak ayam pun juga tidak terlalu sulit untuk diterapkan, bisa dimulai dengan modal yang kecil. Untuk memulai usaha budidaya ayam bisa diterapkan di lahan yang kecil atau di pekarangan rumah. Dalam beternak ayam sebenarnya cukup baik untuk diternakkan di kota Palembang. Karena di kota Palembang sendiri cuaca yang lumayan baik untuk perkembangan ayam. Untuk ketahanan terhadap perubahan iklim dan cuaca, ayam memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik apabila dipelihara dengan baik. Ayam DOC atau DOC Ayam (Day Old Chicken) adalah ayam dengan umur dibawah 10 hari dan paling lama 14 hari setelah ayam itu menetas, DOC ayam biasanya dipakai untuk istilah ayam pedaging atau ayam potong. Ayam dengan umur 1 hari dan paling lama 14 hari ini biasanya dijadikan sebagai bibit untuk diternakan oleh peternak ayam khususnya peternak ayam potong. Berat atau bobot dari ayam DOC yang normal rata-rata dikisaran 35-40 gram per ekornya. DOC ayam sendiri sangat menentukan keberhasilan dari ternak ayam. Beternak atau mengembangkan ayam DOC sebenarnya tidak terlalu sulit, akan tetapi minimnya informasi mengenai budidaya ayam doc mulai dari persiapan kandang yang kurang memadai, jenis makanan yang dipakai tidak tepat, vitamin yang digunakan tidak tepat, serta waktu vaksin yang belum tepat membuat peternak sering mengalamai kegagalan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang berbasis web mobile yang dapat digunakan oleh peternak ayam untuk mendapatkan informasi tentang budidaya ayam DOC serta dapat digunakan untuk menghitung perkiraan biaya budidaya ayam DOC.