Istiti Purwandari
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Instiper Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sistem Pelatihan Karyawan Kebun Kelapa Sawit di PT Binanga Mandala Kabupaten Labuhan Batu Selatan Sri Meliani; Istiti Purwandari; Dimas Deworo Puruhito
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v2i2.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis program pelatihan karyawan kebun di PT.Binanga Manggala dan untuk mengetahui manajemen pelatihan karyawan kebun di PT. Binanga Manggala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilaksanakan dengan teknik wawancara dan pencatatan.  Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis program pelatihan karyawan kebun di PT. Binanga Mandala meliputi pelatihan ERP-e Mas, leadership, Best Practice, Pembinaan K3,  Gada Pratama, dan Gada Madya.  Manajemen pelatihan karyawan kebun meliputi kegiatan perencanaan pelatihan tahunan yang meliputi perencanaan program pelatihan, trainer, peserta pelatihan, waktu dan tempat pelatihan. Peserta pelatihan diajukan oleh Kepala Unit Kerja diperiksai oleh HRD atau Estate Manajer dan disetujui oleh General Manajer. Pelaksanaan pelatihan dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati. Tempat pelatihan terdiri atas internal dan eksternal perusahaan. Metode pelatihan meliputi on the job traing dan off the job training. Evaluasi pelatihan dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi perilaku dan hasil kerja. Laporan dan realisasi pelaporan dibuat oleh HRD.   Kata kunci:  karyawan, kebun, pelatihan
Pola Pemberdayaan Desa Sejahtera Astra (DSA) pada Petani Kopi Robusta di Desa Muncar Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung Try Feby Wulandari; Dimas Deworo Puruhito; Istiti Purwandari
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 3 No. 1 (2023): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v3i1.351

Abstract

This study aims to determine the pattern of empowerment of DSA (Desa Sejahtera Astra) in providing training, facilities and infrastructure, and marketing of coffee products in Muncar Village, Gemawang District, Temanggung Regency. This research was conducted from 1 to 31 July 2022. This research was conducted using a qualitative descriptive method. The sampling method is done by census or total sampling, which is a sampling technique with all members of the population being sampled. Respondents in this study amounted to 23 people. The results showed that the empowerment carried out by DSA in providing training included training in the use of post-harvest processing equipment and training in packaging coffee products; provision of facilities and infrastructure in the form of post-harvest processing equipment such as: coffee skin peeler, grinding machine, roasting machine, sealer machine, all of which are placed in a yield processing unit (UPH); and marketing training through Tourism Villages.
Alokasi Pendapatan Rumah Tangga Karyawan Panen Kelapa Sawit di PT. Bakrie Sumatera Plantation Kisaran Kabupaten Asahan Muhammad Raihan Fadhali; Listiyani; Istiti Purwandari
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v6i1.2162

Abstract

Income is one of the factors influencing consumption patterns, particularly among harvesting workers in oil palm plantations. This study aims to determine 1.) the level of income, 2.) the pattern of income allocation, and  3.) the effect of income on household consumption of oil palm harvesting workers at PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Kisaran, Asahan Regency. The research was conducted from November to December 2024 using a quantitative descriptive method with a simple random sampling technique involving 30 respondents. Data were obtained from both primary and secondary sources. Primary data were collected through interviews and questionnaires, and analyzed using descriptive analysis and simple linear regression. The results show that the average household income of harvesting workers is Rp4,549,333 per month, with the majority of respondents (76.66%) earning more than Rp4,000,000. The income allocation pattern indicates that 52% is spent on consumption needs, 22% on entertainment or discretionary spending, and 26% on savings and emergency funds, exceeding the 50-30-20 budgeting rule. Regression analysis shows that income has a positive and significant effect on household consumption, explaining 39.4% of the variation, while the remaining percentage is influenced by other factors. These findings indicate that harvesting workers are not only able to meet their basic needs but also demonstrate a relatively strong awareness of saving, which contributes to improving household welfare.   ABSTRAKPendapatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola konsumsi, khususnya di kalangan pekerja panen di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1.) tingkat pendapatan, 2.) pola alokasi pendapatan, dan 3.) pengaruh pendapatan terhadap konsumsi rumah tangga pekerja panen kelapa sawit di PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Kisaran, Kabupaten Asahan. Penelitian ini dilakukan dari November hingga Desember 2024 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana yang melibatkan 30 responden. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga rata-rata pekerja panen adalah Rp4.549.333 per bulan, dengan mayoritas responden (76,66%) memperoleh pendapatan lebih dari Rp4.000.000. Pola alokasi pendapatan menunjukkan bahwa 52% dihabiskan untuk kebutuhan konsumsi, 22% untuk hiburan atau pengeluaran diskresioner, dan 26% untuk tabungan dan dana darurat, melebihi aturan penganggaran 50-30-20. Analisis regresi menunjukkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, menjelaskan 39,4% dari variasi, sedangkan persentase sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja panen tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka tetapi juga menunjukkan kesadaran yang relatif kuat untuk menabung, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan rumah tangga.