Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Medical Laboratory

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN PADA ROTI YANG DIJUAL DI PASAR PORTAL RAWA BUAYA Seftiwan Pratami Djasfar; Yuri Pradika
Jurnal Medical Laboratory Vol. 1 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Medical Laboratory
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.74 KB) | DOI: 10.57213/medlab.v1i2.101

Abstract

Roti merupakan salah satu contoh pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Mikroorganisme utama yang berperan penting dalam proses pembusukan roti adalah cendawan. Cendawan tersebut dapat menimbulkan keracunan bila dikonsumsi dan sangat berbahaya untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi adanya cendawan pada roti. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yaitu dengan isolasi cendawan pada media Potato Dextrose Agar (PDA) kemudian disimpan selama 5-7 hari di inkubator pada suhu 27°C, setelah itu di periksa di bawah mikroskop dengan penambahan larutan LPCB (Lactophenol Cotton Blue). Variabel penelitian adalah cendawan pada roti yang dijual di Pasar Portal Rawa Buaya. Populasi dalam penelitian ini adalah toko yang menjual roti dengan merek yang berbeda yang dijual di Pasar Portal Rawa Buaya. Teknik penelitian menggunakan metode tuang dan sampel diuji dengan penanaman pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dan diamati menggunakan mikroskop perbesaran 40x. Hasil penelitian didapatkan dari 10 sampel roti, 2 sampel positif terkontaminasi cendawan Rhizopus sp., 1 sampel positif terkontaminasi cendawan Aspergillus sp., dan 1 sampel terkontaminasi Penicillium sp. Kata Kunci: Roti, Cendawan, Potato Dextrose Agar (PDA)
ANALISIS ASAM RETINOAT PADA KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI E-COMMERCE KOTA JAKARTA Yuri Pradika; Seftiwan Pratami Djasfar; Tesia Christiani
Jurnal Medical Laboratory Vol. 1 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Medical Laboratory
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.404 KB) | DOI: 10.57213/medlab.v1i2.103

Abstract

Krim pemutih merupakan produk yang berisi campuran bahan kimia atau bahan lainnya yang berkhasiat mampu memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit. Salah satu bahan kimia yang menjadi komposisi krim pemutih yaitu asam retinoat. Senyawa ini dilarang penggunaannya dalam krim pemutih karena dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik (cacat pada janin). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah krim pemutih yang beredar di e-commerce Kota Jakarta mengandung asam retinoat. Sampel krim pemutih yang diteliti sejumlah 7 sampel. Analisis kualitatif asam retinoat menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang diamati di bawah sinar lampu UV 254 nm menunjukkan sampel B, C dan D positif mengandung asam retinoat. Kata Kunci: Asam Retinoat, Krim Pemutih, Kromatografi Lapis Tipis
IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL (Pseudomonas aeruginosa) PADA LANTAI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Seftiwan Pratami Djasfar; Yuri Pradika
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 1 (2023): Januari: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i1.135

Abstract

Rumah Sakit adalah tempat pelayanan terapeutik, rawat inap, rawat jalan, dan berbagai aktivitas lainnya sebagai pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mencapai kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Selain untuk mencari kesembuhan, rumah sakit juga merupakan sumber berbagai macam penyakit baik bagi pasien maupun pengunjung. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme patogen, dimana patogen ini dapat menghuni dan berkembang biak di lingkungan rumah sakit seperti udara, air, lantai, makanan, peralatan medis dan non medis. Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu ruangan yang merupakan bagian dari rumah sakit dengan fasilitas khusus untuk observasi, perawatan dan pengobatan pasien. Pasien yang dirawat di unit perawatan intensif memiliki risiko penyakit yang mengancam jiwa, kegagalan organ, dan kematian. Salah satu infeksi yang didapat di rumah sakit paling umum terjadi di unit perawatan intensif (ICU) adalah infeksi nosokomial. Salah satu bakteri penyebab infeksi nosokomial adalah Pseudomonas aeruginosa. Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri patogen oportunistik yang menyebabkan infeksi nosokomial dan penggunaan ventilator juga menyebabkan infeksi saluran kemih dan pneumonia. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Pseudomonas aeruginosa penyebab infeksi nosokomial pada lantai di Rumah Sakit Umum (RSU) X di kota Jakarta. Variabel penelitian adalah bakteri yang terdapat pada lantai Intensive Care Unit (ICU). Bakteri infeksi nosokomial diidentifikasi dengan cara diisolasi pada media MCA, kemudian dilanjutkan dengan uji biokimia dan diamati di bawah mikroskop. Hasil penelitian ditemukan adanya Pseudomonas aeruginosa pada lantai Rumah Sakit X.
KESADAHAN TOTAL DAN KADAR KLORIDA PADA AIR MINUM ISI ULANG DARI DEPOT AIR MINUM SEKITAR KAMPUS STIK KESOSI Yuri Pradika; Seftiwan Pratami Djasfar
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 1 (2023): Januari: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i1.145

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Air minum isi ulang merupakan air alternatif untuk dikonsumsi karena harga yang murah. Meski lebih murah, tidak semua depot air minum isi ulang terjamin keamanan produknya. Oleh karena itu, masih ada kemungkinan air minum isi ulang yang dihasikan tidak sehat dan tidak layak konsumsi.  Beberapa parameter kimia penting yang harus dipenuhi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 492/Menkes/IV/2010 dalam persyaratan kualitas air minum adalah kesadahan dan klorida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesadahan total dan kadar klorida dalam air minum isi ulang dari depot air minum sekitar kampus STIK KESOSI. Sampel air minum isi ulang diambil secara acak dari 6 depot air minum sekitar kampus STIK KESOSI. Analisis kesadahan total sampel A, B, C, D, E dan E ditentukan dengan metode titrasi kompleksometri berturut-turut yaitu 52 mg/L, 66 mg/L, 57 mg/L, 26 mg/L, 36 mg/L dan 36 mg/L, sedangkan analisis kadar klorida menggunakan metode titrasi argentometri berturut-turut yaitu 12,12 mg/L, 21,01 mg/L, 15,62 mg/L, 30,44 mg/L, 1,75 mg/L dan 5,79 mg/L.
ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU TRADISIONAL PEGAL LINU KEMASAN YANG BEREDAR DI MARKETPLACE Yuri Pradika
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 2 (2023): Juli: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i2.193

Abstract

Bahan kimia obat adalah zat-zat kimia yang biasanya ditambahkan dalam sediaan obat tradisional agar memperkuat indikasi dari obat tradisional tersebut dan memberikan efek kerja yang kuat cepat dalam menyebuhkan penyakit. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 007 tahun 2012 tentang registrasi obat tradisional. Obat tradisioanal dimana salah satunya adalah jamu tradisional dilarang mengandung bahan kimia obat yang merupakan hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat. Konsumsi obat tradisional dengan adanya bahan kimia obat keras dapat membahayakan kesehatan bahkan mematikan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi bahan kimia obat dalam jamu tradisional pegal linu kemasan yang beredar di marketplace. Sampel jamu pegal linu yang diteliti sejumlah 12 sampel. Analisis senyawa bahan kimia obat yaitu parasetamol, asam mefanamat dan deksametason menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang diamati di bawah sinar lampu UV 254 nm. Hasil penelitian mununjukkan sampel B dan D positif mengandung parasetamol.