Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Partisipasi Buruh dalam Pemilu: Tinjauan Awal Sunardi Sunardi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.3087

Abstract

Keikutsertaan Partai Buruh sebagai peserta Pemilu 2024 menandai babak baru dalam politik buruh Indonesia, yaitu pergeseran dari politik jalanan menuju politik elektoral. Momentum ini membuka peluang baru bagi representasi politik buruh, tetapi sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas Partai Buruh dalam membangun partisipasi dan keterwakilan politik buruh. Artikel ini bertujuan mengkaji mekanisme partisipasi dan keterwakilan politik buruh dalam Pemilu 2024 melalui kehadiran Partai Buruh. Penelitian ini merupakan studi literatur (library research) yang menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui penelaahan sistematis artikel ilmiah, hasil penelitian terdahulu, di Indonesia. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan membandingkan berbagai perspektif yang berkembang dalam literatur. Artikel ini menjadi tianjaun awal dalam melihat partisipasi buruh pada pemilu di Indonesia.
Budaya Kerja Baru Selama Pandemi yang Problematis di Pedesaan Sigi sunardi sunardi; Sitti Rabiatul Wahdaniyah Herman; Yulian Sri Lestari
Jurnal Administrasi Publik Vol 18 No 2 (2022): Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52316/jap.v18i2.118

Abstract

Work From Home (WFH) menjadi fenomena baru yang melanda instansi birokrasi pemerintahan di Indonesia. Skema kerja ini seakan menjadi budaya kerja baru seiring dengan menguatnya kasus COVID-19 yang pernah melanda Indonesia. Birokrasi pemerintahan di pedesaan menjadi salah satu yang terkena imbas dari penerapan budaya kerja baru, work from home. Kondisi ini problemtis, pasalnya disaat yang sama berhadapan dengan budaya layanan masyarakat pedesaaan yang terbiasa dengan face to face. Studi ini akan memotret berbagai problem dari praktek work from home yang di implementasikan di dua desa pada kabupaten Sigi. Dengan menggunakan pendekatan kualititaf, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Wawancara berlangsung kepada sekretaris desa Kalubula, Kasi Pembangunan Desa Ampanau, masing-masing dua staf di dua desa, tokoh masyarakat dan sejumlah masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa wujud dari work from home yang di realisasikan oleh kedua desa dengan cara berbeda di respon dengan tidak ramah oleh masyarakat pedesaan. Desa di Kalubula merespon perkembangan COVID-19 melalui penerapan kerja dengan pembagian shift kerja, sementara di desa Ampanau dilakukan melalui pembatasan jam kerja layanan. Alih-alih menciptakan layanan publik di pedesaan menjadi lebih efektif, ternyata dilapangan budaya kerja baru ini justru memunculkan persoalan baru.