Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BANDAR DAGANG KUNO KOTA CINA: KAJIAN HISTORIS DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH ABAD 21 Septiansyah Tanjung; Halimahtun Sakdiah; Apriani Harahap
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.647 KB)

Abstract

Aktivitas perdagangan melalui jalur laut tidak dapat dipisahkan dari letak strategis lokasi situs–situs yang ditemukan di pesisir timur Sumatera yang secara langsung berhadapan dengan selat Malaka. Pesisir timur Sumatera Utara yang tepat menghadap ke Selat Malaka memiliki potensi data arkeologis yang melimpah. Kuantitas data arkeologi tersebut dikaitkan dengan jejak kejayaan aktivitas maritim masa lalu di pesisir timur Sumatera Utara dalam konteks interaksi manusia dan budayanya banyak ditemukan di wilayah Situs Kota Cina.Keberadaan Situs Kota Cina menunjukkan bahwa disepanjang Pantai Timur Sumatera sejak berabad lampau telah berdiri sebuah bandar dagang yang memainkan peranan penting. Situs ini pada masanya merupakan suatu pelabuhan yang menjadi bandar perdagangan yang sangat ramai dan kompleks. Alasannya adalah posisi Kota Cina yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka (malaka strait) yang memegang peranan penting sebagai “jalur maritim sutra” yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Mesir (Afrika). Akibat dari proses aktivitas itu melahirkan Kota Cina sebagai bandar perdagangan yang menghubungkan pedagang-pedagang Tamil, Cina, Arab, Srilanka, Gujarat, Thai, dan Siam dengan penduduk lokal dari pedalaman Sumatera Utara. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Situs Kota Cina secara historis yang penulisannya menggunakan studi literatur sebagai rujukan utama. Sumber-sumber referensi tersebut dianalisis dengan menggunakan prinsip-prinsip pendekatan metode sejarah. Eksistensi Situs Kota Cina akan semakin bermakna bila dimanfaatkandalam pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah dimasa kehidupan abad 21 ini harus mengembangkan pembelajarannya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan situs sejarah sebagai sumber belajar. Bahasan pembelajaran tersebut disusun menggunakan metode deskriptif eksplanatif untuk membangun gambaran umum desain pembelajaran sejarah yang dapat membentuk kecakapan abad 21 dengan pemanfaatan Situs Kota Cina sebagai sumber belajar.