Mustamin Giling
Institut Agama Islam Negeri Ternate

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika Khuruj Fi Sabilillah Keluarga Jama'ah Tabligh Abdul Rasid Pakaya; Jubair Situmorang; Adnan Mahmud; Mustamin Giling; Fatum Abubakar
Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajifl.v2i2.2146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak hubungan rumah tangga yang diakibatkan oleh kebiasaan khuruj fi sabilillah?oleh jama'ah tabligh. Kegiatan khuruj fi sabilillah?menjadi sunnatullah yang selalu dijalankan oleh jama'ah tabligh khususnya para suami, namun hal tersebut membuat para suami meninggalkan istri dan anak demi menjalankan dakwah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pinolosian Provinsi Sulawesi Utara dengan metode kualitatif pendekatan sosiologis. Data utama adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan pemberian kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa konsep khuruj fi sabilillah?jama'ah tabligh yaitu meluangkan seluruh waktu untuk berdakwah di masjid-masjid. Namun hal tersebut berdampak pada kondisi keluarga yang kurang harmonis. Faktor disebabkan oleh psikologis keluarga yang ditinggalkan dan kondisi keamanan. Ketika Jama'ah Tabligh keluar melakukan khuruj fi sabilillah, keluarga yakni istri dan anak lebih merasa terpinggirkan, suami yang ditugasi untuk menjadi pembimbing dalam hal duniawi maupun akhirat tidak akan berjalan begitu baik dikarenakan aktivitas yang sering keluar terus, apalagi sampai dalam jangka waktu satu tahun. Dari segi perlindungan istri pun menjadi masalah dikarenakan saat suami melakukan khuruj, sang istri tidak akan mendapat perlindungan yang begitu intensif.
DYNAMICS OF MINING CONFLICT IN KONAWE ISLANDS: RELIGIOUS MODERATION MOVEMENT IN NEGOTIATION OF CONFLICT Mustamin Giling; Khaerul Asy’ary Ulama’i; Ibnu Azka; Rachmat Adiwijaya; Fathur Baldan Haramain
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v22i2.14409

Abstract

This study explores the dynamics of mining conflicts in the Konawe Islands, with a focus on the role of the religious moderation movement in negotiating and resolving these conflicts. Mining activities in the region, particularly on Wawonii Island, have triggered significant social, environmental, and economic issues, leading to conflicts between the local community, mining companies, and government institutions. The aim of this study is to examine how religious moderation, defined as efforts to promote balance, tolerance, and peaceful coexistence among different religious groups, can be applied as a conflict resolution strategy in mining disputes. This research is qualitative, with data collected through participant observation, interviews, and documentation. Data analysis involves coding, categorization, and interpretation to understand the conflict and the conflict negotiation process. The findings of this study show that religious moderation has the potential to bridge the gap between opposing groups by fostering mutual understanding and tolerance. Religious leaders play an important role in disseminating peace and facilitating communication between conflicting parties. However, challenges such as economic interests and deeply rooted views on mining activities hinder the full effectiveness of religious moderation in resolving this conflict. This study contributes to the broader discourse on the role of religion in conflict resolution, particularly in regions experiencing resource extraction conflicts. It also highlights the need for more collaborative efforts from local governments, religious institutions, and civil society to ensure sustainable conflict resolution in mining-affected areas