Cepi Irawan
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESENIAN GLIPANG RHODAT DI DESA NGUTER KECAMATAN PASIRIAN LUMAJANG JAWA TIMUR DALAM PERSPEKTIF ETNOMUSIKOLOGIS Denny Bhagus Syahroni; Supriyadi Supriyadi; Cepi Irawan
SELONDING Vol 18, No 2 (2022): : September 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v18i2.7718

Abstract

Glipang Rodhat merupakan jenis pertunjukan kesenian tradisional. Dalam kesenian tersebut terlihat unik, sehingga peneliti ingin memahaminya lebih dalam, yakni bagaimana struktur penyajian musik Glipang Rodhat serta bagaimana penggabungan antara kesenian Glipang dengan kesenian Tari Rodhat.Untuk memahami kesenian tersebut, peneliti menggunakan pendekatanEtnomusikologi. Konsep teks seni pertunjukan dari Marco DeMarinisdigunakan untuk mengupas aspek tekstual, sedang aspek kontekstual menggunakan teori hybrid dari Homi K. Bhabha. Pemaparan secara deskriptif analitik dipakai dalam penelitian kualitatif ini.Hasil yang ditemukan, kesenian Glipang Rodhat merupakan perpaduan kesenian lokal Jawa, Madura dengan kesenian dari Turki. Kesenian lokal sebagai bentuk perlawanan yang berwujud mimicry sekaligus mockery. Sedangkan kesenian dari Turki bernuansa religi yang tampak khususnya dalam simbol-simbol instrumen musik yang digunakan serta lantunan tembang dan parikan yang dimainkan sarat dengan nilai-nilai keislaman.
Kesenian Badud dalam Upacara Panen di Desa Margacinta Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Prayogo Pangestu; Cepi Irawan
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v6i1.286

Abstract

This research aims to reveal the symbolic meanings contained in the Badud performing art during the harvest ceremony in Margacinta Village, Cijulang District, Pangandaran Regency. The focus of the study is directed toward the musical elements, dance, costumes, and ritual sequence that shape the structure of the Badud performance as part of the agrarian traditions of the local community. This study employs a qualitative method with an ethnomusicological approach, which integrates musical analysis with socio-cultural contexts to understand function, structures, and meaning of Badud I community life. Data were collected through direct observation of the Badud performance, audio-visual recording, and in-depth interviews with cultural figures, artists, and community leaders. The data analysis technique uses the interactive model of Miles and Huberman (data reduction, data display, and conclusion drawing), strengthened by Roland Barthes semiotic theory to explore denotative, connotative, and mythical meanings within the symbolic elements of the performance. The findings show that Badud contains agrarian symbols related to hopes for fertility, protection of crops, and expressions of gratitude for the harvest. The music of dog-dog, angklung, and kempul creates a ritual atmosphere believed to repel pests, while the animal costumes represent the dynamics of nature and the relationship between humans and cosmological forces. Overall, Badud functions as both a ritual medium and a cultural identity that reflects the spiritual values and everyday life of the Margacinta community.