Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Risk Tolerance terhadap Perilaku Berinvestasi di Bank Syariah dengan Gender sebagai Variabel Moderating Nurul Farizka Siregar; Tuti Anggraini
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.584 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i1.10859

Abstract

Pergerakan jumlah investor syariah mengalami peningkatan yang signifikan, perbankan syariah pun sudah membuka peluang investasi yang lebih luas, namun masih banyak mahasiswa yang tidak memanfaatkan dengan baik peluang investasi yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk manganalisa literasi keuangan syariah, dan risk tolerance terhadap perilaku berinvestasi dengan gender sebagai variabel moderating pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara. Penelitian ini memakai jenis penelitian kuantitatif sebab penelitian ini bermaksud mendapatkan data primer yang bisa diukur dan diolah memakai SPSS versi 20. Dengan menggunakan sampel sebanyak 40 disertai penggunaan teknik pengumpulan data berbentuk kuesioner. Hasil penelitian ini mennjukkan bahwa terdapat pengaruh secara langsung antara variabel Literasi Keuangan Syariah dan Risk Tolerance terhadap perilaku berinvestasi di bank syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara. Kemudian, pola hubungan variabel Gender tidak dapat memoderasi pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap perilaku berinvestasi di Bank Syariah. Meski begitu secara simultan Gender dapat memoderasi pengaruh Risk Tolerance terhadap perilaku berinvestasi di Bank Syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara.
Menilai Kesiapan Organisasi terhadap Pembayaran Digital Berbasis Syariah: Studi Kualitatif pada Hotel Islam di Indonesia Regional Nislah Khoirunnisa Nasution; Nurbaiti; Tuti Anggraini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v15i1.16127

Abstract

This study examines the organizational readiness of Hotel Syamsiah Sibuhuan, Padang Lawas, to adopt sharia-compliant digital payment amid the digital transformation of regional hospitality services. Although the hotel projects a sharia-oriented service identity, its digital transactions still rely on conventional banking channels. Using a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews, field observation, open-ended questionnaires, and documentation involving the hotel owner, operational manager, finance staff, and front office staff. The findings show that the hotel is moderately ready for transition. Basic technological infrastructure is available, and staff demonstrate operational familiarity with digital transactions and a generally open attitude toward change. However, readiness is constrained by limited understanding of sharia-compliant payment principles, the absence of specialized training, the lack of formal standard operating procedures, and weak internal governance. The study argues that the main obstacle lies not in technological scarcity, but in the organizational misalignment between symbolic sharia identity, digital financial practice, and governance capacity