Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antibodi Sars-Cov-2 Pasca Vaksinasi Pada Penyintas Covid-19 Dita Kartika Sari; Rahmat Azhari Kemal; Ariza Julia Paulina
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v5i3.12589

Abstract

Salah satu kendala program vaksinasi dalam penanganan pandemi Corona Virus Disease 19 (COVID-19) adalah stok vaksin yang terbatas. Beberapa studi pada vaksin mRNA menunjukkan bahwa penyintas COVID-19 menunjukkan respon yang lebih cepat dalam membentuk antibodi. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai respon imun penyintas COVID-19 setelah pemberian vaksin CoronaVac. Metode: 14 sampel dari penyintas COVID-19 yang divaksinasi menggunakan CoronaVac diambil untuk melihat total antibodi terhadap Receptor Binding Domain (RBD) protein spike SARS- CoV-2 yang diperiksa dari serum pada sebelum vaksinasi, 14 hari setelah dosis pertama, dan 14 hari setelah dosis kedua. Hasil: Didapatkan 6 orang penyintas mempunyai antibodi anti RBD (seropositif) sedangkan 8 orang lainnya tidak (seronegatif). Rerata durasi PCR positif menunjukkan individu seronegatif memiliki waktu yang lebih singkat (3,3 ± 1,7 hari, p<0.001) dibandingkan kelompok seropositif Kesimpulan: Kelompok penyintas seropositif mengalami peningkatan antibodi yang signifikan setelah pemberian vaksin dosis pertama (GMT 648.6, 95% CI 360.7 – 1,166.0 U/mL). Titer ini signifikan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok seronegatif bahkan setelah pemberian vaksin dosis kedua (GMT 49.1, 95% CI 14.0 – 172.7 U/mL). Temuan awal ini harus direplikasi dalam sampel yang lebih besar untuk mengidentifikasi prioritas vaksinasi diantara individu yang sebelumnya terinfeksi.Kata kunci: Antibodi anti-RBD, Penyitas COVID-19, Vaksinasi
P Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang Pada Anugerah Swalayan Klaten Dita Kartika Sari; Barus Umarella
JAKTABANGUN: Jurnal Akuntansi & Pembangunan Vol. 10 No. 1 (2024): JAKTABANGUN: Jurnal Akuntansi dan Pembangunan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.542 KB) | DOI: 10.56857/jtb.v10i1.43

Abstract

Supermarkets are retail trading companies whose business activity is to buy goods from suppliers to resell to consumers in individual or retail quantities. Internal control of merchandise inventory is something that needs to be done to create effective inventory management so that it can help the company achieve its goals. This research focuses on analyzing the internal control of merchandise inventory at Anugerah Swalayan Klaten. This research was carried out using descriptive qualitative methods, then data was obtained from interviews with the head of the Anugerah Swalayan shop. The research results show that Anugerah Swalayan does not have written documents containing standard operating procedures, does not carry out stock taking and does not have an inventory stock card, which is important for a retail company to do, and also there are no security personel.