Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HOW TO MANAGE CLASSES OF INTERNATIONAL STUDENTS IN SOUTHERN THAILAND: STUDY OF ALAUDDIN UNIVERSITY TRAINEES Nurlathifah Thulfitrah B.; La Ode Ismail Ahmad; Nur Arifin
Jurnal Diskursus Islam Vol 10 No 3 (2022): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v10i3.25058

Abstract

This study describes the effect of microteaching learning to manage classes of international trainees of Tarbiyah and the Teacher Training Faculty. This quantitative type of research was conducted on 13 students with a non-probability sampling technique, namely a saturated sample, where all members of the population were sampled using a questionnaireand documentation checklist as a research instrument, to obtain data that was processed and analyzed by statistical techniques, both descriptive statistics, and inferential statistics. Through data analysis, it was concluded that the results of testing data on the effect of microteaching learning to manage classes of international trainees were indicated by a low category or a weak relationship of 0.275 and significant at 4.179 with a contribution percentage of 7.6. %, while the remaining 92.4% is influenced by other variables. The ability to manage classes of the international trainee can be applied well through microteaching learning according to existing theories, but because the results have a low/not strong effect, it is necessary to improve or look for other factors that can improve the teaching practice abilities of an international trainee.
The Position of the Accountant Profession in the Anathema Hadith for Usury Transaction Actors Ahmad Arief; Abd. Rahman Sakka; La Ode Ismail Ahmad; Rusmin Abdul Rauf
Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society Vol. 1 No. 3 (2022): Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society
Publisher : Sao Literasi Publisher, Yayasan Pendidikan Khaerul Munif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56440/pijilis.v1i3.49

Abstract

This article aims to analyze the position of the Accountant profession and the hadith of anathema for usury transaction actors. Accountants as prefetions will be indispensable in trasaksi, there is even an order there is a profession that records transactions in the Quran. However, it will be a problem when the transaction is a usury transaction. In the hadith, the Messenger of Allah circumcised the author of usury transactions. In this case it is an accountant. This article is a hadith study that uses a maudūī (thematic) approach. The article finds that there are scholarly disagreements with the profession. There are those who absolutely forbid and there are those who allow on condition that they are allowed on the condition that they try to eliminate the awarid al-muktasabah (a barrier that can be attempted to be removed) namely the inability to detect usury by studying all related elements in usury transactions.
ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI SUNNAH-HADIS: SEBUAH TELAAH KRITIS Annisa Lutfiyah; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menelaah konsep sunnah–hadis melalui tiga lensa utama filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Dari sisi ontologis, kajian ini membahas hakikat dan status keberadaan hadis sebagai sumber ajaran Islam yang tidak hanya dipahami sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai realitas sosial yang hidup dan dinamis dalam sejarah umat. Secara epistemologis, penelitian ini mengkaji metode, standar, dan validitas pengetahuan hadis dengan menelusuri kekuatan sistem isnād klasik serta menilai relevansinya melalui pendekatan kontemporer seperti historiografi, analisis jaringan periwayat (isnād network analysis), dan pembacaan maqāṣidīyah. Sementara itu, dari aspek aksiologi, pembahasan diarahkan pada nilai, tujuan, dan fungsi etis-sosial hadis dalam kehidupan modern, dengan penekanan pada perlunya reorientasi pemahaman hadis yang selaras dengan maqāṣid al-syarīʿah. Hasil telaah menunjukkan bahwa hadis merupakan entitas multi-dimensional yang mengandung dimensi teks, praksis, dan konteks historis. Epistemologi tradisional ilmu hadis terbukti memiliki sistem verifikasi yang kokoh, namun memerlukan pelengkap berupa kritik historis dan analisis kontekstual agar tetap relevan dalam studi modern. Secara aksiologis, hadis memiliki potensi transformatif yang besar ketika dimaknai secara dinamis untuk menjawab tantangan etis, sosial, dan intelektual umat Islam kontemporer. Dengan demikian, artikel ini menawarkan sintesis metodologis antara tradisi keilmuan klasik dan pendekatan ilmiah modern dalam upaya memperkuat basis epistemologis serta memperluas horizon aksiologis studi hadis.
ILMU HADIS DALAM PERSPEKTIF ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Salwah Suherman; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah Ilmu Hadis melalui tiga dimensi utama dalam filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, untuk menghadirkan pemahaman yang komprehensif tentang hakikat, sumber pengetahuan, serta nilai fungsional ilmu hadis dalam kehidupan umat Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan eksistensi hadis sebagai objek kajian (ontologis), proses perolehan pengetahuan hadis secara ilmiah (epistemologis), serta peran dan manfaatnya dalam kehidupan sosial umat (aksiologis). Metode yang digunakan ialah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui telaah terhadap literatur klasik dan modern mengenai ilmu hadis serta filsafat ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, hadis memiliki posisi fundamental sebagai sumber ajaran Islam yang autentik dan bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Secara epistemologis, validitas hadis dijaga melalui system periwayatan dan kritik sanad-matan yang ketat dan rasional. Sedangkan secara aksiologis, hadis tidak hanya menjadi sumber hukum, tetapi juga berperan dalam pembinaan moral, dan spiritual umat Islam. Jadi, integrasi antara ketiga dimensi tersebut menjadikan Ilmu Hadis sebagai disiplin ilmu yang tidak hanya menjaga keautentikan wahyu, tetapi juga relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman modern, sekaligus memperkuat posisi ilmu hadis sebagai sistem pengetahuan yang ilmiah, reflektif, dan bernilai praksis. 
METODOLOGI PENYUSUNAN HADIST:Model, Pendekatan dan Implikasinya dalam Studi Islam Nur Astilah Astin; La Ode Ismail Ahmad; Abustani Ilyas
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 2 (2025): Transformasi Pemikiran Islam di Era Digital
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis Nabi Muhammad SAW merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an yang menjadi pedoman utama umat Islam. Untuk menjaga keaslian dan kemudahan pemahaman, para ulama mengembangkan metodologi penyusunan kitab hadis yang sistematis dan ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode deskriptif untuk menguraikan model, cara penyusunan, dan implikasi metodologisnya. Hasil kajian menunjukkan adanya berbagai model penyusunan seperti musnad, musannaf, jami’, sunan, ajza’, mu’jam, mustadrak, mustakhraj, athraf, dan syarah/ta’liq yang disesuaikan dengan tujuan keilmuan masing-masing ulama. Proses penyusunan dilakukan melalui pengumpulan hadis, verifikasi sanad dan matan dengan ilmu jarh wa ta’dil, serta klasifikasi tematik guna menjamin keotentikan dan kredibilitas riwayat. Metodologi ini berimplikasi besar terhadap penguatan ilmu hadis dan pendidikan Islam karena menghasilkan sumber ajaran yang valid, sistematis, dan aplikatif dalam penetapan hukum serta pengamalan nilai-nilai Islam.