Muhammad Ikram Ulman Idris
Teknik Perencanaan Wilayah Kota, Fak. Sains Dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MEASURING PEDESTRIAN CATCHMENT AREA AROUND THE CAMPUS AS DEVELOPMENT CORE IN THE SUBURBS OF INDONESIA. CASE STUDY OF YOGYAKARTA’S SUBURBAN PUBLIC UNIVERSITY Muhammad Ikram Ulman Idris; Takeru Sakai; Prasanna Divigalpitiya
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v9i2.18197

Abstract

Indonesia is facing a rapid population growth in urban areas, thus affecting massive expansion throughout city center. Indonesia’s way of urban development dominated by low density of land use. To pursue the successive case of developed countries that concentrating the development around the transit nodes to countermeasure the urban sprawl, we collected some suburban state universities in Indonesia and observed the possibility for higher education services to stimulate the compact growth around the campus. This research found that walkable area around campus has a different characteristic and revealed that the catchment areas are strongly depends on number of campus size and gates. In conclusion, campus has an important role to provide a walkable area around its location, and will need to be considered in the future studies and decision making steps by Indonesian city authorities.
INFLUENCE OF INTERSECTION ON WALKABILITY INDEX IN CAMPUS AND SURROUNDINGS (CASE STUDY INDONESIA AND JAPAN) Muhammad Ikram Ulman Idris
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i2.23468

Abstract

As one of the nations with biggest number of populations, Indonesia should concern the best practice and way to design their cities, including the urban form. City complexity to provide high amounts of activities could be determined by how the road, streets, and path were designed in terms of the form and directions. Some assessments have been developed to examine the effectiveness of the streets and paths for the pedestrian. University campus, which sometimes recognized as miniature of the city were chosen as the case of this study, and will try to find the correlation between walkability index and number of intersections in Indonesian campus and compared with Japanese Campus as a benchmark. This study will try to revealed if the number of intersections have impact to the walkability value in Indonesia’s and Japan’s universities and its surrounding areas by using several methods such as measuring the walkability value from author’s previous research and combine it with connectivity formula. Walkability and connectivity maps are produced with some graphics to showing the relationship of those main topic. 
EXPERIMENTAL STUDY ON PREDICTIONS OF CYCLING AS AN OPTION FOR URBAN MOBILITY IN INDONESIAN CITIES: A CASE STUDY OF MAKASSAR. Muhammad Ikram Ulman Idris
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v11i2.34873

Abstract

As one of the nations with high number of populations, Indonesia should concern the best practice and way to design their cities’ urban form and mobility lanes. Covid 19 pandemic has changed many aspects of human activities. During the pandemic, the number of bicycles sold increased more than 1.000 percent. The situation could be a momentum for Indonesians which highly known so depends on motorized vehicle as the main option for mobility, even on a short distance trip. This study aims to inspect the changing of behaviour of Indonesians related to cycling during pandemic and its future. By spreading the questionnaire on earlier stage of the pandemic, and a brief comparison of heatmap on cycling activities, this research revealed that Makassar potentially could provide cycling lanes equally on its land, with almost half of the respondents reveals that they probably choosing cycling as their vehicle to accessing office/services. Key Words : Cycling transport, urban form, cycling lanes, main road, mobility.
Strategi Peningkatan Kualitas Fisik di Sekitar Fasilitas Pendidikan pada Kawasan Permukiman Kumuh dalam Perwujudan Lingkungan Sehat di Kelurahan Mariso Kota Makassar Muhammad Ikram Ulman Idris
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11826

Abstract

Menurut UU Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Permukiman: Permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan pedesaan. Upaya yang diambil pemerintah salah satunya dengan cara membuat program kota sehat di kota kota di Indonesia. Kehadiran pemukiman kumuh menyebabkan terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang disebabkan banyaknya kegiatan warga yang tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang tidak memadai, tidak terkecuali di Makassar, tepatnya di Kecamatan Mariso Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab keberadaan permukiman kumuh di lokasi tersebut, dan bagaimana strategi penanganannya mengingat keberadaan fasilitas Pendidikan Sekolah Dasar menghadirkan banyak sekali anak anak. Disimpulkan bahwa penyebab utama keberadaan dari permukiman kumuh tersebut disebabkan oleh faktor domisili warga yang telah lama mendiami Kawasan Mariso dan kemudian mendirikan hunian dengan bahan utama kayu maupun seng sehingga menjadi kumpulan hunian semi permanen. Strategi yang diambil untuk menangani Kawasan pemukiman kumuh ini yakni dengan melakukan peremajaan kondisi fisik, meningkatkan kondisi sanitasi lingkungan dan menata sarana dan prasarana lingkungan termasuk pemeliharaan berkala. Lingkungan kota sehat bisa dimulai dengan melakukan beberapa kegiatan seperti penyuluhan Kesehatan lingkungan, termasuk sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat.
Alat Evaluasi Pengukuran Tingkat Walkability pada Kampus dan Area Sekitar Studi Kasus: 4 Universitas Negeri di Indonesia Ulman Idris, Muhammad Ikram
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v2i4.134

Abstract

Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk melebihi 250 juta jiwa. Namun kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat tingkat ketergantungan penduduk Indonesia terhadap penggunaan kendaraan bermotor pribadi sangat tinggi. Hal ini secara tidak langsung berdampak terhadap kurang aktifnya mobilitas aktif Masyarakat. Kurangnya pergerakan tubuh menyebabkan terjadinya peningkatan kasus obesitas. Penelitian ini mencoba untuk menjawab apa saja yang dibutuhkan warga untuk bisa meningkatkan keinginan berjalan kaki dalam jarak tempuh yang terjangkau untuk berjalan kaki dan mencoba membuat alat evaluasi terhadap kondisi jalan terhadap keinginan berjalan kaki Masyarakat. Metode yang digunakan yakni penyusunan kuisioner lalu kemudian menyusun alat evaluasi berdasarkan referensi dan jawaban kuisioner. Setelah alat evaluasi selesai disusun, dilakukan evaluasi terhadap setiap segmen jalan di lokasi penelitian. Hasil evaluasi kemudian ditampilkan dalam peta untuk menunjukkan secara spasial tingkat walkability dalam kampus dan area sekitar. Hasilnya tingkat walkability dalam kampus cenderung lebih baik jika dibandingkan dengan area sekitarnya.