p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Lingkungan
Isna Apriani Budjang
Department of Engineering, Universitas Tanjungpura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Lumpur PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang Sebagai Bahan Pengganti Tanah Liat Pada Pembuatan Batu Bata Isna Apriani Budjang; Hendri Sutrisno; Margareta Dini
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.22-28

Abstract

Limbah lumpur PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang berasal dari pengolahan air. Limbah lumpur PDAM mengandung aluminium dalam bentuk Al(OH)3 yang berpotensi mencemari badan perairan dan dapat menyebabkan penyakit kulit. Oleh karena itu, dilakukan pemanfaatan limbah lumpur PDAM menjadi batu bata dengan metode pembakaran dan tanpa dibakar.  Tujuan pemanfaatan limbah lumpur untuk mengetahui kualitas fisik – mekanik dan pengaruh limbah lumpur terhadap kualitas batu bata yang dihasilkan. Penjemuran limbah lumpur selama 2 hari dengan pengeringan batu bata selama 28 hari. Pada metode batu bata melalui pembakaran dilakukan pembakaran dengan suhu 1000˚C selama 2 hari. Komposisi bahan yaitu lumpur PDAM, tanah liat, semen dan air dengan 5 variasi berbeda. Komposisi variasi 1 (lumpur PDAM 17%, tanah liat 50%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 2 (lumpur PDAM 25%, tanah liat 42%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 3 (lumpur PDAM 33%, tanah liat 33%, semen 17%, dan air 16%), komposisi variasi 4 (lumpur PDAM 42%, tanah liat 25%, semen 17%, dan air 16%) dan komposisi variasi 5 (lumpur PDAM 50%, tanah liat 17%, semen 17%, dan air 16%). Kualitas batu bata yang paling banyak memenuhi syarat SNI 15-2094-2000 yaitu batu bata melalui pembakaran pada variasi 1 dan 2 dengan tampak datar, siku dan tidak retak; warna jingga; penyerapan air 14,8% dan 15,6%. Pada densitas dan kuat tekan, batu bata tidak memenuhi syarat. Semakin banyak limbah lumpur maka akan mempengaruhi hasil batu bata semakin buruk. Hasil batu bata yang buruk ketika komposisi limbah lumpur >25%.
Evaluasi Kinerja dan Keterbatasan Scippus grossus pada Adsorpsi-Fitoremediasi Limbah Cair Industri Batik Isna Apriani Budjang; Margaretha Palma Audry Lith; Arifin Arifin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 4 (2026): July 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.4.1034-1041

Abstract

Industri batik menghasilkan limbah cair dengan kandungan pencemar tinggi seperti kromium heksavalen (Cr⁶⁺), Chemical Oxygen Demand (COD), dan warna, yang melebihi baku mutu limbah cair industri tekstil (Permen LHK No. P.16/2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi kombinasi metode adsorpsi menggunakan karbon aktif dan zeolit dengan fitoremediasi menggunakan tanaman Scirpus grossus (Mensiang) dalam menurunkan kadar pencemar pada limbah cair batik. Proses adsorpsi dilakukan dengan sistem batch, kemudian dilanjutkan fitoremediasi selama 16 hari. Parameter yang diuji meliputi COD, Cr⁶⁺, dan warna. Waktu pengamatan dengan hasil terbaik penurunan parameter limbah cair batik dengan fitoremediasi menggunakan Scirpus grossus diperoleh pada hari ke-12. Konsentrasi Cr⁶⁺ berhasil diturunkan dari 2,3 mg/L menjadi <0,001 mg/L dengan efisiensi >99,9%. Nilai COD turun dari 11.971 mg/L menjadi 367,3 mg/L dengan efisiensi 97%, dan warna menurun dari 3.416 Pt-Co menjadi 180 Pt-Co dengan efisiensi 95%. Meskipun Cr⁶⁺ telah memenuhi baku mutu (≤1,0 mg/L), parameter COD dan warna masih melebihi standar (150 mg/L dan 200 Pt-Co). Dengan demikian, kombinasi metode adsorpsi–fitoremediasi mampu menurunkan konsentrasi Cr⁶⁺, COD, dan warna pada limbah cair batik, dengan kontribusi penyisihan terbesar terhadap COD dan warna terjadi pada tahap adsorpsi, sedangkan pengolahan lanjutan tetap diperlukan untuk mencapai baku mutu. Metode ini berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair batik, khususnya sebagai tahap pra-pengolahan atau pengolahan antara.