p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal At Taujih JKaKa
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Sholat Tahajud Terhadap ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Santri: Quantitative Method Nur Hafifah; Muchammad Saiful Machfud
JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.724 KB) | DOI: 10.30739/jkaka.v1i1.809

Abstract

Sholat tahajud merupakan sholat sunah yang paling utama kedudukannya setelah sholat fardhu, pada prosesnya seluruh santri asrama Al Hikmah sejak awal mereka masuk di asrama langsung di ajarkan untuk melaksanakan sholat tahajud. ESQ memiliki peran yang sangat penting bagi seseorang dalam proses mereka berinteraksi antara sesama manusia dan manusia dengan Alloh. Asrama Al Hikmah yang dihuni banyak santri dengan bercama-macam karakter dan wataknya harus memiliki ESQ yang tinggi agar dalam kesehariannya mereka menjaga hubungan antara sesama manusia dan Alloh. Dalam penelitian ini diarahkan pada pengaruh salat tahajud terhadap ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Santri Putra Asrama Al-Hikmah Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik statistik regresi sederhana. Populai penelitian ini adalah seluruh santri asrama Al Hikmah yang masih aktif di asrama yang berjumlah 300 santri, dengan sample 75 santri yang di ambil secara acak. peneliti menemukan bahwa Terdapat pengaruh yang singnifikan antara sholat tahajud terhadap ESQ (Emosional Spiritual Quotient) santri. Diperoleh nilai N = 75 dan diuji signifikan menggunakan uji regresi sederhana menghasilakan. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa menerima Ha dan menolak Ho, artinya bahwa Terdapat pengaruh yang singnifikan antara sholat tahajud terhadap ESQ (Emosional Spiritual Quotient) santri.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENGUATAN KOMPETENSI GURU BIMBINGAN KONSELING DI PP. DARUSSALAM BLOKAGUNG M Rizqon Al Musafiri; Nur Hafifah; Chumeysa Yuslihati Intiha; Nur fitria Fatmawati
Jurnal At-Taujih Vol. 3 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jbkid.v3i1.2299

Abstract

Problems related to the needs of counselling guidance teachers in the education unit of PP Darussalam. The purpose of this study is to identify aspects of competence that need to be emphasised in strengthening the competence of counselling guidance teachers at PP Darussalam Blokagung Banyuwangi. This type of research uses quantitative and qualitative approaches (Mix Methode). . Data were obtained from questionnaires and interviews distributed to counselling teachers at units in PP Darussalam Blokagung ranging from SD, SMP, MTs, SMA, SMK, MA. The needs analysis of counselling teachers has 7 main points of problems (1) Teachers are still adapting to counselling materials; (2) the division of tasks between class teachers, students and counselling teachers is not appropriate; (3) counselling teachers do not come from a counselling background; (4) counselling teachers are given other subjects besides counselling; (5) counselling teachers do not have counselling certification; (6) the ratio of counselling teachers is not appropriate; (7) differences in handling between pesantren and schools. Permasalahan yang terkait dengan kebutuhan guru Bimbingan Konseling di unit pendidikan PP Darussalam. Tujuan penelitian ini yaitu Mengenali aspek kompetensi yang perlu mendapatkan penekanan dalam penguat kompetensi guru bimbingan konseling di PP Darussalam Blokagung Banyuwangi. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (Mix Methode). . Data diperoleh dari kuesioner dan wawancara yang dibagikan kepada guru BK pada unit di PP Darussalam Blokagung mulai dari SD, SMP, MTs, SMA, SMK, MA. Analisis kebutuhan guru BK memiliki 7 poin utama masalah (1) Guru masih beradaptasi dengan materi bimbingan konseling; (2) pembagian tugas antara guru kelas, kesiswaa dan guru BK yang belum sesuai; (3) guru BK bukan berasal dari latar belakang BK; (4) Guru BK diberikan mapel lain selain BK; (5) Guru BK belum memiliki sertifikasi konseling; (6)Jumlah Rasio guru BK yang belum sesuai; (7) Perbedaan penanganan antara pesantren dan sekolah.