Nelmi Hayati
STAIN Mandailing Natal

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Moderasi Beragama Dalam Konteks Ayat Al-Qur’an Nelmi Hayati
Al-Kauniyah Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.093 KB) | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i2.1067

Abstract

This study aims to find verses of the Koran that allude to the study of religious moderation. Religious Moderation is a program launched by the Government by taking into account four indicators which include national commitment, tolerance, non-violence and accommodating local culture. This study was carried out using analytic methods with library research through reading techniques, studying and finding reference relationships with problem solving in research. Finally, this study concludes that religious moderation must be understood by every society as a balanced religious attitude through mutual respect for worship among adherents of other religions. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan ayat al-Qur’an yang menyinggung kajian moderasi beragama. Moderasi Beragama adalah program yang dicanangkan Pemerintah dengan memperhatikan empat indikator yang meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan dan akomodatif budaya local. Kajian ini ditempuh dengan metode analitik dengan penelitian kepustakaan melalui teknik membaca, mengkaji dan menemukan hubungan referensi terhadap pemecahan masalah pada penelitian. Akhirnya, kajian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama harus dipahami oleh setiap masyarakat sebagai sikap beragama yang seimbang melalui sikap saling menghormati ibadah antar pemeluk agama lain.
ANALISIS PSIKOLOGI PENDIDIKAN TERHADAP HADIS PERINTAH SALAT KEPADA ANAK Nelmi Hayati
Al-Mu'tabar Vol. 2 No. 2 (2022): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.81 KB)

Abstract

ABSTRACT This study aims to investigate the relevance of the hadith of ordering prayers to children starting at seven years old and educational psychology by exploring the limitations of spanking in children's education. This study was carried out using analytic methods with library research through reading, reviewing and finding reference relationships with problem solving in research. Finally, this study concludes that the meaning of the hadith indicates that beating needs to be done at the last stage when implementing value education to actualize the command to establish prayers in children without hurting them so that the child's psychology is maintained to avoid the cultivation of hurt feelings or resentment due to the beatings applied. Understanding the hadith is not necessarily done textually but must consider the context of the child's psychological reality. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki relevansi antara hadis perintah salat kepada anak yang dimulai dari tujuh tahun dengan psikologi pendidikan dengan menelusuri batasan tindakan pemberian hukuman memukul dalam pendidikan anak. Kajian ini ditempuh dengan metode analitik dengan penelitian kepustakaan melalui teknik membaca, mengkaji dan menemukan hubungan referensi terhadap pemecahan masalah pada penelitian. Akhirnya, kajian ini menyimpulkan bahwa makna hadis mengindikasikan pemukulan perlu dilakukan di tahapan terakhir saat menerapkan pendidikan nilai aktualisasi perintah mendirikan salat pada anak tanpa menyakiti agar psikologi anak tetap terjaga untuk menghindari pemupukan rasa sakit hati maupun dendam akibat pukulan yang diterapkan. Pemahaman hadis tidak serta merta dilakukan secara tekstual namun harus mempertimbangkan konteks pada realita psikologi anak.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KAJIAN HADIS Nelmi Hayati; Fuji Pratami
Al-Mu'tabar Vol. 3 No. 1 (2023): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.765 KB) | DOI: 10.56874/jurnal ilmu hadis.v3i1.1102

Abstract

Moral degradation in children, especially students, has begun to appear in the recent era. This requires us to re-examine the concept of character education which intersects with the psychology of Islamic education which incidentally will be based on the Qur'an and Hadith. However, this study is more focused on exposing hadiths that support the concept of character education rather than exposing normative verses from the Koran. This research is in the nature of a literature review with the aim of describing the hadiths that support the theory of human beings and character education. The result is of course found a number of hadiths that provide the concept of character education that is in line with the views of Islamic educational psychology. The formation of character begins when humans are born and develops according to the stages of life. Degradasi moral pada anak khususnya peserta didik mulai tampak terjadi pada era belakangan ini. Hal demikian menuntut kita untuk kembali menelaah konsep pendidikan karakter yang bersinggungan dengan psikologi pendidikan Islam yang notabene akan berlandaskan al-Qur’an dan Hadis. Akan tetapi, kajian ini lebih terfokus pada pemaparan hadis-hadis yang mendukung konsepn pendidikan karakter daripada pemaparan ayat normatif dari al-Qur’an. Penelitian ini bersifat kajian pustaka dengan tujuan mendeskripsikan hadis-hadis pendukung teori perihal manusia dan pendidikan karakter. Hasilnya tentu ditemukan sejumlah hadis yang memberikan konsep pendidikan karakter yang selaras dengan pandangan psikologi pendidikan Islam. Pembentukan karakter dimulai sejak manusia dilahirkan dan berkembang sesuai tahapan usia menjalani kehidupan.