Etty Kurniasih
STIKes Mitra Keluarga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Telaah Pengetahuan Keluarga Akan Kondisi Demensia Pada Lansia Etty Kurniasih; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia (JIKDI)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.911 KB) | DOI: 10.56667/jikdi.v2i1.587

Abstract

Latar Belakang. Indonesia adalah negara yang termasuk era penduduk berstruktur lansia karena jumlah penduduk yang berusia 60 tahun keatas sekitar 7,18%.  Meningkatnya populasi lanjut usia ini menimbulkan berbagai perubahan yang berdampak pada masalah kesehatan, salah satunya adalah fungsi kognitif yaitu demensia  Demensia pada lansia merupakan suatu kondisi gangguan kemampuan kognitif secara umum dan progresif yang berkaitan dengan kesehatan fisik lansia. Penurunan kognitif lansia dapat menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga dan dapat menimbulkan beban fisik, psikologis, ekonomi dan sosial bagi keluarga. Tujuan: Penelitian adalah untuk  mengetahui tentang pengetahuan keluarga tentang kondisi lansia dengan demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode telaah artikel dengan menggunakan sumber database literature dari Google Scholar. Peneliti mengambil literature yang terbit pada 5 tahun terakhir yaitu tahun 2016-2021. Hasil: Analisa  yang didapatkan dari 10 jurnal menunjukkan bahwa ada 5 tema yaitu 1) Pengetahuan tentang demensia, 2) Kondisi Lansia Demensia dan kesiapan keluarga, 3) Factor-faktor pendukung yang mempengaruhi pengetahuan keluarga terhadap demensia, 4) Managemen koping caregiver, 5) Factor factor penghambat yang mempengaruhi  Kesimpulan: Dari telaah jurnal yang didapatkan maka dapat disimpulkan  bahwa dimensia pada lansia membutuhkan peran penting keluarga, sehingga  hubungan pengetahuan keluarga tentang demensia sangatlah penting, untuk mengadopsi pendekatan yang berpusat pada keluarga dan memberikan pelatihan dan bimbingan. Membuat rencana pribadi yang lebih komprehensif dengan pengasuh keluarga dan menawarkan kepada mereka bimbingan agar  dapat membantu mereka mengatasi ketidakpastian mereka dan menghilangkan hambatan untuk lebih terlibat dengan program perawatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup kerabat mereka.