Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS VITAMIN C EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DAN FORMULASINYA DALAM SEDIAAN SABUN MANDI TRANSPARAN Beta Ria Erika Marita Dellima; Eni Kartika Sari
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 2 No. 2 (2022): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.295 KB) | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v2i2.47

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu kandungan fitokimia daun kelor. Vitamin C mempunyai manfaat sebagai antioksidan dan dapat mencerahkan kulit. Manfaat vitamin C bagi kulit menjadikan alasan penggunaan vitamin C dalam formulasi produk perawatan kulit. Salah satu produk perawatan kulit yang sering digunakan adalah sabun mandi. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kuantitatif vitamin C dalam ekstrak etanol daun kelor serta aplikasinya dalam formulasi sabun padat transparan. Analisis kuantitatif vitamin C dalam ekstrak etanol daun kelor menggunakan metode iodimetri. Berbagai konsentrasi ekstrak etanol vitamin C kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan sabun mandi transparan. Sabun mandi transparan kemudian diuji organoleptis, pH dan tinggi busa. Kadar vitamin C dalam ekstrak etanol daun kelor adalah 0,162 + 0,0402 % b/b. Hasil pengujian sifat fisik sediaan menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan. Kata kunci: ekstrak, daun kelor, vitamin C, sabun Vitamin C is one of the phytochemical constituents of Moringa leaves. Vitamin C has benefits as an antioxidant and can brighten the skin. The benefits of vitamin C for the skin are the reasons for using vitamin C in the formulation of skin care products. One of the most frequently used skin care products is body wash. This study aims to quantitatively analyze vitamin C in the ethanol extract of Moringa leaves and its application in transparent solid soap formulations. Quantitative analysis of vitamin C in the ethanol extract of Moringa leaves using the iodimetric method. Various concentrations of the ethanol extract of vitamin C were then formulated into transparent bath soap dosage forms. The transparent bath soap was then tested for organoleptic, pH and foam height. The level of vitamin C in the ethanol extract of Moringa leaves was 0.162 + 0.0402% w/w. The results of testing the physical properties of the preparations showed that all formulas met the requirements. Keywords: extract, moringa leaves, vitamin C, soap
PENETAPAN KADAR KLOROFIL DAUN KELOR DAN APLIKASINYA DALAM FORMULASI SEDIAAN GEL Beta Ria Erika Marita Dellima; Mega Karina Putri; Anggita Manda Liung
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i1.60

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan permasalahan kesehatan pada kulit. Pengaruh buruk radikal bebas dapat dicegah dengan senyawa antioksidan. Salah satu senyawa antioksidan adalah klorofil yang terdapat pada daun kelor. Pemanfaatan klorofil untuk antioksidan pada kulit dapat dilakukan dengan memformulasikannya menjadi bentuk sediaan farmasetis seperti gel. Salah satu faktor yang mempengaruhi sifat fisik sediaan gel adalah bahan pembentuk gel atau gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampel yang memiliki kadar klorofil tertinggi untuk diaplikasikan pada sediaan gel. Pengujian kadar klorofil dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV Vis. Formulasi sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi gelling agent HPMC. Sediaan gel yang terbentuk kemudian diuji parameter fisik sediaan gel untuk mengetahui konsentrasi gelling agent yang memberikan sifat fisik sediaan gel yang baik. Hasil yang diperoleh menunjukkan kadar klorofil tertinggi diperoleh pada sampel ekstrak etanol daun kelor yaitu sebesar 8,087 mg/g. Konsentrasi HPMC 2 % dan 3 % memenuhi persyaratan fisik sediaan gel yang meliputi pH, daya sebar dan daya lekat. Konsentrasi HPMC 4 % tidak memenuhi persyaratan sifat fisik sediaan gel pada parameter daya lekat. Free radicals can cause health problems into the skin. The bad effects of free radicals can be prevented with antioxidant compounds. One of the antioxidant compounds is chlorophyll which is found in moringa leaves. Utilization of chlorophyll for antioxidants in the skin can be done by formulating it into a pharmaceutical dosage form such as a gel. One of the factors that affect the physical properties of gel preparations is the gelling agent. This study aims to determine which samples have the highest chlorophyll content to be applied to gel preparations. Testing for chlorophyll content was carried out using the UV Vis spectrophotometry method. The formulation of gel preparations used various concentrations of HPMC gelling agent. The gel preparation that was formed was then tested for the physical parameters of the gel preparation to determine the concentration of the gelling agent which gave the gel preparation good physical properties. The results obtained showed that the highest chlorophyll content was obtained in the ethanol extract sample of moringa leaves, which was 8.087 mg/g. HPMC concentrations of 2% and 3% fulfilled the physical requirements of gel preparations which included pH, spreadability and adhesion. The HPMC concentration of 4% did not meet the requirements for the physical properties of gel preparations in terms of adhesion.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP BAKTERI Sthapylococcus epidermidis Maria Herlina Klau; Beta Ria Erika Marita Dellima; Eni Kartika Sari
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurmal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi mikroba merupakan salah satu penyebab masalah kesehatan pada anak dan orang dewasa. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi yaitu Sthapylococcus epidermidis. Staphylococcus epidermidis adalah salah satu jenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi kulit contohnya jerawat. Daun mangga bacang merupakan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa aktif yang dapat digunakan untuk pengobatan salah satunya sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang terhadap Sthapylococcus epidermidis. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan metode difusi sumuran. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak daun mangga bacang dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%, tahapan penelitian meliputi uji fitokimia serta uji aktivitas antibakteri. Data hasil dari penelitian ini kemudian dianalisis statistik dengan uji one way ANOVA. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap bakteri Sthapylococcus epidermidis dengan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80% terhadap kontrol pelarut DMSO 10%. Ekstrak etanol daun mangga bacang konsentrasi 20% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 15,67 mm (kategori kuat), konsentrasi 40% mampu menghambat 18,20 mm (kategori kuat), konsentrasi 60% menghambat pertumbuhan sebesar 21,83 (kategori sangat kuat) dan konsentrasi 80% menghambat sebesar 26,00 (kategori sangat kuat) dan kontrol negatif tidak menghambat pertumbuhan bakteri. berdasarkan hasil uji one way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi yaitu (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan pada penggunaan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun mangga bacang dalam mengahambat pertumbuhan bakteri Sthapylococcus epidermidis.