Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Motivasi Siswa dalam Pembelajaran PAI di SMPN 1 Simpang Alahan Mati Masitah, Ilfah; Rahmi, Siska Yulia
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the results of observations at SMPN 1 Simpang Alahan Mati where information was obtained that, when the teacher gave questions to students out of 27 only 5 students raised their hands, students were also found to be less concentrated in learning, and students who approached their friends next to them. This type of research uses a quantitative approach with a Quasi Experiment research method. The population in this study were all students of class VII at SMPN 1 Simpang Alahan Mati, the sampling technique used cluster random sampling. The data collection technique was through Tests and Questionnaires (Questionnaire). The test is carried out by giving a series of questions or other tasks to the subjects whose data is needed. The questionnaire or questionnaire is carried out by giving a collection of written questions to respondents to answer. The data analysis technique in this study was carried out by statistical tests (discriminatory power or T test). Before testing the hypothesis, a prerequisite test was carried out first, namely the normality and reliability tests. From the research at SMPN 1 Simpang Alahan Mati, it was concluded that the influence of the Numbered Head Together (NHT) learning model on learning outcomes in highly motivated students, namely in the t-test with a significant level of 2 tailed has a value of less than 0.05, namely 0.039 indicating Ho is rejected and Ha is accepted. While the influence of the Numbered Head Together (NHT) learning model on learning outcomes in moderately motivated students, namely in the t-test with a significant level of 2 tailed has a value of less than 0.05, namely 0.002 indicating Ho is rejected and Ha is accepted. Then the influence of the Numbered Head Together (NHT) learning model on learning outcomes in highly motivated students, namely in the t-test with a significant level of 2 tailed has a value of less than 0.05, namely 0.022 indicating Ho is rejected and Ha is accepted
Pengembangan Media Pembelajaran Diorama pada Mata Pelajaran SKI di MTsN 6 Agam Saima Sormin; Siska Yulia Rahmi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 3 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i3.5593

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang berdampak pada rendahnya minat, motivasi, serta pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran diorama pada materi proses hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah serta mengetahui tingkat validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah 30 peserta didik kelas VII 3 di MTsN 6 Agam. Instrumen penelitian berupa angket validasi ahli, angket praktikalitas, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media diorama yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor ahli media sebesar 87%, ahli materi 95%, dan ahli bahasa 98,5%. Tingkat praktikalitas oleh guru sebesar 96% dengan kategori sangat praktis, sedangkan efektivitas berdasarkan respon siswa sebesar 92% dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian, media pembelajaran diorama dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran SKI.
Analisis Kesiapan Guru Peserta Diklat dalam Pemanfaatan Teknologi pada Pembelajaran Mendalam Siska Yulia Rahmi; Mesra Wati Ritonga
Instructional Development Journal Vol. 8 No. 3 (2025): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya kajian empiris yang secara spesifik menilai kesiapan guru peserta diklat dalam memanfaatkan teknologi pada pembelajaran mendalam. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kesiapan guru dalam pemanfaatan teknologi pada pembelajaran mendalam serta hubungan antar indikator kesiapan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket yang terdiri dari 40 butir pernyataan. Data dikumpulkan melalui survei daring kepada 33 orang guru SMK peserta diklat pembelajaran mendalam. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi pearson untuk melihat hubungan antar indikator. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapan guru SMK peserta diklat secara umum berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 4,109. Indikator sikap terhadap inovasi digital dan pemahaman konsep teknologi memperoleh skor tertinggi (4,39 dan 4,29), menandakan bahwa guru memiliki pandangan positif dan pemahaman yang kuat terhadap pentingnya teknologi dalam mendukung pembelajaran mendalam. Sebaliknya, indikator pengalaman dan pengembangan profesional menunjukkan skor terendah (rata-rata 3,75), yang mengindikasikan perlunya peningkatan pengalaman praktik digital melalui pelatihan lanjutan. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antar seluruh indikator kesiapan, dengan korelasi tertinggi antara pemahaman konsep teknologi dan sikap terhadap inovasi digital (r = 0,931). Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan guru bersifat multidimensional dan integratif, di mana peningkatan pemahaman konseptual dan sikap inovatif akan berdampak langsung pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran digital berbasis pembelajaran mendalam. Implikasi dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan diklat guru SMK dan kebijakan Pendidikan vokasi perlu diarahkan pada penguatan pengalaman praktik digital, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan ekosistem sekolah untuk memastikan integrasi teknologi yang bermakna dalam pembelajaran mendalam.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Articulate Storyline 3 pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 10 Pasaman Zeni Nur Impiyani; Siska Yulia Rahmi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13880

Abstract

This study was motivated by the low use of interactive learning media in Islamic Religious Education (PAI) learning at SDN 10 Pasaman, where the learning process is still conventional and lacks active student involvement. This condition results in low student interest and engagement in understanding the learning material. Therefore, this study aims to develop an Articulate Storyline 3-based learning media that is attractive, interactive, and feasible to improve students’ interest and understanding of Islamic Religious Education materials, particularly the topic of faith in the messengers of Allah. This research is a Research and Development (R&D) study using the Four-D (4D) development model, which includes the stages of define, design, develop, and disseminate. However, this study is limited to the develop stage. The define stage involved analyzing needs, curriculum, student characteristics, and learning materials. The design stage included media planning, material preparation, storyboard development, and research instrument preparation. The develop stage was conducted through validation by material experts, media experts, and language experts, followed by product revision based on validator suggestions and field trials to determine the practicality level of the media. The results indicate that the Articulate Storyline 3-based learning media is categorized as very valid based on expert validation. The material expert validation obtained an average score of 4.88 (very valid), media expert validation 4.96 (very valid), and language expert validation 4.96 (very valid). Field trial results showed that the practicality level based on student responses was 89.4% (very practical), while teacher responses reached 84.44% (very practical). These findings indicate that the developed media is feasible, practical, and easy to use in learning. Therefore, this learning media is recommended as an alternative interactive medium for Islamic Religious Education in elementary schools and can be further developed for other materials or educational levels.