Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Characteristics of Kampung Sekayu Conservation Area, Semarang City Agnies Ayu Kusumaningdyah; Adhista Putri Presilia; Anindya Putri Tamara; Erliza Syahrani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 1: Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.454 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i1.16292

Abstract

Kampung Sekayu is an original village in Semarang City which has a cultural heritage building in its area, so its existence needs to be maintained. Its strategic location in the center of the city makes this village develop into a trade and service area, thus affecting the area’s physical characteristics. Character identification is needed to know the current condition of the area. The method used in this research is descriptive qualitative and explanatory techniques. This study shows that the physical condition of the building has partially changed due to the development of the area from a residential area to a trade and service area. However, some buildings can still maintain their distinctive character as the original buildings that were built during the colonial era. The Great Mosque as a landmark of this area is a characteristic that cannot be separated from the existence of this village. Judging from the social characteristics of the community, cultural mixing occurs because the composition of residents is now dominated by immigrants
Kajian Pelaksanaan Konsep Kampung Tematik di Kampung Hidroponik Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang Anindya Putri Tamara; Mardwi Rahdriawan
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.413 KB) | DOI: 10.14710/jwl.6.1.40-57

Abstract

Poverty and poor settlement problems seem inseparable from the urban living space including in Semarang City. One of the Semarang City Government policy innovations to tackle the poverty problems along with urban settlement improvement has been introduced in “GERBANG HEBAT” Program through the formation of kampung tematik (thematic kampong). In line with city development acceleration, thematic kampong needs a comprehensive planning for ensuring its sustainability. Representing a thematic kampong, Hydroponics Kampung in Tanjung Mas Subdistrict is dealing with high poverty level issue. The chosen hydroponics theme has in fact brought forward development complexity in nature against the existing coastal area characteristics. This study aims to examine the implementation of thematic kampong concept as well as the affecting factors towards its ineffectiveness. The research method applies qualitative descriptive data analysis. The results indicate the implementation process of kampong thematic concept in Hydroponics Kampung failed to encourage community empowerment. Hydroponic cultivation to which community welfare improvement sought for has no longer attractive and sustainable. The failure is caused by several factors such as poor kampong improvement planning, poor technical implementation process, the chosen thematic mismatch to the kampong potentials, and the lack of community knowledge and awareness.
ANALYSIS OF CHANGES IN LAND SURFACE TEMPERATURE IN THE OIL AND GAS MINING INDUSTRY SECTOR IN BOJONEGORO REGENCY Mrabawani insan rendra; Anindya Putri Tamara
Jurnal Sains Informasi Geografi Vol 3, No 2 (2020): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v3i2.661

Abstract

This study aims at determining changes in the surface temperature of the mining and oil and gas mining industry. The method that used was the analysis using the 1997 Land 5 Tm Image and the 2018 Oil Landsat 8 Image and seeing the growth in the GRDP of Bojonegoro Regency. The results of this study show: The surface temperature in Bojonegoro Regency in 1997 an average of 20-30 ° C and 30-35 ° C was in the eastern part of Bojonegoro Regency, namely part of Kanor District, part of Baoureno District, part of Kepohbaru District, part of Sumberejo District, part of Kepohbaru District and part of Sokosewu District. However, there was an increase in soil surface temperature in 2018 in Bojonegoro Regency. At a temperature of 20-30 ° C on the outskirts of Bojonegoro Regency, the average surface temperature of 30-35 ° C is found in almost all of Bojonegoro Regency, and a surface temperature of> 35 ° C is the highest in the Oil and Gas Mining and Mining Industrial Zone located in Gayam District, Bojonegoro Regency
PENENTUAN LOKASI ALTERNATIF TPA REGIONAL MENGGUNAKAN MODEL SMCE DI KABUPATEN SUKOHARJO Muhammad Rizal Fernandita Pamungkas; Anindya Putri Tamara
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 3 No. 2 (2022): VOLUME 3 NOMOR 2 OKTOBER 2022
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v3i2.6025

Abstract

Urbanisasi yang cepat berkontribusi pada peningkatan timbulan sampah. Timbulan sampah perkotaan merupakan permasalahan kritis dalam hal kesehatan masyarakat.  Sebagian besar pengelolaan sampah di Indonesia masih menggunakan metode open dumping maupun sanitary landfill.  Perkembangan wilayah perkotaan surakarta berdampak pada peningkatan volume sampah. Kabupaten Sukoharjo memiliki tempat pembuangan akhir Mojorejo  namun diperkirakan tidak akan mampu menampung volume sampah pada masa yang akan datang. Konsep tempat pembuangan akhir regional dapat menjadi solusi pengelolaan sampah terpadu perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi alternatif tempat pembuangan akhir regional di perkotaan surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode spatial multi criteria evaluation berbasis sistem informasi geografis untuk menentukan lokasi ideal pengembangan tempat pembuangan akhir regional. Metode spatial multi criteria evalution telah banyak digunakan untuk membantu menentukan lokasi ideal. Hasil penelitian ini menunjukkan 19,27% dari total luas wilayah Kabupaten Sukoharjo sangat sesuai untuk pengembangan lokasi tempat pembuangan akhir regional. Penelitian ini menunjukkan penggunaan spatial multi criteria evaluation dapat membantu para pemangku kepentingan untuk menentukan lokasi ideal tempat pembuangan akhir berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
ANALISIS TRANSFORMASI SPASIAL DI WILAYAH URBAN FRINGE KOTA SURAKARTA Muhammad Rizal Fernandita Pamungkas; Anindya Putri Tamara
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 4 No. 1 (2023): VOLUME 4 NOMOR 1 MARET 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i1.6729

Abstract

Perubahan guna lahan merupakan fenomena yang terjadi akibat dari perkembangan kota yang sangat cepat. Wilayah yang mengalami perubahan guna lahan akibat dari perkembangan kota yakni wilayah pinggiran kota (urban fringe). Kota Surakarta sebagai salah satu pusat aktivitas utama di Provinsi Jawa Tengah mengalami perkembangan kota yang signifikan. Terjadinya perubahan guna lahan di wilayah urban fringe Kota Surakarta memberikan dampak secara struktur keruangan perkotaan Surakarta yakni meningkatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi spasial di wilayah urban fringe Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh berdasarkan citra satelit landsat 8 OLI dengan dzetzaka tools dan klasifikasi random forest. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dalam jangka waktu 5 tahun (2013-2018) terjadi peningkatan luasan sebesar 3.284 ha lahan terbangun dan hilangnya lahan pertanian seluas 4.004 ha. Proyeksi terhadap data luasan lahan terbangun pada tahun 2013-2018 dapat menunjukkan bahwa pada tahun 2023 diprediksi akan terjadi peningkatan lahan terbangun sebesar 720 ha. Faktor aksesibilitas mempengaruhi transformasi spasial di wilayah urban fringe Kota Surakarta. Perubahan guna lahan paling signifikan terjadi di wilayah sekitar jaringan jalan utama.
PENGGUNAAN NETWORK ANALYSIS UNTUK PENENTUAN AKSESIBILITAS LOKASI SEKOLAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA Studi Kasus: Kabupaten Malinau Muhammad Rizal Fernandita Pamungkas; Anindya Putri Tamara; Moh Erkamim; Shabrina Hapsari
Geomatika Vol. 29 No. 1 (2023): JIG Vol 29 No 1 Tahun 2023
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malinau merupakan wilayah perbatasan negara yang memerlukan perbaikan kualitas pendidikan karena angka partisipasi sekolah mengalami penurunan pada jenjang sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas lokasi sekolah di Kabupaten Malinau dengan memanfaatkan network analysis. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder seperti data persebaran sekolah, persebaran permukiman, jumlah penduduk dan jaringan transportasi. Metode penelitian menggunakan sistem informasi geografis berbasis kriteria untuk menentukan tingkat aksesibilitas sekolah di Kabupaten Malinau. Tingkat aksesibilitas diukur berdasarkan jarak sekolah dengan pusat permukiman terdekat melalui jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukkan 39,08% dari total jumlah sekolah di Kabupaten Malinau tergolong akses sulit dan akses sangat sulit. Sebagian besar persebaran sekolah tersebut terletak di wilayah perbatasan negara dengan kondisi akses jalan yang terbatas maupun akibat limitasi alam. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya rasio guru murid di Kabupaten Malinau. Penggunaan network analysis dapat membantu untuk mengurangi kesenjangan pembangunan di Kabupaten Malinau serta dalam perencanaan pembanguann fasilitas pendidikan dan jaringan transportasi.
Pelatihan Mobilitas Berkelanjutan Dalam Upaya Peningkatan Climate Resilience Bagi Siswa SMAN 15 Semarang Agnesia Putri Kurnianingtyas; Imam Rofi'i; Anindya Putri Tamara
TEMATIK Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tematik.v6i2.14969

Abstract

Perubahan iklim kini semakin dirasakan dalam kehidupan sehari-hari melalui banjir, cuaca ekstrem dan meningkatnya suku udara. Perubahan iklim Sebagian besar dipicu oleh emisi dari aktivitas manusia, termasuk pola mobilitas harian. Meskipun dampak yang terjadi tidak sepenuhnya dapat dihindari, setiap individu masih memiliki peran dalam mengurangi risiko perubahan iklim melalui pilihan gaya hidup yang lebih berkelanjutan, terutama dalam aktivitas transportasi. Pelajar, posisi strategis sebagai agen perubahan dalam upaya mewujudkan kota yang tangguh terhadap iklim, karena berada pada fase pembentukan nilai dan perilaku. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada pelajar SMAN 15 Kota Semarang dimana pengabdian ini sesuai dengan Visi SMAN 15 Kota Semarang sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan. Melalui pendekatan pembelajaran partisipatif melalui serious game, pelajar diajak untuk memahami keterkaitan antara aktivitas mobilitas sehari-hari dan perubahan iklim secara interaktif, sekaligus dilatih merancang Solusi mobilitas berkelanjutan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan permukiman mereka. Hasilnya, terdapat peningkatan pemahaman siswa terhadap mobilitas berkelanjutan dan siswa mampi menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk mewujudkan mobilitas berkelanjutan di kehidupan sehari-hari.Kata kunci: perubahan iklim, mobilitas berkelanjutan, climate resilience, serious game, edukasi iklim 
REVIEW PENETAPAN KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN JEPARA Anindya Putri Tamara; Imam Rofi’I; Agus Sarwo Edy Sudrajat
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 4 No. 2 (2023): VOLUME 4 NOMOR 2 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v4i2.7359

Abstract

Pengembangan Kawasan Industri bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti: masih lemahnya daya saing industri nasional, belum kuat dan belum dalamnya struktural industri nasional masih terkonsentrasinya kegiatan industri di beberapa titik Pulau Jawa dan belum optimalnya regulasi pemerintah dalam mendukung kemajuan sektor industri. Penetapan Kawasan Industri di Kabupaten Jepara sangat diperlukan untuk dapat mengelompokkan kegiatan industri pada satu lokasi pengelolaan. Kawasan Industri terpadu dapat memberikan kemudahan dalam aspek penyediaan fasilitas pendukung industri baik untuk pengolahan dan juga pengendalian kegiatan industri termasuk pengelolaan limbah di dalamnya. Pertumbuhan industri secara individual memberikan pengaruh besar terhadap kelestarian lingkungan karena tidak mudah untuk melakukan pengendalian pencemaran yang dilakukan oleh industri-industri yang tumbuh secara individu. Penetapan Kawasan Industri di Kabupaten Jepara diharapkan dapat mendukung terbentuknya tata ruang yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas lingkungan daerah secara menyeluruh.