Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONTRIBUSI SEKTOR PERIKANAN DALAM PEREKONOMIAN KABUPATEN MALUKU TENGAH Meitha M Kaihatu
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.098 KB) | DOI: 10.33830/jmst.v19i1.128.2018

Abstract

Maluku Tengah District have the potential fisheries resources. But the contribution of fishery against Gross Regional Domestic Product (GRDP) only of 6.20%. In general, this research aims to identify and analyze the contribution of fisheries sector in the economy of the Maluku Tengah district, knowing the level of the base, and analyze the fishery economic typology. The methods used are secondary data analysis. Data analysis is an analysis of Shift Share analysis, Location Quotient (LQ), and analysis of the Klassen Typology. The calculation of the value of the contribution, the value of LQ, typology of economic sector of fisheries in Maluku Tengah district obtained the results that the contribution of fishery on the basis of prevailing prices and constant prices put the fishery on the order/rank fifth and sixth in the achieving of GRDP, the sector of fisheries in Maluku Tengah district is not a sector basis with patterns and economic structures that are growing but are at a condition relative's left behind. There are five sub-districts that became a priority and need to be developed/improved, among others: Banda, Tehoru, Salahutu, Leihitu, and Seram Utara. Kabupaten Maluku Tengah memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar. Namun sumbangan sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hanya sebesar 6,20%. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kontribusi sektor perikanan dalam perekonomian wilayah Kabupaten Maluku Tengah, mengetahui tingkat basis, menganalisis tipologi ekonomi sektor perikanan.Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis Shift Share, analisis Location Quotient (LQ), dan Analisis Tipologi Klassen. Perhitungan nilai kontribusi, nilai LQ, tipologi ekonomi sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah diperoleh hasil bahwa kontribusi sektor perikanan atas dasar harga berlaku dan harga konstan menempatkan sektor perikanan pada urutan/peringkat kelima dan keenam dalam pembentukan PDRB, sektor perikanan di Kabupaten Maluku Tengah bukan merupakan sektor basis dengan pola dan struktur ekonomi yang sedang bertumbuh namun berada pada kondisi relatif tertinggal. Terdapat lima kecamatan yang menjadi prioritas dan perlu dikembangkan/ditingkatkan antara lain: Banda, Tehoru, Salahutu, Leihitu, dan Seram Utara.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP POTENSI OBJEK WISATA PANTAI SOPAPEI DESA SULI KABUPATEN MALUKU TENGAH Maitha Monita Kaihatu; Lilian Sarah Hiariey
PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2021): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2021.5.2.69

Abstract

ABSTRACTSopapei Beach has the potential to be developed and plays a role in tourism development. This can be seen from the white sand, clear sea water and a very comfortable atmosphere that can be enjoyed when entering the Sopapei Beach. The development of the Sopapei Beach tourism object is expected to provide input for the development of Sopapei Beach tourism to attract more tourists to visit. Tourist ratings of existing tourist objects can be used as a reference for the development of tourism objects in the future. The purposes of this study were to describe the existing potential of the Sopapei Beach tourism object and to analyze the visitor's perception of the Sopapei Beach tourist attraction. Descriptive and perception analyses were used to describe tourists' perceptions of the Sopapei Beach tourism. The results showed that the attractiveness of the Beach has its own features compared to other tourist objects in Central Maluku Regency, in terms of having a shady and quiet beach, a very sloping beach location on the edge of the sea, beautiful scenery, clear water and a special feature as well. When tide is far away, it is suitable for tourist who wants a calm atmosphere to release their fatigue from busy work activity. In the perception of tourist attraction in the Sopapei Beach, the surrounding community is always involved in environmental cleaning activities and maintaining the comfort and safety of the Sopapei Beach tourist attraction, indicated by the percentage values of convenience by 96% and of the safety 98%.
SOPAPEI BEACH TOURISM DEVELOPMENT STRATEGY IN SULI VILLAGE, CENTRAL MALUKU DISTRICT Meitha Monita Kaihatu; Lilian Sarah Hiariey
International Journal of Multidisciplinary Research and Literature Vol. 2 No. 1 (2023): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY RESEARCH AND LITERATURE
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.404 KB) | DOI: 10.53067/ijomral.v2i1.98

Abstract

Sopapei Beach has the potential to be developed and plays a role in increasing community and regional income. The potential of the Sopapei Beach tourism object still needs to be developed again to become the most popular tourist destination in Suli Village, Central Maluku Regency. A strategy is a form of effort made to create and preserve the Sopapei Beach tourist area so that it can be more competitive in attracting tourists. This study aimed to determine the development strategy used by the Sopapei Beach tourism object and the alternative strategies used per the conditions of the Sopapei Beach tourism object. The analysis used is a SWOT analysis, which is an analysis that is intended to see the extent to which the implementation of tourism object development strategies in increasing tourists is based on strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The study results obtained that the development strategy used by Sopapei beach managers was the strategic focus or a combination of cost leadership. And differentiation to develop Sopapei Beach, managers paid attention to tourists and tourism products on Sopapei Beach to increase the number of tourists visiting. In contrast, the alternative development according to the situation at the Sopapei Beach tourist attraction based on SWOT analysis is the potential for Sopapei Beach tourism objects which include beautiful and excellent and pristine natural panoramas, abundant water sources, and a comfortable tourist atmosphere. So owners and managers must increase cooperation with the local government of Central Maluku Regency, especially the tourism office.We are improving existing tourism products and tourist attractions such as facilities and infrastructure, security, and services, and organizing festivals to improve the quality and quantity of Sopapei Beach.
Pelatihan Pembuatan Kemasan Dan Peningkatan Mutu Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Abon Ikan Tuna Lilian Sarah Hiariey; Wildoms Sahusilawane; Meitha Monita Kaihatu; Nesti Rostini Romeon
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6288

Abstract

Produk abon ikan tuna yang diproduksi oleh Poklahsar “G&R Masohi Shop” umumnya diproduksi menggunakan teknologi sederhana dan proses pengemasan yang kurang baik, jenis kemasan yang digunakan tidak tepat serta label yang tidak menarik mengakibatkan mutu abon ikan tuna tidak dapat bertahan lama dan produk tersebut kurang disukai konsumen. Selain itu masalah penting yang dihadapi oleh “G&R Masohi Shop” adalah mutu dari abon yang diproduksi. Saat ini abon ikan yang diproduksi masih memiliki kadar minyak yang tinggi menyebabkan produk abon ikan tuna buatan Poklahsar “G&R Masohi Shop” menjadi cepat tengik dan tidak tahan lama. Berdasarkan uraian tersebut, Poklahsar “G&R Masohi Shop”di Kecamatan Kota Masohi perlu dilakukan pembinaan dan didampingi melalui kegiatan Abdimas pelatihan pembuatan kemasan dan peningkatan mutu produk abon ikan tuna dengan tujuan agar pengolah abon ikan tuna dapat memahami dan terampil dalam memanfaatkan teknologi pengentasan minyak sebagai upaya meningkatkan kualitas dan waktu simpan produk abon ikan tuna serta membuat kemasan dan label makanan yang menarik dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan kemasan yang meliputi bahan, ukuran, desain dan warna kemasan. Perlu desain kemasan agar memiliki tampilan yang menarik dan berkualitas serta pemilihan bahan, ukuran dan warna kemasan yang tepat untuk diterapkan dalam kemasan abon ikan tuna.Hasil yang dicapai pada pelaksanaan penyuluhan dan demonstrasi ini adalah mitra dapat memahami dan terampil dalam membuat kemasan sendiri yang berkualitas dan menarik secara mandiri tanpa membeli kemasan sehingga hal ini dapat mengurangi biaya produksi dan menghasilkan keuntungan yang besar serta berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Kemasan Dan Peningkatan Mutu Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Abon Ikan Tuna Lilian Sarah Hiariey; Wildoms Sahusilawane; Meitha Monita Kaihatu; Nesti Rostini Romeon
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6288

Abstract

Produk abon ikan tuna yang diproduksi oleh Poklahsar “G&R Masohi Shop” umumnya diproduksi menggunakan teknologi sederhana dan proses pengemasan yang kurang baik, jenis kemasan yang digunakan tidak tepat serta label yang tidak menarik mengakibatkan mutu abon ikan tuna tidak dapat bertahan lama dan produk tersebut kurang disukai konsumen. Selain itu masalah penting yang dihadapi oleh “G&R Masohi Shop” adalah mutu dari abon yang diproduksi. Saat ini abon ikan yang diproduksi masih memiliki kadar minyak yang tinggi menyebabkan produk abon ikan tuna buatan Poklahsar “G&R Masohi Shop” menjadi cepat tengik dan tidak tahan lama. Berdasarkan uraian tersebut, Poklahsar “G&R Masohi Shop”di Kecamatan Kota Masohi perlu dilakukan pembinaan dan didampingi melalui kegiatan Abdimas pelatihan pembuatan kemasan dan peningkatan mutu produk abon ikan tuna dengan tujuan agar pengolah abon ikan tuna dapat memahami dan terampil dalam memanfaatkan teknologi pengentasan minyak sebagai upaya meningkatkan kualitas dan waktu simpan produk abon ikan tuna serta membuat kemasan dan label makanan yang menarik dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan kemasan yang meliputi bahan, ukuran, desain dan warna kemasan. Perlu desain kemasan agar memiliki tampilan yang menarik dan berkualitas serta pemilihan bahan, ukuran dan warna kemasan yang tepat untuk diterapkan dalam kemasan abon ikan tuna.Hasil yang dicapai pada pelaksanaan penyuluhan dan demonstrasi ini adalah mitra dapat memahami dan terampil dalam membuat kemasan sendiri yang berkualitas dan menarik secara mandiri tanpa membeli kemasan sehingga hal ini dapat mengurangi biaya produksi dan menghasilkan keuntungan yang besar serta berkelanjutan.