Khozinul Alim
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Idea of Inclusivism As A New Era of Islamic Education Khozinul Alim; Rachma Sulastri
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2024): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/symfonia.v4i1.85

Abstract

The theme of this paper is inclusivism as a new era of Islamic education, and the purpose of this study is to prove that inclusivism is the solution to Islamic education facing educational problems. Both dichotomies of knowledge, exclusivism and the form of teaching that does not teach students. For this reason, this study is normative philosophical, exploring and reading Islamic education books to be further analysed through an intellectual, substantial approach. The description presented is descriptive and supported by authoritative sources. This study concludes the importance of the new paradigm of Islamic education, which includes creating inclusive education by changing from Teaching to Learning so that Islamic education can develop its potential and learn to solve all life problems or with the term learning how to learn (learn how to learn) and this is the new era of Islamic education.
EKOTEOLOGI AL-QUR'AN: ANALISIS HERMENEUTIKA GADAMER TERHADAP KONSEP KHALIFAH DAN STEWARDSHIP Khozinul Alim; M. Riyan Hidayat
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1029

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ekoteologi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer, dengan fokus pada ayat-ayat yang menggambarkan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep khalifah dan stewardship (pengelolaan amanah) dapat memberikan landasan teologis dan etis dalam menghadapi krisis ekologi global. Ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah: 30 dan QS. Al-An’am: 165 dianalisis untuk memahami tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dalam konteks modern. Melalui pendekatan hermeneutika Gadamer, artikel ini menggabungkan horizon teks Al-Qur'an dengan tantangan ekologi kontemporer, sehingga menghasilkan pemahaman yang relevan dan aplikatif. Studi ini menunjukkan bahwa khalifah bukan hanya sekadar status, tetapi amanah moral untuk menjaga keseimbangan ekologis sebagai bagian dari kehendak ilahi. Selain itu, konsep stewardship menawarkan paradigma keberlanjutan yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan ekologi. Dengan menekankan dialog antara tradisi Islam dan isu-isu modern, artikel ini berkontribusi pada pengembangan ekoteologi sebagai pendekatan holistik untuk menyikapi kerusakan lingkungan.