Khozinul Alim
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Revolusi Integritas Pengusaha E-Commerce Indonesia di Era Society 5.0: Analisis QS. Hud: 84-85 Khozinul Alim
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v4i1.198

Abstract

E-commerce is one of the many forms of progress that emerged from the development of the internet. E-commerce offers convenience in shopping. This is one of the reasons why online shopping is preferred by most of the people. But this convenience makes some people take advantage of it for criminal acts. If this continues, e-commerce, which should lift the economy, will actually hamper the economy itself. To examine this reality in depth, in this study there are two big questions, namely first, how is the interpretation and contextualization of Q.S. Hud [11]: 84-85?. The second is how the implementation of the story of the Madyans in Q.S. Hud [11]: 84-85 on the revolution in the integrity of e-commerce entrepreneurs in Indonesia?. To explore and manage data comprehensively, in this study the researcher used the library study method. From this study the authors found: (1) In the case of buying and selling in e-commerce, Q.S. Hud [11]: 84-85 indicates that the purpose of buying and selling transactions is not only to gain profit, but is also expected to create social justice in buying and selling. This verse is an inspiration for a mental revolution to build integrity based on honest, polite, and responsible characters in the buying and selling business in e-commerce; (2) A structured system is needed to guard the actualization of the values ​​described by the Madyan people in Q.S. Hud [11]: 84-85. In addition, the mental revolution of e-commerce entrepreneurs in building integrity is important to do as an effort to ground the values ​​of the Qur'an in everyday life, by monitoring, standardizing and certifying e-commerce shops. If this effort is realized, in the era of society 5.0 this will help grow the wheels of the Indonesian economy through e-commerce efforts.
Studi Kodikologi Dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Madura Khozinul Alim
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.381

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi akan kayanya peninggalan manuskrip mushaf al-Qur’an yang beredar dan di tanah nusantara, khususnya Indonesia. Tulisan ini merupakan salah satu upaya memperkaya kajian berkenaan manuskrip mushaf al-Qur’an. penulis berusaha mengungkap aspek kodikologi dan tekstologi manuskrip mushaf kuno Madura. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui. Mushaf berumur sekitar 80 tahun. Iluminasi ditemukan pada bagian awal, tengah, dan akhir motif floral sederhana dengan warna hijau mendominasi. Khat yang digunakan dominan menggunakan khat naskhi. Rasm pada manuskrip ini menggunakan rasm campuran yaitu rasm utsmānī dan rasm imlai/istilahi dengan qiraat ‘Āṣim riwayat Ḥafṣ. Tanda baca serta tanda waqaf yang digunakan cenderung sama dengan mushaf standar Indonesia yang beredar saat ini. tipologi kesalahan di dalam manuskrip ini meliputi kesalahan dalam ḍabṭ syak, huruf, kata, kalimat, bahkan ketidakjelasan huruf. Kata kunci: Manuskrip, scholia, ḍabṭ, kuras.
Rekonsiderasi Makna Tartīl di dalam Al-Qur’an dan Terjemah Kemenag (Studi Analisis Linguistik) Khozinul Alim; Izhar Musyafa
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.680

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hipotesa penulis terhadap ketidakkonsistenan penerjemahan al-Qur’an Kemenag di dalam menerjemahkan makna tartīl. Penulis mencoba untuk meninjau ulang penerjemahan makna tartīl tersebut dengan menggunakan metode analisis linguistik dan mengkomparisakannya dengan penafsiran para mufasir terhadap makna kata tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perbedaan antara al-Qur’an dan Terjemah Kemenag dengan pemaknaan yang diberikan mufasir-mufasir muktabar di dalam memaknai kata tartīl, penerjemahan al-Qur’an dan Terjemah Kemenag juga dinilai kurang sesuai dengan gramatikal kaidah ilmu nahwu dan shorof terhadap pemaknaan kata tersebut dan juga cenderung tidak konsisten jika dikomparasikan dengan ayat lain yang memiliki susunan kalimat yang sama. Penulis juga mencoba merekomendasikan untuk diadakan peninjauan ulang (rekonsiderasi) terhadap penerjemahan kata tartīl dengan dua cara yaitu merekonsiderasi secara internal dan merekonsiderasi secara eksternal.
The Idea of Inclusivism As A New Era of Islamic Education Khozinul Alim; Rachma Sulastri
Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2024): Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al-Quran Al-Ittifaqiah (IAIQI) Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/symfonia.v4i1.85

Abstract

The theme of this paper is inclusivism as a new era of Islamic education, and the purpose of this study is to prove that inclusivism is the solution to Islamic education facing educational problems. Both dichotomies of knowledge, exclusivism and the form of teaching that does not teach students. For this reason, this study is normative philosophical, exploring and reading Islamic education books to be further analysed through an intellectual, substantial approach. The description presented is descriptive and supported by authoritative sources. This study concludes the importance of the new paradigm of Islamic education, which includes creating inclusive education by changing from Teaching to Learning so that Islamic education can develop its potential and learn to solve all life problems or with the term learning how to learn (learn how to learn) and this is the new era of Islamic education.
EKOTEOLOGI AL-QUR'AN: ANALISIS HERMENEUTIKA GADAMER TERHADAP KONSEP KHALIFAH DAN STEWARDSHIP Khozinul Alim; M. Riyan Hidayat
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1029

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ekoteologi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer, dengan fokus pada ayat-ayat yang menggambarkan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep khalifah dan stewardship (pengelolaan amanah) dapat memberikan landasan teologis dan etis dalam menghadapi krisis ekologi global. Ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah: 30 dan QS. Al-An’am: 165 dianalisis untuk memahami tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dalam konteks modern. Melalui pendekatan hermeneutika Gadamer, artikel ini menggabungkan horizon teks Al-Qur'an dengan tantangan ekologi kontemporer, sehingga menghasilkan pemahaman yang relevan dan aplikatif. Studi ini menunjukkan bahwa khalifah bukan hanya sekadar status, tetapi amanah moral untuk menjaga keseimbangan ekologis sebagai bagian dari kehendak ilahi. Selain itu, konsep stewardship menawarkan paradigma keberlanjutan yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan ekologi. Dengan menekankan dialog antara tradisi Islam dan isu-isu modern, artikel ini berkontribusi pada pengembangan ekoteologi sebagai pendekatan holistik untuk menyikapi kerusakan lingkungan.