Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN IBNU SINA TENTANG PENDIDIKAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Yuli, Yunita; Izhar Musyafa
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2023): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v5i1.674

Abstract

Islamic education theory today cannot be separated from the theories developed by philosophers, scholars and previous Islamic figures. One of the figures who made an important contribution to Islamic education was Ibn Sina. The aim of this research is to investigate Ibn Sina's educational ideas and their application to contemporary Islamic education. This type of research is library research using secondary sources in the form of books and scientific journals and documentation study data collection methods and using content analysis data analysis methods. The findings of this research show that Ibn Sina's thoughts about the concept of education include educational goals, curriculum, methods and educational concepts. Ibn Sina's thoughts on education have relevance to contemporary Islamic education.
Rekonsiderasi Makna Tartīl di dalam Al-Qur’an dan Terjemah Kemenag (Studi Analisis Linguistik) Khozinul Alim; Izhar Musyafa
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i2.680

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hipotesa penulis terhadap ketidakkonsistenan penerjemahan al-Qur’an Kemenag di dalam menerjemahkan makna tartīl. Penulis mencoba untuk meninjau ulang penerjemahan makna tartīl tersebut dengan menggunakan metode analisis linguistik dan mengkomparisakannya dengan penafsiran para mufasir terhadap makna kata tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perbedaan antara al-Qur’an dan Terjemah Kemenag dengan pemaknaan yang diberikan mufasir-mufasir muktabar di dalam memaknai kata tartīl, penerjemahan al-Qur’an dan Terjemah Kemenag juga dinilai kurang sesuai dengan gramatikal kaidah ilmu nahwu dan shorof terhadap pemaknaan kata tersebut dan juga cenderung tidak konsisten jika dikomparasikan dengan ayat lain yang memiliki susunan kalimat yang sama. Penulis juga mencoba merekomendasikan untuk diadakan peninjauan ulang (rekonsiderasi) terhadap penerjemahan kata tartīl dengan dua cara yaitu merekonsiderasi secara internal dan merekonsiderasi secara eksternal.