Latar Belakang: Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium tuberculosis. Bakteri tuberkulosis ditularkan melalui droplet di udara dan penularannya dapat melalui bersin atau batuk. Adanya hipersekresi dan kelainan ventilasi paru pada tuberkulosis paru menyebabkan peningkatan Respiratory Rate (RR), pengembangan otot pernapasan secara berlebih dan kelemahan kerja sangkar torak. Rehabilitasi fisioterapi perlu dilakukan pada tuberkulosis paru, diantaranya menggunakan inhalasi nebulizer, Breathing Control, Pursed Lip Breathing dan Endurance Training. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada tuberkulosis paru terhadap sesak napas, peningkatan kerja sangkar torak dan peningkatan aktivitas fungsional. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Dungus Madiun. Problematika yang dialami pasien adalah sesak napas, penurunan kerja sangkat torak dan penurunan aktivitas fungsional. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah inhalasi nebulizer, Breathing Control, Pursed Lip Breathing dan Endurance Training yang dilakukan selama 2 kali/minggu selama 1 bulan. Hasil: Pemeriksaan sesak napas dengan Borg Scale menunjukkan penurunan sesak napas dari 5 menjadi 3. Penurunan kerja sangkar torak diukur dengan antropometri pada axilla dari 1 cm menjadi 1,3 cm, ICS 4 dari 1 cm menjadi 1,5 cm dan pada procesus xiphoideus dari 1,5 cm menjadi 2 cm. Pemeriksaan aktivitas fungsional dengan MMRC (Modified Medical Research Council) Dyspnea Scale menunjukkan tingkat aktivitas fungsional dari 3 menjadi 2. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi mampu menurunkan sesak napas, meningkatkan kerja sangkar torak dan meningkatkan aktivitas fungsional.