Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Dampak Kecemasan Akan Jatuh dan Depresi Terhadap Kualitas Hidup Lansia di Daerah Urban Kota Surakarta Nurul Azizah; Dwi Rosella Komalasari; Adnan Faris Naufal; Arin Supriyadi
WAHANA Vol 74 No 1 (2022): Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v74i1.5844

Abstract

Lansia di daerah urban dinilai tidak produktif karena kurangnya aktivitas pada lansia, hal ini menyebabkan penurunan fungsional dan performa fisik. Faktor yang di duga mempengaruhi kualitas hidup pada lanisa di daerah urban adalah kecemasan akan jatuh dan depresi yang akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kecemasan akan jatuh dan depresi terhadap kualitas hidup lansia di daerah urban kota Surakarta serta mencari faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di daerah urban kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study dengan subjek penelitian adalah lansia berumur 60 tahun keatas. Teknik pengambilan sampel dengan quota sampling dengan jumlah sampel 94 orang. Terdapat pengaruh kecemasan akan jatuh terhadap kualitas hidup lansia sebesar 26.8% dan tidak terdapat pengaruh depresi terhadap kualitas hidup lansia. Kecemasan akan jatuh merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup lansia (OR -0.971,p=0.048, 95% CI: -1.933 – -0.009). Kecemasan akan jatuh merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia yang tinggal di urban.
SOSIALISASI FISIOTERAPI TENTANG DETEKSI DINI AUTISME DI POSYANDU SIDOMULYO DESA KEDUNGMULYO BOYOLALI JAWA TENGAH Muhammad Iqbal Yazid Fazry; Arin Supriyadi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.671 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3143

Abstract

Kedungmulyo Village is a village located in the district of Need, Purworejo, Central Java, Indonesia. Kedungmulyo Village is one of 41 villages in Need District which has a distance of 30 km from the district city. Kedungmulyo Village has an area of ​​169,320 Ha / 0.9 Km2. The population in Kedungmulyo Village is 1619 people (359 families) consisting of 736 men and 883 women spread over four hamlets. Various kinds of diseases can be experienced by a person, including newborn children, therefore in order to increase public knowledge and understanding of children's development which is very important for the future, it is necessary to carry out physiotherapy socialization in recognizing and preventing a symptom. One of the diseases that can be experienced by these children is Autism.
Penatalaksanaan Fisioterapi Conginetal Muscular Torticollis Sinistra: Studi Kasus Arin Supriyadi; Fira Fadhilah Saly; Nanda Farah; Naomi Kharista; Andik Rohmana
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 1 (2022): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Edisi Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i1.21903

Abstract

Congenital Muscular Torticollis adalah kelainan postur muskuloskeletal yang muncul saat lahir atau segera setelahnya akibat adanya pemendekan otot dan peningkatan tonus otot Sternocleidomastoideus unilateral dengan manifestasi posisi kepala ipsilateral dengan rotasi ke sisi kontralateral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus yang disertai interview pada orang tua/wali anak dan observasi secara langsung di Klinik Fisioterapi Diena Prambanan. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah hipertrofi dan stiffness otot serta keterbatasan Lingkup Gerak Sendi leher menggunakan Muscle Function Test (MFS). Problematika fisioterapi yang ditemukan dlakukan intervensi fisioterapi dengan modalitas IRR, massage dan mobilisasi, serta terapi latihan dengan passive stretching. Hasil evaluasi menunjukkan masih adanya keterbatasan LGS, stiffness mulai berkurang pada m. upper trapezius, m. scaleni, dan m. rhomboid serta berkurangnya hipertrofi pada m. SCM sinistra anak. Pemberian modalitas IRR yang dikombinasikan dengan manual terapi dan terapi Latihan memberikan hasil yang bermakna dalam meningkatkan LGS dan Muscle Function pada CMT.
MANAJEMEN FISIOTERAPI TERKAIT GANGGUAN FUNGSIONAL TANGAN PADA PASIEN POST FRAKTUR 1/3 DISTAL RADIUS DISTAL DEXTRA Mawar Aqila; Arin Supriyadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia meenmpati peringkat tiga besar dalam kategori negara dengan kepemilikan sepeda motor terbanyak di dunia, selaras dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang tidak sedikit memakan korban jiwa. Salah satu kasus yang banyak dijumpai dari kejadian tersebut diantaranya adalah fraktur 1/3 radius, di mana fraktur itu sendiri merupakan hilangnya kontinuitas tulang yang terjadi akibat tekanan mekanik yang melebihi kemampuan tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pemberian modalitas fisioterapi berupa infrared dan ultrasound yang dipadukan dengan terapi latihan seperti contra relax, passive juga active exercise pada pasien dengan kondisi fraktur 1/3 radius. Metode penelitian ini menggunakan metode case report (studi kasus) yang dilakukan pada bulan Mei 2022 dengan pemberian intervensi fisioterapi sebanyak 3 kali pertemuan. Didapatkan hasil berupa penurunan intensitas nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi serta kekuatan otot, juga peningkatan pada kemampuan fungsional tangan pasien.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL WAJAH DENGAN ELECTRICAL STIMULATION DAN MASSAGE PADA PENDERITA BELL’S PALSY DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Miftahul Jannah; Arin Supriyadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bells 'palsy adalah penyakit yang masih belum diketahui asalnya, dengan kelumpuhan akut pada satu sisi wajah. Bell's palsy dapat didefinisikan sebagai kelumpuhan unilateral otot-otot wajah akibat lesi intrinsik saraf kranial ketujuh. Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami kesulitan menggerakan sebelah wajahnya. Dengan kejadian 20 per populasi 100.000 per tahun, dan menyumbang sekitar 60-75% orang dengan kelumpuhan unilateral karena berbagai penyebab. Laporan kasus ini bertujuan untuk menyajikan strategi penatalaksanaan kasus Bell’s Palsy dengan pemberian modalitas Electrical Stimulasi yang di kombinasikan dengan Massage dengan tujuan memberikan stimulus pada sisi lemah wajah. Terapi dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan untuk setiap sesinya dilakukan tindakan selama 35 menit sebanyak 2x/minggu dalam kurun waktu 3 minggu. Didapatkan hasil yang sangat signifikan pada fungsional pasien, dengan pemberian Home Program dan konsistensi dari pasien dalam melakukan home program sangat menunjang untuk pengembalian fungsional wajah pada penderita Bell’s Palsy.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA PASIEN DENGAN KASUS HALLUX VALGUS (BUNION) DISERTAI TURF TOE INJURIES (A Case Report) Muhammad Tarbiyah Akbar; Arin Supriyadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hallux Valgus merupakan kondisi deformitas yang mempengaruhi kaki depan bagian metatarsophalangeal 1 yang mengalami sublukasi kearah deviasi lateral. Turf toe injuries pada atlet sepak bola adalah cidera terkilirnya ibu jari kaki yang di sebabkan oleh hyperekstensi metatarsophalangeal 1 melampaui batas gerakan normal, sehingga meyebabkan robekan pada ligament. Menurut survey University of Arkansas terhadap 80 pemain National Football League menemukan bahwa 45% pemain mengalami cidera jari kaki dan 85% terjadi di lapangan dengan rumput buatan. Rehabilitasi pada atlet olahraga pasca cedera harus dilakukan dengan tepat untuk menghindari terjadinya cedera berulang. Salah satu rehabilitasi fisioterapi menggunakan elektroterapi dan terapi latihan. Yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot, tendon, ligament, serta dapat mempertahankan stabilitas sendi dan menambah range of motion (ROM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program rehabilitasi fisioterapi berupa Infrared, TENS, Ultrasound, dan Terapi latihan terhadap peningkatan fungsional pasien Hallux Valgus yang disertai dengan turf toe injuries.
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA XEROSIS, NYERI DAN KELEMAHAN OTOT DENGAN MODALITAS OILING, INFRA RED DAN TERAPI LATIHAN PADA KASUS KUSTA TIPE MULTIBASILER (A Case Report) Listya Triandari; Arin Supriyadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i8.4301

Abstract

Kusta atau leprosy adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan Mycobacterium leprae, dan hampir mirip seperti penyakit tuberculosis. Kondisi ini menyerang saraf sensoris, motoris dan perifer. Manifestasi klinik dapat berupa kulit kering atau xerosis, nyeri, dan kelemahan otot. Program fisioterapi yang dapat diberikan bertujuan untuk mencegah, memperbaiki dan meminimalisir deformitas. Program tersebut terdiri dari oiling, infra red dan terapi latihan. Tujuan: Untuk mengetahui manajemen fisioterapi pada xerosis, nyeri dan kelemahan otot dengan modalitas oiling, infra red, dan terapi latihan pada kasus kusta tipe multibasiler. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien kusta di RS Kelet Donorejo. Problematika yang dialami pasien adalah xerosis, nyeri dan kelemahan otot tungkai bawah. Hasil: Pemeriksaan elastisitas kulit dengan ODSS menunjukkan peningkatan elastistas 1 tingkat dari nilai 3 menjadi 2. Pemeriksaan nyeri dengan menggunakan NRS (Numeric Rating Scale) menunjukkan penurunan nyeri diam dari nilai 4 menjadi 1, nyeri gerak dari 3 menjadi 1, dan nyeri tekan dari 2 menjadi 0. Kekuatan otot diukur dengan MMT (Manual Muscle Testing) menunjukkan peningkatan kekuatan otot plantar fleksor, dorsal fleksor, invertor dan evertor dari nilai 4 menjadi 5, sedangkan untuk kemampuan fungsional diukur dengan FADI (Foot and Disability Index) menunjukkan peningkatan kemampuan aktifitas fungsional dari nilai 3 menjadi 4. Kesimpulan: Intervensi oiling, infra red dan terapi latihan mampu mengurangi xerosis dan meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS TUBERKULOSIS PARU (A Case Report) Luthfia Fadillah; Arin Supriyadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i8.4616

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium tuberculosis. Bakteri tuberkulosis ditularkan melalui droplet di udara dan penularannya dapat melalui bersin atau batuk. Adanya hipersekresi dan kelainan ventilasi paru pada tuberkulosis paru menyebabkan peningkatan Respiratory Rate (RR), pengembangan otot pernapasan secara berlebih dan kelemahan kerja sangkar torak. Rehabilitasi fisioterapi perlu dilakukan pada tuberkulosis paru, diantaranya menggunakan inhalasi nebulizer, Breathing Control, Pursed Lip Breathing dan Endurance Training. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada tuberkulosis paru terhadap sesak napas, peningkatan kerja sangkar torak dan peningkatan aktivitas fungsional. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Dungus Madiun. Problematika yang dialami pasien adalah sesak napas, penurunan kerja sangkat torak dan penurunan aktivitas fungsional. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah inhalasi nebulizer, Breathing Control, Pursed Lip Breathing dan Endurance Training yang dilakukan selama 2 kali/minggu selama 1 bulan. Hasil: Pemeriksaan sesak napas dengan Borg Scale menunjukkan penurunan sesak napas dari 5 menjadi 3. Penurunan kerja sangkar torak diukur dengan antropometri pada axilla dari 1 cm menjadi 1,3 cm, ICS 4 dari 1 cm menjadi 1,5 cm dan pada procesus xiphoideus dari 1,5 cm menjadi 2 cm. Pemeriksaan aktivitas fungsional dengan MMRC (Modified Medical Research Council) Dyspnea Scale menunjukkan tingkat aktivitas fungsional dari 3 menjadi 2. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi mampu menurunkan sesak napas, meningkatkan kerja sangkar torak dan meningkatkan aktivitas fungsional.
PENYULUHAN OSTEOARTHRITIS LUTUT PADA LANSIA DI POSYANDU ABADI 1 GONILAN SUKOHARJO Arin Supriyadi; Fendi Gustofa; Amar Maulana Izzuddin; Anindita Antya Candrika; Aldila Lutfi Asmarasikha; Amanda Putri Nurhaliza; Arif Pristianto
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat November 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v6i1.3320

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit degeratif dan progresif, penyakit ini mampu menyebabkan keterbatasan dalam beraktivitas bagi pasien serta menurunkan kualitas kehidupannya. Terapi bagi osteoarthritis tidak bisa melakukan pengembalian fungsi sendi yang terkenai, dan sekadar untuk membuat ringan rasa nyeri serta melakukan perbaikan fungsi. Pada lansia di posyandu abadi 1 gonilan, berdasarkan observasi kami pada ketua komunitas posyandu lansia yang berada daerah Gonilan khususnya posyandu abadi 1 gonilan, sukoharjo, 7 dari 10 menderita nyeri lutut yang dikarenakan faktor usia. Kami berinisiatif untuk memberikan penyuluhan terkait nyeri lutut pada lansia yang berada di posyandu abadi 1 gonilan, sukoharjo dan juga disupport dengan pemberian leaflet, pre-test, post-test guna melakukan pengukuran tingkatan pengetahuan serta penambahan wawasan responden terhadap nyeri lutut baik gejala, faktor berisiko, cara mencegah dan menangani dengan mandiri dan juga medis., agar kedepannya para lansia menambah pengetahuan perihal osteoarhritis lutut serta bisa mengimplementasikan pola hidup sehat guna menghindari penyakit ini. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner pre- test dan post-test yang kami berikan, pengetahuan lansia tentang nyeri lutut meningkat dari yang awalnya belum mengerti perbedaan nyeri lutut biasa dengan osteoarthritis menjadi paham, dan adanya peningkatan pengetahuan akan tanda dan gejala osteosrthritis
PENYULUHAN OSTEOARTHRITIS LUTUT PADA LANSIA DI POSYANDU ABADI 1 GONILAN SUKOHARJO Arin Supriyadi; Fendi Gustofa; Amar Maulana Izzuddin; Anindita Antya Candrika; Aldila Lutfi Asmarasikha; Amanda Putri Nurhaliza; Arif Pristianto
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Masyarakat November 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v6i1.3320

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit degeratif dan progresif, penyakit ini mampu menyebabkan keterbatasan dalam beraktivitas bagi pasien serta menurunkan kualitas kehidupannya. Terapi bagi osteoarthritis tidak bisa melakukan pengembalian fungsi sendi yang terkenai, dan sekadar untuk membuat ringan rasa nyeri serta melakukan perbaikan fungsi. Pada lansia di posyandu abadi 1 gonilan, berdasarkan observasi kami pada ketua komunitas posyandu lansia yang berada daerah Gonilan khususnya posyandu abadi 1 gonilan, sukoharjo, 7 dari 10 menderita nyeri lutut yang dikarenakan faktor usia. Kami berinisiatif untuk memberikan penyuluhan terkait nyeri lutut pada lansia yang berada di posyandu abadi 1 gonilan, sukoharjo dan juga disupport dengan pemberian leaflet, pre-test, post-test guna melakukan pengukuran tingkatan pengetahuan serta penambahan wawasan responden terhadap nyeri lutut baik gejala, faktor berisiko, cara mencegah dan menangani dengan mandiri dan juga medis., agar kedepannya para lansia menambah pengetahuan perihal osteoarhritis lutut serta bisa mengimplementasikan pola hidup sehat guna menghindari penyakit ini. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner pre- test dan post-test yang kami berikan, pengetahuan lansia tentang nyeri lutut meningkat dari yang awalnya belum mengerti perbedaan nyeri lutut biasa dengan osteoarthritis menjadi paham, dan adanya peningkatan pengetahuan akan tanda dan gejala osteosrthritis
Co-Authors Abdullah, Arif Adhiibah, Paradise Adnan Faris Naufal Agitha, Intan Tri Akbar, Nisyahda Narpami AL AZHAR, MUHAMMAD ZAFFARUL AZZALNA Aldila Lutfi Asmarasikha Alifah Athiyaturrofi Amanda Putri Nurhaliza Amar Maulana Izzuddin Andik Rohmana Anifah, Nur Anindita Antya Candrika Arif Pristianto Athiyaturrofi, Alifah Ayu B.P, Niki Sari Aziz, Muhammad Nur Azizah, Hauna Nur Charisa, Anis Dwi Desi Rahmadhina Putri Dhira Rahma Fadila Dwi Rosella Komala Sari Elgina, Ike Puteri Fandrian, Ganang Fendi Gustofa Filmasari, Fitri Fira Fadhilah Saly Hanan, Salma Zahra Fitria Hayati, Ika Ilvia Rema Viani Jihan Bariqa Arya Ramadhani Jihan Bariqa Arya Ramadhani John Hotma Marchelino Listya Triandari Luthfia Fadillah Mardianto, Halim Martani, Laras Rum Mawar Aqila Miftahul Jannah Monalisa Monalisa Monitari, Triska Mufidayanti, Arum Muhammad Ghozi Rezki Ramadan Sitompul Muhammad Iqbal Yazid Fazry Muhammad Tarbiyah Akbar Na'im, W. Azhar Nanda Farah Naomi Kharista Neni Oktaviani Ningrum, Rahmawati Cahya Nursaputri Nurul Azizah Nurul Muflihah Oktavia Oktavia Prastowo, Angga Puspitosari, Dyah Pertiwi Rahayu Gita Junita Reza Arshad Yanuar Riani, Kurnia Ade Richie Purnama Wahyu Apriyanto Rinna Ainul Maghfiroh Rohayani, Iin Roja, Aulia Shofia Safitri, Khusnul Saharudin, Adinda Afifah Salsabila Nurul Fitri Selina Sinta Debi Selina Sinta Debi Setiawan, Galih Adhi Isak Srimela, Mary Zahra Taufik Eko Susilo Tomiana Tomiana Triyani, Lusi Amalia Utami, Multasih Nita Viyanti, Aulia Nanda W Wijianto Wahyu Tri Sudaryanto Wahyu Wijayanti, Christina Wahyuni Wahyuni Wanda Indriya Pramesti Wardani, Aulia Ayu Kusuma Wibowo, Embar Arie Yanuar, Reza Arshad