Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Dampak Kecemasan Akan Jatuh dan Depresi Terhadap Kualitas Hidup Lansia di Daerah Urban Kota Surakarta Nurul Azizah; Dwi Rosella Komalasari; Adnan Faris Naufal; Arin Supriyadi
WAHANA Vol 74 No 1 (2022): Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v74i1.5844

Abstract

Lansia di daerah urban dinilai tidak produktif karena kurangnya aktivitas pada lansia, hal ini menyebabkan penurunan fungsional dan performa fisik. Faktor yang di duga mempengaruhi kualitas hidup pada lanisa di daerah urban adalah kecemasan akan jatuh dan depresi yang akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kecemasan akan jatuh dan depresi terhadap kualitas hidup lansia di daerah urban kota Surakarta serta mencari faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di daerah urban kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study dengan subjek penelitian adalah lansia berumur 60 tahun keatas. Teknik pengambilan sampel dengan quota sampling dengan jumlah sampel 94 orang. Terdapat pengaruh kecemasan akan jatuh terhadap kualitas hidup lansia sebesar 26.8% dan tidak terdapat pengaruh depresi terhadap kualitas hidup lansia. Kecemasan akan jatuh merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup lansia (OR -0.971,p=0.048, 95% CI: -1.933 – -0.009). Kecemasan akan jatuh merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia yang tinggal di urban.
SOSIALISASI FISIOTERAPI TENTANG DETEKSI DINI AUTISME DI POSYANDU SIDOMULYO DESA KEDUNGMULYO BOYOLALI JAWA TENGAH Muhammad Iqbal Yazid Fazry; Arin Supriyadi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.671 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3143

Abstract

Kedungmulyo Village is a village located in the district of Need, Purworejo, Central Java, Indonesia. Kedungmulyo Village is one of 41 villages in Need District which has a distance of 30 km from the district city. Kedungmulyo Village has an area of ​​169,320 Ha / 0.9 Km2. The population in Kedungmulyo Village is 1619 people (359 families) consisting of 736 men and 883 women spread over four hamlets. Various kinds of diseases can be experienced by a person, including newborn children, therefore in order to increase public knowledge and understanding of children's development which is very important for the future, it is necessary to carry out physiotherapy socialization in recognizing and preventing a symptom. One of the diseases that can be experienced by these children is Autism.
Penatalaksanaan Fisioterapi Conginetal Muscular Torticollis Sinistra: Studi Kasus Arin Supriyadi; Fira Fadhilah Saly; Nanda Farah; Naomi Kharista; Andik Rohmana
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 1 (2022): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Edisi Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i1.21903

Abstract

Congenital Muscular Torticollis adalah kelainan postur muskuloskeletal yang muncul saat lahir atau segera setelahnya akibat adanya pemendekan otot dan peningkatan tonus otot Sternocleidomastoideus unilateral dengan manifestasi posisi kepala ipsilateral dengan rotasi ke sisi kontralateral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus yang disertai interview pada orang tua/wali anak dan observasi secara langsung di Klinik Fisioterapi Diena Prambanan. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah hipertrofi dan stiffness otot serta keterbatasan Lingkup Gerak Sendi leher menggunakan Muscle Function Test (MFS). Problematika fisioterapi yang ditemukan dlakukan intervensi fisioterapi dengan modalitas IRR, massage dan mobilisasi, serta terapi latihan dengan passive stretching. Hasil evaluasi menunjukkan masih adanya keterbatasan LGS, stiffness mulai berkurang pada m. upper trapezius, m. scaleni, dan m. rhomboid serta berkurangnya hipertrofi pada m. SCM sinistra anak. Pemberian modalitas IRR yang dikombinasikan dengan manual terapi dan terapi Latihan memberikan hasil yang bermakna dalam meningkatkan LGS dan Muscle Function pada CMT.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS TUBERKULOSIS PARU (A Case Report) Luthfia Fadillah; Arin Supriyadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i8.4616

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Myobacterium tuberculosis. Bakteri tuberkulosis ditularkan melalui droplet di udara dan penularannya dapat melalui bersin atau batuk. Adanya hipersekresi dan kelainan ventilasi paru pada tuberkulosis paru menyebabkan peningkatan Respiratory Rate (RR), pengembangan otot pernapasan secara berlebih dan kelemahan kerja sangkar torak. Rehabilitasi fisioterapi perlu dilakukan pada tuberkulosis paru, diantaranya menggunakan inhalasi nebulizer, Breathing Control, Pursed Lip Breathing dan Endurance Training. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada tuberkulosis paru terhadap sesak napas, peningkatan kerja sangkar torak dan peningkatan aktivitas fungsional. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Dungus Madiun. Problematika yang dialami pasien adalah sesak napas, penurunan kerja sangkat torak dan penurunan aktivitas fungsional. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah inhalasi nebulizer, Breathing Control, Pursed Lip Breathing dan Endurance Training yang dilakukan selama 2 kali/minggu selama 1 bulan. Hasil: Pemeriksaan sesak napas dengan Borg Scale menunjukkan penurunan sesak napas dari 5 menjadi 3. Penurunan kerja sangkar torak diukur dengan antropometri pada axilla dari 1 cm menjadi 1,3 cm, ICS 4 dari 1 cm menjadi 1,5 cm dan pada procesus xiphoideus dari 1,5 cm menjadi 2 cm. Pemeriksaan aktivitas fungsional dengan MMRC (Modified Medical Research Council) Dyspnea Scale menunjukkan tingkat aktivitas fungsional dari 3 menjadi 2. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi mampu menurunkan sesak napas, meningkatkan kerja sangkar torak dan meningkatkan aktivitas fungsional.
HUBUNGAN KESEIMBANGAN TUBUH DAN KEBUGARAN FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA DI DESA BENDOSARI, SUKOHARJO Desi Rahmadhina Putri; Dwi Rosella Komalasari; Arin Supriyadi; Wijianto -
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.851

Abstract

Latar belakang: Seiring dengan peningkatan jumlah populasi lansia, maka kualitas hidup lansia juga perlu diperhatikan. Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun. Lansia mengalami perubahan pada strukur di berbagai sistem organ serta perubahan-perubahan tersebut akan berpengaruh pada keseimbangan tubuh, kebugaran fisik, serta kualitas hidup pada lanjut usia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan keseimbangan tubuh dan kebugaran fisik dengan kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo serta mencari faktor dominan apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada 94 lansia didesa Bendosari pada bulan Desember 2021. Instrumen yang digunakan adalah Modified Clinical Test of Sensory Interaction in Balance (mCTSIB), Timed Up and Go test (TUG), Two Minutes Walking Test (2MWT) serta WHOQOL-BREF versi Ina. Hasil: Terdapat hubungan antara keseimbangan dinamik dan kebugaran fisik terhadap kualitas hidup dengan koefisien korelasi masing-masing yaitu -0,299 dan 0,240. Keseimbangan dinamik sebagai variabel yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR -0,401, 95% CI: (-0,707) – (-0,095), P=0,011] dan Body Mass Index menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR 0,379, (95% CI: 0,022 – 0,736, P=0,038]. Kesimpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari adalah keseimbangan dinamik serta Body Mass Index. 
Komunikasi Edukasi Penyuluhan Slow Deep Breathing Exercises Terhadap Hipertensi Pada Warga Kelurahan Sumber Surakarta di Wilayah Binaan Puskesmas Banyuanyar Jihan Bariqa Arya Ramadhani; Arin Supriyadi; Selina Sinta Debi
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i1.3578

Abstract

Background: High blood pressure, commonly known as hypertension, is a medical condition that must be taken seriously. If uncontrolled, hypertension can cause various complications from other serious diseases. Seeing the high prevalence of hypertension in Indonesia, efforts are needed to reduce blood pressure in elderly people who suffer from hypertension. The aim of this activity is to provide educational outreach about hypertension, namely a slow deep breathing exercise training program to help lower blood pressure in residents suffering from hypertension.Method: Community Service Counseling is carried out using leaflets, blood pressure checks using a sphygmomanometer and blood pressure lowering exercises using the slow deep breathing exercise technique. The population for this activity are residents of the Sumber Surakarta subdistrict.Results: One effective treatment method for patients with hypertension is slow deep breathing exercises. This community service activity was held at Posyandu Posyandu COE Catur Manunggal RW 16 Sumber. Conclusion: The outreach and education activities on slow deep breathing exercises for hypertension carried out at Posyandu COE Catur Manunggal RW 16 Sumber Village, can increase the knowledge of cadres and residents about hypertension and slow deep breathing breathing exercises. The results are expected to bring improvements to the quality of life of residents suffering from hypertension
Penyuluhan Senam Otak untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif pada Komunitas Lansia di Wilayah Puskesmas Mojolaban Kota Surakarta Ilvia Rema Viani; Arin Supriyadi
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): April : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v3i2.1298

Abstract

Mojolaban is one of the sub-districts in Sukoharjo Regency, Central Java. Mojolaban Sub-district has a Health Center as its role in the field of public health at the first level with 2 health centers, namely Mojolaban Health Center as the main health center and Jati Malang Health Center as a supporting health center. The 10 largest number of diseases in Mojolaban Health Center is in the elderly. When the elderly experience a degenerative process due to the aging process, one of which is changes in the neurological system so that the elderly experience cognitive decline. The purpose of this program is to help provide education, prevention and maintain these changes so that they do not worsen. The method used is education in the form of counseling and providing leaflets to the Healthy Jaya Abadi Elderly Post Community in Wirun Village. The results of the pre-test and post-test questionnaires to assess understanding showed a significant increase in understanding with an average pre-test value of 20% and an average post-test value of 80%.
Management Fisioterapi Pada Kasus Post Operasi Histerektomi Pervaginam Akibat Prolaps Uteri: Case Study Agitha, Intan Tri; Arin Supriyadi; Nurul Muflihah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Prolaps uteri adalah kondisi di mana uterus turun dari posisi normalnya ke dalam vagina, sering kali disertai dengan prolaps dinding vagina depan (sistokel) dan belakang (rektokel). Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan berkemih, rasa tidak nyaman di daerah panggul, dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Angka kejadian prolaps uteri meningkat seiring usia, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada wanita lanjut usia. Histerektomi vaginal, yaitu operasi pengangkatan uterus melalui vagina, adalah salah satu penanganan untuk prolaps uteri. Fisioterapi pasca operasi histerektomi berperan penting dalam memulihkan fungsi fisik, mengurangi komplikasi, dan mendukung pemulihan pasien. Sesuai output evaluasi, intervensi fisioterapi yang ada terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, menguatkan otot dasar panggul dan abdomen, dan menambah kemampuan fungsional pasien.
Penyuluhan Golden Period Pada Penanganan Stroke Di Perkumpulan Ibu PKK Di Desa Tumang Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Richie Purnama Wahyu Apriyanto; Wanda Indriya Pramesti; John Hotma Marchelino; Neni Oktaviani; Muhammad Ghozi Rezki Ramadan Sitompul; Tomiana Tomiana; Arin Supriyadi; Arif Pristianto; Wahyuni Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v1.58

Abstract

Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah, oksigen atau zat - zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat. Salah satu kunci penting dalam mengurangi kematian dan meminimalkan kerusakan otak yang ditimbulkan oleh stroke iskemik adalah memberikan penanganan yang cepat dan tepat (golden period). Waktu yang paling direkomendasikan pada pasien stroke 3 – 4,5 jam yang disebut golden period. Jika penanganan stroke diberikan lebih dari rentang waktu (golden period) maka kerusakan neurologis yang dialami pasien akan bersifat permanen. Dalam penelitian lain, golden period bagi penderita stroke untuk mendapatkan penyelamatan yang optimal adalah kurang dari 6 jam setelah stroke pertama kali ditemukan. Penanganan medis yang baru diberikan lebih dari 12 jam setelah stroke terjadi berisiko menyebabkan cacat permanen yang lebih besar. Tujuan : Untuk meningkatkan pemahaman tentang golden period dan pencegahan memburuknya kondisi fisik jika terkena stroke pada perkumpulan ibu PKK di desa Tumang kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali. Metode: Kegiatan in dipilih untuk menyampaikan penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media power point dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang golden period dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan kuesioner post-test. Hasil: Kuesioner pre-test diperoleh hasil sebanyak 18 orang  tidak memahami tentang golden period dan stroke sedangkan hanya 7 orang yang memiliki pemahaman tentang golden period dan stroke. Kuesioner post-test diperoleh hasil sebanyak 23 orang memahami tentang materi penyuluhan yang diberikan sedangkan hanya 2 orang yang tidak memahami materi penyuluhan yang diberikan. Kesimpulan : Penyuluhan golden period pada stroke memiliki dampak baik dalam membantu meningkatkan pengetahuan anggota komunitas terkait golden period pada stroke.