Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA PENGARUH NILAI TOTAL MOISTURE TERHADAP GROSS CALORIVIC VALUE PADA BATUBARA JENIS X DI PT BUKIT ASAM Tbk UNIT PELABUHAN TARAHAN Euis Kusniawati; Indah Pratiwi; Sasya Nanda Yonika
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i8.4652

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai total moisture terhadap gross calorivic value pada batubara jenis X yang berasal dari PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan. Kualitas suatu batubara dapat ditentukan dengan cara analisa secara fisik maupun kimia. Umumnya untuk menentukan kualitas batubara dilakukan analisa kimia pada batubara yang diantaranya berupa analisis proksimat dan analisis ultimat. Metode yang digunakan untuk menentukan total moisture yaitu dengan metode gravimetri dan penentuan nilai kalori dengan menggunakan alat bomb calorimeter dengan prinsip kerja asaz black. Hasil nilai total moisture yang didapat 17,53%, 20,79%, 17,92%, 21,07%, 10,73%, 19,43%, 20,07%, 21,76%, 22,79%, 32,12%. Dan nilai gross calorivic value basis adb yaitu 6836 cal/g, 6511 cal/g, 6738 cal/g, 6456 cal/g, 7075 cal/g, 6706 cal/g, 6685 cal/g, 6688 cal/g, 6535 cal/g, 6484 cal/g. Hasil total moisture yang diuji didapatkan berada pada rentang 10.43% - 32.12%, dengan rata - rata 20.42%. Nilai gross calorific value (GCV) didapatkan berada pada rentang 6456 – 7075 kal/g yang di mana kalori pada rentang tersebut masuk ke dalam klasifikasi bituminous. Hasil total moisture tersebut disimpulkan berada di atas standar yang diterapkan perusahaan yaitu sebesar 11%. Hubungan antara Total Moisture dan Gross Calorivic Value berbanding terbalik. Karena semakin tinggi Moisture pada suatu batubara maka nilai kalori yang dihasilkan akan rendah.
THE UTILIZATION OF BIOCOAGULANT FROM MELON SEEDS POWDER TOWARDS THE DECREASE IN pH, TSS AND TDS IN TOFU INDUSTRIAL LIQUID WASTE Euis Kusniawati; Indah Pratiwi; Dhearra Gelennea Vega Antari
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 7: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i7.5395

Abstract

Tofu industrial liquid waste contains very high organic materials. The organic compounds in the liquid waste are in the forms of proteins, carbohydrate, fats and oil. Therefore, the tofu wastewater should go under special treatment before being disposed into the environment to reduce pollution. One alternative coagulant that can be used is melon seed powder (Cucumis melo L.). Melon seeds (Cucumis melo L.) have many benefits, one of which can function as a coagulant for wastewater treatment from tofu industry. The purpose of the study was to determine the effects of mass variations, variations of stirring and duration of deposition on the results of the coagulation and flocculation process of tofu industrial wastewater. This study used melon seed powder with low water content. Variations of coagulant mass applied in the testing were 0.3 g, 0.5 g, and 0.7 g, and the coagulant size was 80 mesh, with an initial pH of 3.5, TSS (Total Suspended Solid) 420 mg/L, and TDS (Total Dissolved Solid) 4.250 mg/L, while the optimum deposition time obtained was 30 minutes with pH changing to 5.0, TSS 199 mg/L, and TDS 1689 mg/L.
PEMANFAATAN SEKAM PADI SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK MENURUNKAN KADAR pH, TURBIDITY, TSS, DAN TDS Euis Kusniawati; Dian Kurnia Sari; Mareska Karenina Putri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i10.5405

Abstract

Sekam padi (Oryza sativa L.indica) merupakan salah satu bentuk limbah pertanian yang memiliki kandungan selulosa sebanyak 34,34 % – 43,80 % yang berpotensi sebagai karbon aktif. Karbon Aktif dari sekam padi dibuat melalui tiga tahap yaitu pengeringan, karbonisasi dan aktivasi menggunakan H3PO4. Sekam padi dijemur dibawah terik matahari lalu di karbonisasi dengan Furnace pada suhu 300 ℃ selama 40 menit kemudian diaktivasi dengan H3PO4. Karakterisasi dari karbon aktif mengacu pada Standar Nasional Indonesia 06-3730-1995 meliputi kadar abu dan kadar air. Pengujian air sumur yang dilakukan menggunakan parameter pH, turbidity, TSS dan TDS. Variasi yang digunakan yaitu variasi berat 0,5; 0,7; 0,9gram dan variasi waktu kontak 40, 50, 60 menit. Dari hasil penelitian yang dilakukan dosis dan waktu kontak yang paling efektif untuk menurunkan kadar pH, turbidity, TSS dan TDS adalah 0,9gram dengan lama waktu kontak 60 menit.