Kecerdasan emosional membantu individu untuk menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasan, dan mengatur suasana hati. Remaja dengan kecerdasan emosional yang tinggi menunjukkan hubungan antar manusia dengan integritas dan mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial serta lingkungannya. Sebaliknya, remaja yang memiliki kecerdasan emosional rendah, sering kali tidak dapat secara efektif menangani masalah yang berhubungan dengan emosi, dan dapat menyebabkan hubungan teman sebaya yang tidak menyenangkan, serta lebih banyak konflik interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional pada siswa SMA di Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 286 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner kecerdasan emosional yang dikembangkan oleh Afrianti (2017) berdasarkan konsep Goleman, melalui google form dan analisa data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kecerdasan emosional yang tinggi yaitu sebanyak 157 (54,9%) responden. Artinya, responden memiliki aspek kecerdasan emosional, yaitu dapat memahami emosi sendiri dan orang lain, mengelola emosi, mampu memotivasi diri, dan menjalin hubungan baik dengan orang lain. Direkomendasikan kepada perawat komunitas agar dapat berkerjasama dengan pihak sekolah dan orang tua agar dapat membuat program untuk meningkatkan kecerdasan emosional pada siswa.