Najma Fatimatuz Zakiyah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KESENIAN TARI GANDRUNG SEBAGAI SARANA PERKEMBANGAN BAKAT PERSERTA DIDIK SMP DI KABUPATEN BANYUWANGI Ivan Rizki Fauzi; Gesta Pramatasari; Kharisma Husnul Khotimah; Najma Fatimatuz Zakiyah; Firdha Yusmar; I Ketut Mahardika; Rizka Elan Fadilah
FKIP e-PROCEEDING 2022: Seminar Nasional N-ConferSE III 2022
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe the Gandrung Dance in the City Banyuwangi, East Java Province, to make it easier for students to develop talents the art of Gandrung Dance and can be a medium of learning for all. Method research that is used as a background, the history of the development of Gandrung art, and the form of presentation in Banyuwangi Regency using descriptive methods qualitative. Gandrung dance itself is a dance performed by adults, you can too delivered by junior high school students in Banyuwangi Regency. This dance performed solo or in groups. There are three types of Jejer Gandrung dance Floor patterns include circles, squares, and lines. In the Jejer Gandrung Kembang dance Menur there are four floor patterns including: Trapezoid, circle, straight line, and arch. Likewise, the Gandrung Dor dance has seven floor patterns including lines curve, straight line, rhombus, trapezoid, parallelogram, and circle.
PENGARUH KESENIAN TARI GANDRUNG SEBAGAI SARANA PERKEMBANGAN BAKAT PERSERTA DIDIK SMP DI KABUPATEN BANYUWANGI Ivan Rizki Fauzi; Gesta Pramatasari; Kharisma Husnul Khotimah; Najma Fatimatuz Zakiyah; Firdha Yusmar; I Ketut Mahardika; Rizka Elan Fadilah
FKIP e-PROCEEDING 2022: Seminar Nasional N-ConferSE III 2022
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe the Gandrung Dance in Banyuwangi City, East Java Province, in order to make it easier for students to develop Gandrung Dance art and can be a learning medium for all. The research methods used are the background, the history of the development of Gandrung art, and the form of presentation in Banyuwangi Regency using qualitative descriptive methods. Gandrung dance itself is a dance performed by adults, it can also be performed by Junior High School Students in Banyuwangi Regency. The dance is performed in a solo or group form. Jejer Gandrung dance type there are three floor patterns including circles, squares, and lines. In the Jejer Gandrung Kembang Menur dance, there are four floor patterns including: Trapezoidal, circle, straight line, and curved. Likewise, Gandrung Dor dance has seven floor patterns including curved lines, straight lines, rhombuses, trapezoids, parallelograms, and circles.
ANALISIS PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI GERAKAN, GELOMBANG, DAN CAHAYA PADA KELAS 8A DAN 8B SMPN 2 SEMPU Najma Fatimatuz Zakiyah; Nilna Ulfia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13687

Abstract

Pembelajaran adalah proses yang bertujuan untuk mengubah perilaku melalui interaksi antara peserta didik dan lingkungannya. Pendidikan di Indonesia terdiri dari beberapa tingkatan, salah satunya adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang harus dilalui sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Menengah Atas (Ridho, 2020). Penelitian ini dilakukan secara murni yang bertujuan untuk menganalisis pembelajaran IPA pada materi gerakan, gelombang, dan cahaya pada kelas 8 SMPN 2 Sempu tahun ajaran 2023/2024 yang dilakukan tanpa rekayasa. Penelitian yang dilakukan menggunakan 8 sampel dari kelas 8A dan 8B dengan total respondent 16 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu 20 soal mengenai materi gerakan, gelombang, dan cahaya dan juga 8 pertanyaan refleksi untuk mengetahui kendala siswa dalam memahami materi gerakan, gelombang, dan cahaya. Soal dan pertanyaan refleksi dikerjakan melalui google formulir yang dilakukan di ruang lab komputer setelah pembelajaran materi gerakan, gelombang, dan cahaya. Metode penelitian yang digunakan adalah data kuantutatif dengan teknik analisis dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA pada materi gerakan, gelombang, dan cahaya di kelas 8 SMPN 2 Sempu belum sepenuhnya efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi kurangnya pemahaman konsep, keterbatasan waktu, serta penggunaan metode pembelajaran yang belum mendukung. Oleh karena itu, disarankan agar guru meningkatkan pemahaman konsep melalui pendekatan yang lebih variatif dan memperhatikan waktu pembelajaran secara optimal.