RULLY MAMBO
samratulangi University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN DI RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SULA ADJIE IRHAM PAWAH; JOHNNY HANNY POSUMAH; RULLY MAMBO
JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK Vol. 8 No. 4 (2022): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan di Rumah Sakit Daerah KabupatenKepulauan Sula. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Informan penelitiana adalahPegawai/Staf (2 orang), Dokter/Perawat (3 orang), dan informan dari masyarakat penerima pelayanan sebanyak5 orang jadi total informan ada 10 orang. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, sedangkanteknik analisis yang digunakan adalah analisis model interaktif dari Miles dan Hubernan. Berdasarkan darihasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Tangibles yaitukualitas pelayanan berupa sarana fisik perkantoran, komputerisasi administrasi, ruang tunggu dan tempatinformasi. Sudah cukup memadahi begitu pula penyajian untuk transparansi informasi pelayanan kesehatanRumah Sakit Daerah Kabupaten Kepulauan Sula sudah cukup baik, pasalnya informasi pelayanan kesehatandapat ditemui masyarakat dengan mudah saat berkunjung ke Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kepulauan Sulakarena informasi tersebut banyak ditempel ditembok-tembok Rumah Sakit dan papan informasi. Masyarakatpun dapat langsung bertanya kepada petugas pelayanan terkait informasi pelayanan, proses, mekanisme, alurdan pembayarannya. (2) Reliability yaitu kemampuan dan keandalan menyediakan pelayanan yang terpercaya.untuk transparansi informasi pelayanan kesehatan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kepulauan Sula sudahcukup baik, pasalnya informasi pelayanan kesehatan dapat ditemui masyarakat dengan mudah saat berkunjungke Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kepulauan Sula karena informasi tersebut banyak ditempel ditemboktembokRumah Sakit dan papan informasi. pelayanan kesehatan yang diberikan petugas maupun perawan jugasudah sesui dengan aturan yang ada dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan. (3)Responsiveness yaitu kesanggupan membantu dan menyediakan pelayanan secara cepat, tepat serta tanggapterhadap keinginan konsumen. pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sudah cukup efektif dan efisien.Pasalnya tenaga kerja yang ada termasuk tenaga kerja yang profesional dalam menjalankan tugasnyamelakukan pelayanan kesehatan dan mengarahkan masyarakat sesuai prosedur yang ditetapkan. namunbeberapa masyarakat terkadang masih memilih pengobatan tradisional yang dianggap lebih mujarap dan lebihterjangkau. (4) Assurance yakni meyakinkan kepercayaan konsumen. penyelenggara pelayanan kesehatandalam hal ini petugas pelayanan kesehatan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kepulauan Sula sudah sangat baikdalam mendorong peran serta masyarakat dan membangun kepercayaan untuk dapat memperoleh kesehatandengan berobat ke Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kepulauan Sula dengan menjaga komunikasi yang baikantara petugas pelayanan kesehatan, pasien dan masyarakat. serta selalu terbuka dalam menerima kritik dansaran serta aspirasi yang diberikan dari masyarakat. (5) Empathy yaitu sikap tegas tetapi penuh perhatiandari aparat terhadap konsumen. kesamaan hak dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit DaerahKabupaten Kepulauan Sula cukup baik, tidak ada perlakuan khusus baik suku, ras, agama, golongan, statussosial. semua diperlakukan samaKata Kunci : Kualitas Pelayanan, Pelayanan Kesehatan
Pemberdayaan Masyarakat Petani Sayur Di Desa Palelon Kecamatan Modoinding Geraldo Manaroinsong; Masje Silija Pangkey; Rully Mambo
JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/jap.v9i3.47490

Abstract

Abstrak: Permasalahan sumber daya manusia sebenarnya terletak pada keterampilan atau kemampuan yang ada pada diri seseorang. Sebagian besar PNS tidak menguasai pekerjaannya sendiri yang menunjukkan etos kerja yang buruk, selain itu mereka tidak dapat mengambil keputusan sendiri, dan kurang disiplin diri. Hal ini secara langsung menunjukkan kualitas mereka sebagai pegawai swasta yang digaji oleh masyarakat dan negara, namun kualitasnya buruk. Jika kantor merekrut karakter seperti ini, hasilnya hanya akan menimbulkan inefisiensi, masalah rumit, dan produktivitas menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kualitas Sumber Daya Manusia Dalam Melengkapi Berkas Billing Pada Sekretariat Daerah Bagian Umum. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Menurut jenis studi kasus. Penggunaan metode ini adalah menggali data sedetail mungkin hingga data yang diperoleh jenuh. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dari lapangan untuk metode pengumpulan data Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, dengan cara menjelaskan dan mendeskripsikan temuan dan fenomena berupa fakta dan data lapangan yang akan diperoleh. disusun secara sistematis. Penelitian ini dilakukan untuk memahami upaya pengembangan dalam menghadapi masyarakat petani sayuran di Desa Paleloan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan dan mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata. penelitian ini juga digunakan untuk mengkaji kondisi objek pertanian dan produk pertanian yang lebih menekankan signifikansi daripada generalisasi (Sugiono 2015:9). penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, dengan menjelaskan dan mendeskripsikan temuan dan fenomena dalam bentuk fakta dan data lapangan yang akan disusun secara sistematis. Penelitian ini dilakukan untuk memahami upaya pengembangan dalam menghadapi masyarakat petani sayuran di Desa Paleloan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan dan mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata. penelitian ini juga digunakan untuk mengkaji kondisi objek pertanian dan produk pertanian yang lebih menekankan signifikansi daripada generalisasi (Sugiono 2015:9). penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, dengan menjelaskan dan mendeskripsikan temuan dan fenomena dalam bentuk fakta dan data lapangan yang akan disusun secara sistematis. Penelitian ini dilakukan untuk memahami upaya pengembangan dalam menghadapi masyarakat petani sayuran di Desa Paleloan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan dan mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata. penelitian ini juga digunakan untuk mengkaji kondisi objek pertanian dan produk pertanian yang lebih menekankan signifikansi daripada generalisasi (Sugiono 2015:9). Penelitian ini dilakukan untuk memahami upaya pengembangan dalam menghadapi masyarakat petani sayuran di Desa Paleloan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan dan mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata. penelitian ini juga digunakan untuk mengkaji kondisi objek pertanian dan produk pertanian yang lebih menekankan signifikansi daripada generalisasi (Sugiono 2015:9). Penelitian ini dilakukan untuk memahami upaya pengembangan dalam menghadapi masyarakat petani sayuran di Desa Paleloan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan dan mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata. penelitian ini juga digunakan untuk mengkaji kondisi objek pertanian dan produk pertanian yang lebih menekankan signifikansi daripada generalisasi (Sugiono 2015:9).Kata kunci: Pemberdayaan Manusia, Petani sayur, Kecamatan Modoinding
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PEMERINTAH DESA BOWOMBARU UTARA KECAMATAN MELONGUANE TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Seila Gumolung; JOYCE RARES; RULLY MAMBO
JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/jap.v9i4.49292

Abstract

Abstrak Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan publik Pemerintah Desa Bowombaru Utara Kecamatan Melonguane Timur Kabupaten Kepulauan Talaud?. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kualitas pelayanan publik Pemerintah Desa Bowombaru Utara Kecamatan Melonguane Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa, Tokoh masyarakat desa, dan 2 orang masyarakat desa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pengambilan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan kualitas pelayanan publik Pemerintah Desa Bowombaru Utara dengan menggunakan 5 indikator yaitu: (1) Dimensi Tangibels (Berwujud) Pemerintah Desa belum melaksanakan secara baik mengenai kenyamanan tempat, kedisiplinan pegawai, kemudahan pelayanan, penggunaan alat bantu serta kemudahan akses. (2) Dimensi Reliability (Kehandalan) Pemerintah Desa masih kurang mengenai standar pelayanan yang jelas dan kemampuan pegawai. (3) Dimensi Responsiveness (Respon) Pemerintah Desa belum bisa memberikan kepuasan dalam segi respon yang cepat terhadap masyarakat. (4) Dimensi Assurance (Jaminan) Pemerintah Desa belum bisa memberikan kepastian ketepatan waktu. (5) Dimensi Empathy (Empati) Pemerintah Desa sudah melayani masyarakat dengan attitude yang baik akan tetapi masih terdapat pegawai yang melakukan diskriminasi kepada masyarakat. Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan Publik, Pemerintah Desa.
Penerapan Prinsip Good Governance Dalam Pelayanan Publik Di Kantor Desa Modayag Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Meisy Sangari; FEMMY TULUSAN; RULLY MAMBO
JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK Vol. 9 No. 4 (2023): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/jap.v9i4.51926

Abstract

Abstract This research is to find out how the principles of good governance are implemented in public services at the Modayag Village Office, Modayag District, East Bolaang Mongondow Regency? This research aims to determine the application of good governance principles in public services at the Modayag Village Office, Modayag District, East Bolaang Mongondow Regency. This research is qualitative research with a descriptive approach. The informants in this research were the Modayag Village Secretary, the Head of Modayag Village Planning Affairs, Modayag Village Office Employees, Modayag Village Community. Data analysis in this research uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show the implementation of good governance in public services at the Modayag Village Office, namely: (1) Transparency, the Modayag Village Government has not been optimal in conveying information related to the services provided, as evidenced by the absence of service information as well as procedures and conditions for obtaining services on information boards, (2) Accountability, the Modayag Village Government has not implemented well the presentation of information on the implementation of activities and there is no physical evidence regarding accountability reports, (3) Responsiveness, the Modayag Village Government has been very good at welcoming the community, but still lack of speed and punctuality in service, this is proven by employees who lack discipline when carrying out their duties, are not in the office during working hours and lack of understanding of the types of services available which hinders serving community needs, (4) Effectifitas and Effeciency, the Modayag Village Government has not implemented it properly , this is proven by employees who are unable to use existing facilities and infrastructure such as computers, so that administrative services such as correspondence have to wait for those who can use computers before they can be handled, what is more fatal is that service users are directed to the photo/copy place to ask for a letter to be made. required then return to the village office to ask for the number and signature.  Keywords:  Implemented Of Good Governance, Public Service.   Abstrak Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik di Kantor Desa Modayag Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur?. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik di Kantor Desa Modayag Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Sekretaris Desa Modayag, Kepala Urusan Perencanaan Desa Modayag, Pegawai Kantor Desa Modayag, Masyarakat Desa Modayag. Analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan penerapan good governance dalam pelayanan publik di Kantor Desa Modayag yaitu : (1) Transparansi, Pemerintah Desa Modayag belum maksimal dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pelayanan yang diberikan, dibuktikan dengan tidak adanya informasi pelayanan serta prosedur dan syarat-syarat untuk mendapatkan pelayanan di papan informasi, (2) Akuntabilitas, Pemerintah Desa Modayag belum menerapkan dengan baik mengenai penyajian informasi penyelenggaraan kegiatan serta tidak adanya bukti fisik mengenai laporan pertanggungjawaban, (3) Daya Tangkap, Pemerintah Desa Modayag sudah sangat baik dalam menyambut masyarakat, akan tetapi masih kurang cepat dan tepat waktu dalam pelayanan, ini dibuktikan oleh pegawai yang kurang disiplin saat menjalankan tugas, saat jam kerja tidak berada di kantor dan kurang memahami tentang jenis pelayanan yang ada membuat pelayanan kebutuhan masyarakat terhambat, (4) Efektifitas dan Efisien, Pemerintah Desa Modayag belum menerapkan dengan baik, ini dibuktikan dengan pegawai yang kurang bisa menggunakan sarana dan prasarana yang ada seperti komputer, sehingga untuk pelayanan administrasi seperti surat-menyurat harus menunggu yang bisa menggunakan komputer baru bisa ditangani, yang lebih fatalnya pengguna layanan diarahkan ke tempat foto/copy untuk minta dibuatkan surat yang diperlukan lalu balik ke kantor desa untuk meminta nomor dan tanda tangan.  Kata Kunci: Penerapan Good Governance, Pelayanan Publik.
PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA KANONANG TIGA KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Aprillia A Rosang; Johnny Hanny Posumah; Rully Mambo
JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK Vol. 9 No. 4 (2023): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35797/jap.v9i4.52187

Abstract

ABSTRACT The aim of this research is, among other things, to find out how preparation of development planning in the village of Kanonang Tiga District Kawangkoan, Minahasa Regency. Using qualitative research methods or descriptive. Data collection techniques are carried out in combination or triangulation, and qualitative/inductive data analysis, as well as the results research emphasizes the meaning of generalization. Research findings that Preparing village development planning is a routine agenda that must be carried out implemented by the Village Government by involving the Village Consultative Body and elements of society in a participatory manner. This is what it aims to achieve sustainable village development and utilizing village resources with reference to district/city development planning. For improving the quality of life of village communities, the village government must develop village development planning based on community needs and aspirations and the potential resources it has. Keywords : Preparation, Planning, Village Development. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini antara lain, untuk mengetahui bagaimana penyusunan perencanaan pembangunan di desa Kanonang Tiga Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Memnggunakan metode penelitian kualitatif atau deskriptif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan secara gabungan atau trigulasi, dan analisis data yang bersifat kualitatif/ induktif, serta hasil dari penelitian menekankan kepada makna dari generalisasi. Temuan penelitian bahwa penyusunan perencanaan pembangunan desa merupakan agenda rutin yang harus dilaksanakan Pemerintah Desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat secara partisipatif. Hal ini bertujuan untuk mencapai pembangunan desa yang berkelanjutan dan memanfaatkan sumber daya desa dengan merujuk pada perencanaan pembangunan kabupaten/kota. Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, pemerintah desa harus menyusun perencanaan pembangunan desa berdasarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta potensi sumber daya yang dimilikinya. Kata Kunci : Penyusunan, Perencanaan, Pembangunan Desa.