Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK BANJIR ROB TERHADAP KERUSAKAN BANGUNAN DI KELURAHAN BANDENGAN KECAMATAN KABUPATEN KENDAL Sunarna Sunarna; Henny Pratiwi Adi; Moh. Faiqun Ni’am
Rang Teknik Journal Vol 6, No 1 (2023): Vol. 6 No. 1 Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.718 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v6i1.3443

Abstract

Kabupaten Kendal merupakan daerah dataran rendah yang berada di pesisir pantai utara Laut Jawa yang sering dilanda bencana banjir rob. Fenomena banjir rob dapat menimbulkan kerugian, pada penelitian menyebutkan bahwa ada beberapa kerugian yang dialami warga masyarakat yang terkena banjir genangan akibat air laut pasang, baik yang berupa kerusakan prasarana/sarana lingkungan, bangunan/perabot rumah maupun ketidaknyamanan. Metode penelitian pada jurnal ini menggunakan metode quantitatif. Data penelitian ini diperoleh dari observasi langsung ke lapangan, wawancara dan menggunakan kuisioner dengan responden yang diambil sebanyak 150responden dari seluruh populasi Kelurahan Bandengan 1.280 kepala keluarga. penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan pada komponen bangunan, yaitu struktur bangunan, arsitektur dan utilitas. kerusakan komponen bangunan rumah tinggal akibat banjir rob dari hasil Analisa penelitian di dapat kerusakan struktur 28,22% (Sedang) sedangkan kerusakan komponen arsitektur sebesar 47,18 % (Sedang), dan kerusakan komponen utilitas bangunan rumah tinggal 51,37 % (Berat). Prosentase kehilangan fungsi komponen bangunan rumah tinggal yang didapat dari hasil analisa penelitian di Kelurahan Bandengan Kabupaten Kendal adalah sebesar 16,37% (Ringan) untuk aspek struktur, sedangkan untuk aspek arsitektur sebesar 2,36% (Ringan), serta dari aspek utilitas nilai kehilangan fungsinya sebesar 17,98% (Ringan).
ANALISIS KESIAPAN MODERNISASI IRIGASI PADA D.I. KEMARON KABUPATEN TEGAL PROVINSI JAWA TENGAH Nana Anta Purnama; S. Imam Wahyudi; Moh. Faiqun Ni’am
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Irigasi Kemaron terletak di Desa Rembul Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal, dengan areal Luas Layanan mencapai 353 hektar berada pada 3 (tiga) desa yaitu Rembul, Guci dan Tuwel. Untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional maka diperlukan pengelolaan irigasi yang efisien, efektif dan berkelanjutan serta melibatkan partisipasi masyarakat sehingga diperlukan adanya Modernisasi Irigasi. Kesiapan Modernisasi Irigasi pada D.I. Kemaron diukur dengan menilai 5 (Lima) Pilar Modernisasi Irigasi yang berpedoman pada Surat Edaran Dirjen SDA Kementerian PUPR nomor 01/SE/D/2019 tentang Pedoman Teknis Modernisasi Irigasi. Penelitian dilakukan untuk memperoleh Nilai Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) pada Daerah Irigasi Kemaron. Hasil penilaian dilakukan dengan Metode Wawancara/kuisoner terhadap Pilar-Pilar Modernisasi Irigasi sebagai Pilar Penyusun IKMI yaitu: Pilar Ketersediaan Air mencapai Nilai 17,36; Pilar Sarana dan Prasarana 14,01; Pilar Sistem Pengelolaan 14,23; Pilar Institusi Pengelola 16,27; dan Pilar Sumber Daya Manusia 6,82. Nilai IKMI secara keseluruhan untuk D.I. Kemaron adalah 68,69 dengan kategori cukup, modernisasi ditunda, dan perlu dilakukan perbaikan sesuai dengan Hasil IKMI selama 1–2 tahun. Prioritas penanganan menuju Modernisasi Irigasi ditentukan menggunakan Metode Analisis Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan Software Expert Choice. Kriteria yang digunakan adalah Budaya, Ekonomi, Sosial, dan Tingkat Kesulitan, serta alternatif dalam bentuk Lima Pilar Modernisasi Irigasi. Hasil analisis menunjukkan urutan prioritas sebagai berikut: Pilar Sumber Daya Manusia (0,279), Sistem Pengelolaan (0,203), Pilar Sarana dan Prasarana (0,197), Pilar Ketersediaan Air (0,167) dan Pilar Institusi Pengelola (0,154)