Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI EVALUASI PERENCANAAN JALAN RUAS JALAN KR.SANTRI – GUNUNGPRING MUNTILAN KAB. MAGELANG Agus Pujiharto; Antonius Antonius; M Faiqun Ni’am
Rang Teknik Journal Vol 6, No 1 (2023): Vol. 6 No. 1 Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.187 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v6i1.3473

Abstract

Latar belakang kajian evaluasi perencanaan jalan Kr.Santri – Gunungpring karena di ruas jalan tersebut terdapat makam Wali yang sampai saat ini masih banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai kota di jawa bahkan ada yang dari luar jawa. Dengan kondisi jalan saat ini yang terdapat beberapa lokasi jalan mengalami retak dan penurunan pada badan jalan, bagian jalan retak tersebut perlu dilakukan kajian teknis sebagai dasar perbaikan jalan yang mengalami retak dan penurunan tersebut. Metodologi kajian studi evalusi perencanaan jalan Kr.Santri – Gunungpring adalah, pertama tama melakukan studi kondisi kualitas lapis perkerasan jalan lama dengan dilakukan pengamatan secara langsung pada kondisi eksisting permukaan aspal jalan lama. Setelah itu dilakukan pengamatan LHR pada ruas jalan tersebut dengan berdasarkan kepada ,perhitungan forecast LHR kedepan dalam waktu 1 hingga 10 tahun yang terakhir dilakukan test DCP pada tepi jalan Kr.Santri-Gunungpring. Dengan demikian bisa diketahui kondisi lapis pondasi dan lapis perkerasan jalan tsb dan dapat diketahui juga hasil CBR berdasarkan test DCP nya. Hasil dari pengamatan pada kondisi dan kualitas lapis perkerasan permukaan jalan Kr.Santri-Gunungpring diketahuai pada sisi kiri jalan terjadi retakan dan penurunan pada lokasi ts. Nilai Cbr rata-rata dari hasil test DCP setiap 200 meter adalah 5,46%. Sehingga perlu dilakukan perbaikan dengan melakukan pembongkaran pada kondisi aspal yang retak tsb selanjutnta dilakukan galian pada pondasi jalan yang lama lalu diganti dengan material Agregat kelas A, diatasnya dilakukan pengaspalan dengan AC BASE tebal 7 cm,setelah itu dilakukan Overlay dua lapias AC BC 6 cm dan AC WC 4 cm dari hasil test CBR dilapangan maka untuk tebal Agregat kelas A 30 cm. Pada hasil evaluasi berdasar pada perhitungan LHR dalam waktu 1tahun sampai dengan 10 tahun kedepan dihasilkan perhitungan kapasitas ruas jalan Kr. Santri-Gunungpring dengan 6 meter sehingga tidak perlu dilakukan pelebaran jalan.
Analisis Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Kuat Lentur Beton Self Compacting Concrete (SCC) dengan Penambahan Abu Sekam Padi Bintang Putra Mahardhika; Dendi Irawan Irawan; Antonius Antonius
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat lentur beton Self Compacting Concrete (SCC) dengan penggunaan superplasticizer Viscocrete 3115 N. Metode penelitian yang digunakan ialah metode eksperimen laboratorium dengan variasi substitusi abu sekam padi sebesar 0%, 5%, dan 10% dari berat semen. Pengujian beton segar dilakukan menggunakan metode slump flow, V-funnel, dan L-box berdasarkan standar EFNARC untuk mengetahui karakteristik SCC. Pengujian sifat mekanik beton meliputi kuat tekan pada umur 7 hari dan 28 hari, kuat tarik belah, serta kuat lentur beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi campuran masih memenuhi persyaratan beton SCC berdasarkan standar EFNARC dengan nilai slump flow 680–700 mm, V-funnel 9–12,20 detik, dan L-box 0,80–0,88. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan bahwa variasi abu sekam padi 5% menghasilkan kuat tekan optimum sebesar 34,712 MPa pada umur 28 hari, lebih tinggi dibandingkan beton normal sebesar 33,940 MPa. Namun, penambahan abu sekam padi sebesar 10% menyebabkan penurunan kuat tekan menjadi 25,262 MPa. Pada pengujian kuat tarik belah dan kuat lentur, nilai kekuatan beton cenderung menurun seiring bertambahnya kadar abu sekam padi. Variasi beton normal menghasilkan kuat tarik belah tertinggi sebesar 3,086 MPa dan kuat lentur sebesar 4,299 MPa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan abu sekam padi sebesar 5% merupakan variasi optimum karena masih mampu meningkatkan kuat tekan beton SCC tanpa mengurangi karakteristik beton segar secara signifikan.