Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI HAND PUPPET DALAM UPAYA MENGURANGI INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Aidin Aidin; Siama Siama
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 6 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v6i2.1121

Abstract

Semenjak pandemi virus corona melanda, penggunaan smartphone pada anak menjadi hal yang lumrah saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, banyak sekali orang tua yang kesulitan membatasi frekuensi penggunaan smartphone pada anaknya. Peran orang tua sangat penting dalam mengelola penggunaan smartphone pada anak yang notabene masih dalam pendampingan orang dewasa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti peranan smartphone dengan media lain yang digemari anak. Salah satu media yang dapat diimplementasikan adalah "Hand Puppet". Penelitian ini berdasarkan urgensi penggunaan smartphone pada anak saat ini sulit dihindarkan. Penelitian ini perlu dilakukan untuk membantu orang tua maupun pihak terkait dalam menanggulangi penggunaan smartphone berlebih pada anak di masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan eksperimen dengan dua variabel yaitu variabel bebas (Independent Variable) adalah implementasi "hand puppet", dan variabel terikat (Dependent Variable) adalah "intensitas penggunaan smartphone". observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu: 1). Observasi yang dilakukan sebelum treatment. 2). Observasi yang dilakukan sesudah treatment. Observasi yang dilakukan sebelum treatment (Ol) disebut pre-test, dan observasi yang dilakukan sesudah treatment (O2) disebut post-test. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi hand puppet dapat mengurangi intensitas penggunaan smartphone pada anak usia sekolah dasar. Hasil tersebut sesuai dengan kelebihan dari media hand puppet itu sendiri antara lain; (1) Orang tua bisa memakai boneka atau boneka tangan untuk menyampaikan pesan. Sebab, anak akan mudah menangkap pesan dengan cara yang menyenangkan, (2) Mengajarkan anak untuk mendengar, ini penting karena anak yang bisa memberikan perhatian saat mendengar akan membantu dalam proses belajar di bangku sekolah (3) Meningkatkan kemampuan linguistik, mendengarkan cerita dengan alat peraga boneka membantu anak menambah kosa kata baru. Ini juga akan membantu anak dalam berkomunikasi dengan baik, (4) Lebih kreatif, pada saat anak bermain boneka atau boneka tangan maka mereka akan mengeluarkan ide-ide cerita sesuai dengan karakter yang dibentuk, hal ini merangsang otak anak untuk berpikir kreatif.
MEDIA PEMBELAJARAN SCRAPBOOK MATEMATIKA PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA Nursidrati Nursidrati; Qurban Hajar; Siama Siama; Nurlailah Nurlailah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21987

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran yang memudahkan siswa dalam memahami konsep segiempat dan segitiga, media yang dikembangkan berupa scrapbook Matematika. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pengembangan. Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari analisis produk yang dikembangkan, mengembangkan produk awal, dan uji coba produk. Hasil menunjukan bahwa Persentase kevalidan media sebesar 82,5% dan kepraktisan media sebesar 88,2%. Penelitian juga menunjukkan bahwa media mampu menunjang kegiatan belajar siswa serta memotivasi siswa dalam belajar.
IMPLEMENTASI HAND PUPPET DALAM UPAYA MENGURANGI INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Aidin Aidin; Siama Siama
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 6 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v6i2.1121

Abstract

Semenjak pandemi virus corona melanda, penggunaan smartphone pada anak menjadi hal yang lumrah saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, banyak sekali orang tua yang kesulitan membatasi frekuensi penggunaan smartphone pada anaknya. Peran orang tua sangat penting dalam mengelola penggunaan smartphone pada anak yang notabene masih dalam pendampingan orang dewasa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti peranan smartphone dengan media lain yang digemari anak. Salah satu media yang dapat diimplementasikan adalah "Hand Puppet". Penelitian ini berdasarkan urgensi penggunaan smartphone pada anak saat ini sulit dihindarkan. Penelitian ini perlu dilakukan untuk membantu orang tua maupun pihak terkait dalam menanggulangi penggunaan smartphone berlebih pada anak di masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan eksperimen dengan dua variabel yaitu variabel bebas (Independent Variable) adalah implementasi "hand puppet", dan variabel terikat (Dependent Variable) adalah "intensitas penggunaan smartphone". observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu: 1). Observasi yang dilakukan sebelum treatment. 2). Observasi yang dilakukan sesudah treatment. Observasi yang dilakukan sebelum treatment (Ol) disebut pre-test, dan observasi yang dilakukan sesudah treatment (O2) disebut post-test. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi hand puppet dapat mengurangi intensitas penggunaan smartphone pada anak usia sekolah dasar. Hasil tersebut sesuai dengan kelebihan dari media hand puppet itu sendiri antara lain; (1) Orang tua bisa memakai boneka atau boneka tangan untuk menyampaikan pesan. Sebab, anak akan mudah menangkap pesan dengan cara yang menyenangkan, (2) Mengajarkan anak untuk mendengar, ini penting karena anak yang bisa memberikan perhatian saat mendengar akan membantu dalam proses belajar di bangku sekolah (3) Meningkatkan kemampuan linguistik, mendengarkan cerita dengan alat peraga boneka membantu anak menambah kosa kata baru. Ini juga akan membantu anak dalam berkomunikasi dengan baik, (4) Lebih kreatif, pada saat anak bermain boneka atau boneka tangan maka mereka akan mengeluarkan ide-ide cerita sesuai dengan karakter yang dibentuk, hal ini merangsang otak anak untuk berpikir kreatif.
Pendidikan Pancasila Berbasis Proyek Sosial untuk Meningkatkan Karakter Kewarganegaraan Siswa Nurlailah Nurlailah; Sofyan Syamratulangi; Siama Siama
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis proyek sosial dalam meningkatkan karakter kewarganegaraan siswa kelas IV SDN 14 Pajo. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Pancasila di kalangan peserta didik usia sekolah dasar, yang ditunjukkan oleh melemahnya sikap gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas IV SDN 14 Pajo. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, lembar kerja siswa, dan angket karakter kewarganegaraan yang telah di validasi secara Statistik Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada karakter kewarganegaraan siswa dari skor rata-rata 62,4 pada pra-siklus menjadi 74,8 pada siklus I, dan meningkat menjadi 87,2 pada siklus II. Persentase ketuntasan klasikal mencapai 87,5% pada akhir siklus II. Aspek yang mengalami peningkatan paling menonjol adalah dimensi gotong royong (naik 31,7%), toleransi antar sesama (naik 27,4%), dan tanggung jawab warga negara (naik 25,8%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek sosial mampu menjadi wahana efektif internalisasi nilai-nilai Pancasila karena memberikan pengalaman belajar autentik, kontekstual, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menempatkan Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran inti dengan pendekatan berbasis profil pelajar Pancasila.