Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi Tasawuf: Amali, Falsafi, Akhlaki Rafli Kahfi; Siti Nur Aisyah; Hijriyah Hijriyah; Dwi Rizki Nabila Nasution
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11658

Abstract

Sejarah perkembangan tasawuf semakin memasuki memasuki ranah dimana manusia harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Oleh karenanya diperlukan adanya metode baru di dalam penyampaian dan pengimplementasian nilai-nilai yang terdapat didalam tasawuf. Salah satu di antaranya tasawuf amali menekankan kepada perilaku yang baik, maka pada tasawuf ini diharapkan dapat menata kehidupan manusia dan menunjukkan jalan kepada Tuhan. Maka dari itu timbul pertanyaan apa sajakah klasifikasi ilmu tasawuf? Hal ini bertujuan untuk mengetahui apa sajakah klasifikasi akhlak tasawuf yang dikatakan berperan penting dalam kehidupan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kajian pustaka. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tasawuf dengan klasifikasinya tasawuf ‘amali, tasawuf falsafi, dan tasawuf akhlaqi, merupakan bagian dari syari’at Islam yang memfokuskan ajarannya pada penyucian jiwa guna mencapai berperilaku baik, kedekatan, kecintaan, atau kesatuan dengan Allah swt.
KUA Sebagai Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Pernikahan: Studi di KUA Kecamatan Medan Tembung Jalan Kapten Jamil Dwi Rizki Nabila Nasution; Abdul Bais; Khairil Andrean; Ahmad Yudha Ritonga; Mhd Rizky Rialdi Siregar; Hamka Ghozali
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 5 No. 2 (2025): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i2.7554

Abstract

The Office of Religious Affairs (KUA) plays a crucial role in guiding prospective spouses to understand the legal, social, and psychological aspects of marriage. This study aims to analyze the role of the KUA in Medan Tembung in providing premarital guidance and consultation services. The research uses a qualitative approach with interview techniques, observations, and document analysis. The findings indicate that KUA is not only an institution for marriage registration but also an entity that educates prospective spouses to build a harmonious family. The main challenge faced is the low awareness of the importance of premarital guidance. Therefore, innovative strategies are needed to increase community participation in marriage guidance programs.