Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pekommas

Pengaruh Literasi Digital Terhadap Pencegahan Informasi Hoaks pada Remaja di SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe Marhamah Rusdy
Jurnal Pekommas Vol 6, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2021.%x

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap penyebaran informasi hoaks pada remaja di SMA N 7 Kota Lhokseumawe. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang menjadikannya rawan terhadap penyebaran informasi hoaks. Melalui peningkatan kemampuan literasi digital pada remaja akan meningkatkan kemampuannya  dalam bermedia sosial dan berinternet, juga mampu menganalisis keabsahan suatu informasi. Penelitian ini dilakukan dengan teknik kuantitatif dan korelasional sebagai  jenis risetnya. Riset ini menggunakan representatif responden sebanyak 72 orang dan instrument penelitian angket. Hasil penelitian menjelaskan bahwa secara signifikan dan negatif  literasi digital berpengaruh terhadap penyebaran linformasi hoaks sebesar 20,6%. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi yang tinggi menjadikan penyebaran informasi hoaks bertambah rendah. Tingkat literasi digital remaja di SMA N 7 Kota Lhokseumawe termasuk pada kategori tinggi yaitu sebesar 56.94%,  dan tingkat penyebaran informasi hoaks termasuk pada kategori rendah yaitu 69,44%.
The Pattern of Disaster Communication and Media to Improve Community Alertness in North Aceh Regency nfn Fauzi; Marhamah Rusdy
Jurnal Pekommas Vol 5, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2020.2050203

Abstract

This study aims to analyze the forms of communication carried out and the media used by the North Aceh District Disaster Management Agency in improving community alertness. This research uses descriptive research type, and qualitative research approaches.  Research data obtained through interviews, observations, and documentation studies. Research informants, namely the Local Government, the Head of the North Aceh District Disaster Management Agency, the District Head of Langkahan, the Head of North Aceh SAR, the Head of RRI Lhokseumawe. The results showed that the communication carried out by the North Aceh District Disaster Management Agency was interpersonal communication and mass communication through socialization and simulation about disasters. While the communication media used, namely the mass media both print media and radio media to inform disaster management policies. It also used traditional media as local wisdom namely kentongan. Kentongan media are considered effective when communication tools that use technology do not function. 
Hubungan Perubahan Format Programa RRI dengan Kepuasan Pendengar di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Marhamah Marhamah
Jurnal Pekommas Vol 17, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.726 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2014.1170204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perubahan format (redesain) programa RRI dengan kepuasan pendengar di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan jenis penelitian kuantitatif. Data penelitian diambil dengan menggunakan kuesioner serta diolah dan dianalisis secara deskriptif dan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan format programa RRI yang meliputi siaran berita, siaran agama Islam, musik/lagu dan penyiar/penyaji acara, mempunyai hubungan yang signifikan dan positif dengan kepuasan pendengar. Perubahan format programa RRI ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas siaran, karena salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pendengar radio adalah kualitas siarannya.
Representation of Islamic Communication Ethics in Etnis Gayo Cultural Culture in Aceh Central District (Representasi Etika Komunikasi Islam dalam Budaya Tutur Etnis Gayo di Kabupaten Aceh Tengah) nfn Marhamah
Jurnal Pekommas Vol 3, No 1 (2018): April 2018
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2018.2030108

Abstract

This study discusses the verbal symbols of Islamic communication ethics in Gayo ethnic speech in Central Aceh District. Speech in Gayo culture is a greeting or call between individuals, between groups or individuals with groups. In Gayo culture, it is unethical to call someone by name directly. Speech in Gayo culture is placed in the context of the kinship system and social structure. The method used in this research is qualitative research with ethnographic approach of communication. While the data collection techniques used are observation, documentation, as well as interviews with customary figures or cultural figures, community leaders or elders, and the community. Then the data were analyzed using semiotics analysis of Roland Barthes version. The results of this study indicate that the verbal symbols of Islamic communication ethics in Gayo ethnic speech in Central Aceh Regency seen in the use of speech used in everyday life is based on kinship system or kinship and position or function (said degree). The denotative meaning in this speech can be understood from the meaning described in Gayo. While the connotative meaning in this speech is understood based on Gayo cultural values. Understanding the connotative meaning of this speech become a reference in using speech in accordance with the context that gave rise to the myth in Gayo culture called kemali, jis, moth and sumang.Penelitian ini membahas mengenai simbol-simbol verbal etika komunikasi Islam dalam budaya tutur etnis Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Tutur dalam budaya Gayo merupakan kata sapaan atau panggilan antar individu, antar kelompok atau individu dengan kelompok. Dalam budaya Gayo, tidak etis memanggil seseorang dengan menyebut namanya langsung. Tutur dalam budaya Gayo ditempatkan pada konteks sistem kekerabatan dan struktur sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneltian kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, dokumentasi, serta wawancara dengan tokoh adat atau tokoh budaya, tokoh masyarakat atau sesepuh , dan masyarakat. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis semiotika versi Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol-simbol verbal etika komunikasi Islam dalam budaya tutur etnis Gayo di Kabupaten Aceh Tengah terlihat pada pemakaian tutur yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari didasarkan pada sistem kekerabatan atau kekeluargaan dan jabatan atau fungsi (tutur gelar). Makna denotatif dalam tutur ini dapat dipahami dari arti yang dijelaskan dalam bahasa Gayo. Sedangkan makna konotatif dalam tutur ini dipahami berdasarkan nilai-nilai budaya Gayo. Pemahaman makna konotatif dari tutur ini menjadi acuan dalam memakai tutur sesuai dengan konteksnya yang menunculkan mitos dalam budaya Gayo disebut dengan kemali, jis, jengat, dan sumang.