Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYUSUNAN MENU SEIMBANG PADA IBU BALITA USIA 3-5 TAHUN DALAM PENCEGAHAN DINI STUNTING DI PUSKESMAS RAYA PEMATANGSIANTAR Shanty Maria Lissanora Fernanda; Norong Perangin-angin; Yohanna Adelina Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i4.174

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi kepada ibu balita mengenai kebutuhan Gizi pada anak untuk penanganan dan pencegahan stunting yang memberikan pengaruh pada pertumbuhan anak yang akan menurunkan angka stunting. Kaum ibu yang berada di wilayah desa Kubang Jaya merupakan bagian dari sasaran untuk dilakukan penyuluhan mengenai MP-ASI dikarenakan masih terdapat beberapa anak yang berusia 0 -24 bulan. Tujuan umum Untuk memberikan Pendidikan Kesehatan masyarakat dalam penyusunan menu seimbang pada ibu balita 3-5 tahun dalam pencegahan dini stunting di puskesmas raya pematangsiantar. serta meningkatkan pemahaman dan cara menjaga kesehatan pada ibu balita di puskesmas raya pematangsiantar. Hasil kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang penyusunan menu seimbang pada ibu balita di puskesmas raya Pematangsiantar
Implementasi Teknik Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Cindy Veronika Sirait; Yohanna Adelina Pasaribu
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i2.315

Abstract

Menurut WHO (2023), lebih dari 95% penderita diabetes di seluruh dunia merupakan diabetes melitus tipe II, dengan jumlah penderita diperkirakan melebihi 790 juta orang. Diabetes melitus tipe II adalah penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin. Stres psikologis dapat mempengaruhi kontrol glikemik, sehingga manajemen stres menjadi bagian penting dalam perawatan. Teknik relaksasi otot progresif merupakan salah satu metode non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi stres dan berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Metode jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel penelitian sebanyak 2 orang Diabetes Melitus Tipe II di ruangan Mawar Rumah Sakit Tentara TK IV.01.07.01 Pematangsiantar. penelitian pada Ny. B dilakukan pada tanggal 29 april 2025 dan pada Ny. L dilakukan tanggal 26 Mei 2025. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu lember observasi, SOP teknik relaksasi otot progresif, informed consent, dan alat pengukur gula darah (glukometer). Hasil setelah pemberian terapi relaksasi otot progresif selama 3 hari, kadar glukosa darah menurun pada Ny. B dari 249 mg/dl menjadi 213 mg/dl dan pada Ny. L dari 300 mg/dl menjadi 227 mg/dl. Kesimpulan teknik relaksasi otot progresif efektif menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran teknik relaksasi otot progresif diharapkan dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II.
Implementasi Pemberian Rebusan Daun Katuk untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Postpartum Wahyu Indah Sari; Yohanna Adelina Pasaribu
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i4.40

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2022, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi didunia mengalami penurunan dari tahun 2021 sebesar 1.603.100 juta bayi, tahun 2022 sebesar 1.563.080 juta bayi, penyebab kesulitan ibu dalam mengeluarkan ASI bisa dikarenakan stres disebabkan oleh ibu yang kurang percaya diri, ASI kurang/sedikit. Tujuan penelitian adalah meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum dengan implementasi pemberian rebusan daun katuk. Metode : Desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ini adalah 2 orang (responden) dengan ibu postpartum yang mengalami ketidak lancaran pada ASI nya di Wilayah Kerja Puskesmas Karo Pematangsiantar. Hasil : Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat ASI tidak keluar pada ibu postpartum dengan pemberian rebusan daun katuk selama 3 hari dengan masalah menyusui tidak efektif adalah masalah teratasi sebagian pada kedua pasien. Ny.S ASI tidak keluar menjadi ASI mulai keluar, pada Ny.S dengan volume ASI 100 ml menjadi 108 ml, pada Ny.P dari 700 ml menjadi 800 ml. Kesimpulan: Implementasi pemberian rebusan daun katuk efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum. Saran: Peneliti menyarankan kepada pasien dapat mempraktekkan pemberian rebusan daun katuk dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum