Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMP N 1 Tambakromo Muhammad Rifki Mustofa; Lu’luil Maknun; Heny Kusmawati
Journal of Student Research Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v1i1.985

Abstract

Berbagai studi nasional maupun internasional menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (learning crisis) yang sangat cukup lama. Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa banyak dari anak-anak Indonesia yang sangat tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Temuan itu juga juga memperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan sekelompok sosial di Indonesia. Kurikulum menentukan materi yang digunakan untuk diajarkan di kelas. Kurikulum juga sangat mempengaruhi terhadap kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Untuk itulah Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami. Penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada guru yang mengajar kurikulum merdeka di SMP N 1 Tambakromo dan metode observasi secara langsung saat kegiatan pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka. Kurikulum sendiri perlu berbubah agar relevan dengan perkembangan zaman saat ini dan dapat memenuhi kebutuhan belajar murid agar tercipta generasi mendatang yang cemerlang
Code-Switching, Translanguaging, and Linguistic Identity in Multilingual Arabic Language Learning Sahrani; Azis, Abdul; Lu’luil Maknun; Muhammad Mugni Assapari
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 2 2025
Publisher : Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v12i2.50609

Abstract

Abstract This qualitative case study examines how code-switching and translanguaging operate in multilingual Arabic language classrooms and how they shape learners’ linguistic identity. Grounded in sociolinguistic variation theory and translanguaging perspectives, the study was conducted in an Arabic Language Education programme at an Indonesian university. Participants were 25 undergraduate students and 2 instructors. Data were collected through six classroom observations, semi-structured interviews with ten students and two instructors, and analysis of instructional documents. The findings show that learners shifted among Arabic, Bahasa Indonesia, English, and local languages when they faced lexical, grammatical, or conceptual difficulty. Instructors also used strategic code-switching to clarify Arabic concepts and sustain participation. These practices supported comprehension, reduced anxiety, and enabled students to negotiate academic, religious, and social identities. Arabic was associated with pride, religious affiliation, and academic belonging, whereas rigid Arabic-only expectations sometimes limited participation. The study argues that selective code-switching and translanguaging can function as pedagogical resources when they support, rather than replace, Arabic proficiency development.   Abstrak Penelitian studi kasus kualitatif ini mengkaji bagaimana alih kode dan translanguaging berlangsung dalam kelas bahasa Arab multibahasa serta bagaimana keduanya membentuk identitas linguistik mahasiswa. Berlandaskan teori variasi sosiolinguistik dan perspektif translanguaging, penelitian dilakukan pada program Pendidikan Bahasa Arab di sebuah universitas di Indonesia. Partisipan terdiri atas 25 mahasiswa sarjana dan 2 dosen. Data dikumpulkan melalui enam observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan sepuluh mahasiswa dan dua dosen, serta analisis dokumen pembelajaran. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa berpindah antara bahasa Arab, Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah ketika menghadapi kesulitan leksikal, gramatikal, atau konseptual. Dosen juga menggunakan alih kode secara strategis untuk menjelaskan konsep bahasa Arab dan menjaga partisipasi kelas. Praktik ini membantu pemahaman, mengurangi kecemasan, dan memungkinkan mahasiswa menegosiasikan identitas akademik, religius, dan sosial. Bahasa Arab dikaitkan dengan kebanggaan, afiliasi religius, dan keberadaan akademik, sedangkan tuntutan penggunaan bahasa Arab secara kaku kadang membatasi partisipasi. Penelitian ini menegaskan bahwa alih kode dan translanguaging yang selektif dapat menjadi sumber pedagogis apabila mendukung, bukan menggantikan, pengembangan kemahiran bahasa Arab.