Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KRIPIK TORTILA DENGAN RASA IKAN, PANDAN DAN JAHE SEBAGAI USAHA BUMDES DI DESA LIMBORO, KECAMATAN BANAWA TENGAH, KABUPATEN DONGGALA Hasan Muhamad; Roslinawati Roslinawati; Zaiful Zaiful; Andi Mascundra Amir; Firdayanti Firdayanti
Sambulu Gana : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/sambulu_gana.v2i1.3146

Abstract

Kegiatan pengabdian ini, dengan topik “ Pelatihan Pembuatan Kripik Tortila Dengan Rasa Ikan, Pandan Dan Jahe Sebagai Usaha Bumdes Di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah,Kabupaten Donggala” sebagai wujud pengabdian pada masyarakat desa, khususnya penguatan kelembagaan BumDes. Badan Usaha Milik Desa sebagai sebuah kelembagaan ekonomi di desa. Diharapkan kelembagaan ini dapat mengembangkan potensi yang terdapat di desa. Kelembagaan ini dikelola oleh pemerintah desa dan masyarakat desa dengan tujuan untuk memperkuat perekonomian desa. Kelembagaan ini dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di desa tersebut. BUMDes merupakan sebuah badan usaha yang mampu membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan sehari-hari, pinjaman modal kerja dan yang perlu diingat, bahwa dana yang ada bukan dana hibah tetapi merupakan dana abadi yang digulirkan. Penguatan kelembagaan BumDes tidak lepas dari metodologi dan konsep pemberdayaan, oleh karena itu pelaksanaan kegiatan melibatkan langsung ibu-ibu PKK dan juga pengurus Bumdes. Mereka terlibat langsung dalam praktek sehingga kedepan pengetahuan itu dapat ditularkan kepada orang lain. Selain itu, pengetahuan yang didapatkan dapat dijadikan salah satu jenis usaha di dalam kelembagaan Bumdes, agar masyarakat mendapatkan fanfaat ekonomi dari kehadiran BumDes
Patron-client and Lindu lake tourism development Hasan Muhamad; Moh Saleh; Andi Mascunra
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 3 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232202

Abstract

Lindu Lake in Lore Lindu National Park, Sigi Regency, spatially has characteristics and potential as a coastal area that migrants enter along with the culture it inhabits and there are socio-cultural changes in the local community. From the background of the aforementioned problems, the objectives of the study are as follows: 1) to see the relationship between financiers (Patrons) and local fishermen (clients) in Lindu Lake; 2) fishermen's support for the arrangement of their settlements as homestays; and 3) a model of integration of fishing settlement space with ecological-based coastal tourism. This research uses a qualitative research approach (phenomenological paradigm) with analytical descriptive methods. The results showed, as follows: (1) The relationship between financiers and local fishermen in Lindu Lake is nothing more than borrowing business capital; (2) Fishermen's support for the arrangement of their settlement as a homestay, this is due to the large number of tourists at the festival but the benefits are not felt; (3) The integration model of fishing settlement space with ecological-based coastal tourism with consideration of the development of marine tourism in Lindu Lake is integrated between mountain and lake panoramas with customs into one unit.
Implementasi Pedoman Umum Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana di Kabupaten Sigi Afdal; Muh. irfan mufti; Hasan muhamad
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 1 No. 4 (2024): Maret
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v1i4.886

Abstract

The aim of this research is to clearly understand the implementation of general guidelines for the formation of disaster resilient villages/subdistricts in Sigi Regency. The results of the research show that the implementation of general guidelines for the formation of disaster resilient villages/subdistricts in Sigi Regency. It is quite good, it can be seen from the fulfillment of aspects of policy standards and targets, communication between organizations that is quite good and social, political and economic conditions that support it well. Furthermore, the implementing resources are still not sufficiently well met in carrying out the disaster resilient village program both in quantity and quality, the pattern of division of work has not been implemented optimally and the attitude of the implementers in carrying out their duties and responsibilities has not been implemented well, only a few individuals are active in building collaborative relationships with external parties in a collaborative manner, all departments should contribute actively in accordance with their main duties and functions in realizing the formation of disaster resilient villages in the Sigi Regency area in accordance with the mandate of the law.
Rego: Cultural Reproduction and To-Kaili Identity in Sigi District, Central Sulawesi Province Poigi, Hapri Ika; Juraid, Juraid; Muhamad, Hasan; Amir, Andi Mascunra
Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD) Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/sospolbud.v4i2.14971

Abstract

This study examines the rego tradition as a medium for cultural reproduction and the construction of ethnic identity among the To-Kaili people in Sigi Regency, Central Sulawesi. In the context of social change influenced by globalization and modernization, rego is not merely a dance but a cultural symbol containing spiritual, social, and philosophical values transmitted across generations. The aim of this study is to deeply understand how the process of cultural reproduction occurs through rego, and how its symbolic meaning contributes to the formation of the collective identity of the Kaili people. A qualitative approach using ethnographic methods was used in this study, with data collection techniques including participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The results show that rego is maintained through the active role of families, communities, and traditional leaders as agents of cultural transmission. Furthermore, rego serves as an arena for the articulation of cultural values that reflect the relationship between humans and nature and ancestors. Rego has broad implications not only for maintaining local cultural identity but also for strengthening social cohesion, character education, and as a potential tool for cultural diplomacy at the national and global levels. Thus, rego is a cultural heritage that not only has aesthetic value, but is also strategic in maintaining the sustainability of the cultural identity of the To-Kaili people.
STRATIFIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL DALAM MENGANTISIPASI PENGARUH INTERNAL (Studi pada Masyarakat Adat di Dataran Lindu) Hasan Muhamad
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2025): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem stratifikasi sosial berbasis garis ibu (matrilineal) pada masyarakat adat di Dataran Lindu, serta menganalisis bagaimana sistem adat tersebut beradaptasi terhadap perubahan sosial akibat kebutuhan internal masyarakat. Stratifikasi sosial di Lindu tidak hanya memengaruhi penentuan mahar perkawinan, tetapi juga hak-hak istimewa dalam pengelolaan sumber daya lokal seperti kawasan suakanumadika dan akses perikanan di Danau Lindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma fenomenologi, mengandalkan observasi dan wawancara mendalam dengan pengurus lembaga adat, kepala desa, dan warga setempat sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stratifikasi sosial diatur secara ketat oleh adat dan diwariskan secara turun-temurun melalui garis ibu, menentukan status sosial, jabatan adat, hingga penguasaan lahan dan sumber daya perikanan. Namun, masyarakat Lindu bersifat dinamis dan mampu beradaptasi melalui perubahan adat, seperti penerapan adat ombo untuk konservasi ikan di danau. Proses adaptasi ini membantah anggapan teori modernisasi yang menilai tradisi bersifat statis, dan menunjukkan nilai-nilai adat dapat mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan sambil menyesuaikan diri dengan tantangan pembangunan.
PERAN FASILITATOR DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi pada Masyarakat Desa di Blok Bahodopi) Hasan Muhamad
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2025): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fasilitator dalam mendampingi masyarakat pada program pemberdayaan berbasis Posdaya di desa-desa binaan PT. Vale Indonesia Tbk di Blok Bahodopi, Kabupaten Morowali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Lokasi penelitian ditetapkan secara purposif pada enam desa di empat kecamatan, mempertimbangkan desa yang dinilai berhasil maupun gagal. Hasil penelitian menunjukkan peran fasilitator sangat menentukan keberhasilan program. Tahapan pendampingan meliputi sosialisasi program, pembentukan kelembagaan Posdaya, kajian masalah dan harapan, penyusunan rencana usaha kelompok, analisis usaha, serta pendampingan berkelanjutan. Keberhasilan juga dipengaruhi dukungan pemerintah desa, partisipasi masyarakat, kondisi alam, pengetahuan anggota kelompok, dan kesiapan menghadapi hambatan seperti hama atau penyakit ternak. Empat desa dinilai berhasil (Desa Ganda-Ganda, Tamainusi, Ululere, dan Bahomakmur), sementara dua desa gagal (Bahomotefe gagal total akibat penolakan pemerintah desa, dan Siumbatu gagal pada pengembangan pasar desa karena kurangnya dukungan pemerintah). Penelitian merekomendasikan pentingnya mempertahankan dukungan masyarakat, memperkuat kapasitas fasilitator melalui pelatihan dan pertemuan rutin, serta meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah desa untuk keberlanjutan program.
KONFLIK HORIZONTAL MASYARAKAT KAYUMALUE DENGAN TAWAELI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH Hasan Muhamad
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2025): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk memberikan gambaran lengkap dan mendalam tentang konflik laten antar kelompok masyarakat di Kelurahan Kayumalue Ngapa dan Panau Tawaeli, Kota Palu. Unit analisis penelitian mencakup masyarakat yang terlibat maupun yang tidak terlibat dalam konflik horizontal di kedua kelurahan tersebut. Teknik pengambilan data menggunakan metode snowball sampling dengan informan yang dipilih dari tokoh masyarakat setempat yang memahami kronologi permasalahan dan sejarah konflik di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab konflik antara masyarakat Kayumalue dan Tawaeli meliputi: (1) faktor sejarah, yakni konflik yang sudah terjadi sejak masa kolonial Belanda; (2) permasalahan tapal batas; (3) konsumsi minuman keras di kalangan pemuda yang memicu konflik terbuka; dan (4) keterbatasan lapangan kerja serta rendahnya tingkat kesibukan akibat kurangnya aktivitas produktif. Dampak konflik terhadap kehidupan sosial masyarakat Kayumalue dan Tawaeli terdiri atas dampak negatif dan positif. Dampak negatif meliputi: (a) tumbuhnya rasa saling dendam antarkelompok, dan (b) pengaruh negatif terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Sementara itu, dampak positif yang muncul antara lain: (a) meningkatnya solidaritas internal dalam masing-masing kelompok masyarakat, dan (b) tumbuhnya kreativitas pada masing-masing kelompok.
MARGINALISASI BUDAYA LOKAL DALAM BELANTARA GLOBALISASI (Kajian pada Perubahan Sosial Budaya di Dataran Lindu) Hasan Muhamad
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 1 No. 1 (2025): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas marginalisasi budaya lokal di Dataran Lindu yang terjadi akibat arus globalisasi dan masuknya para migran. Kondisi tersebut diibaratkan masyarakat berada dalam “belantara tanpa kompas”, yakni memiliki keinginan kuat untuk mempertahankan budaya namun kehilangan arah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Lokasi penelitian adalah Dataran Lindu, dengan fokus pada masyarakat yang mengalami perubahan sosial dan budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk keperluan triangulasi data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi dan kehadiran pendatang membawa perubahan signifikan pada masyarakat Lindu, baik positif maupun negatif. Di sisi negatif, peran lembaga adat melemah, dan muncul praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan adat. Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan terjadi pembukaan lahan besar-besaran untuk pertanian yang berpotensi memicu bencana banjir. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan adat melalui kegiatan gladi, simulasi, serta pelaksanaan search conference (Molibu) di tingkat kabupaten atau provinsi.
KINERJA SATGAS DAMAI CARTENZ DALAM MENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN PADA MASYARAKAT DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN Adesmawan Adesmawan; Hasan Muhamad; Ince Dian Afnita
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 1 No. 1 (2025): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari unsur Satgas dan masyarakat lokal yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yang meliputi tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Satgas Damai Cartenz cukup efektif dalam aspek responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas, meskipun masih dihadapkan pada tantangan geografis, keterbatasan komunikasi, serta dinamika sosial-budaya masyarakat setempat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sinergi antarinstansi dan pendekatan budaya dalam pelaksanaan tugas keamanan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi kebijakan keamanan di wilayah konflik serta kontribusi akademik dalam kajian manajemen kinerja sektor publik.