Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE SPEECH ACT IN VERBAL COMMUNICATION OF A SCHIZOPHRENIC CHARACTER IN A BEAUTIFUL MIND MOVIE A CLINICAL PRAGMATIC ANALYSIS Aris Hidayatulloh; Evi Murti Wardhani; Alif Rahmadhani
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology Proceeding of the 3rd International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.742 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v3i1.2218

Abstract

Speech act is the study of the implied meaning uttered by the speaker to hearer. The study of speech act includes the locutionary act, illocutionary act, and perlocutionary act which become the basis when someone utters their utterance. Beside the three basic components, the involvement of cooperative principle is needed in communication. In other side, people with schizophrenia have some differences when they communicate. The perception of them is destructed by deletions and it will create misperception in communication. The phenomenon of speech act of schizophrenic becomes the study of this research. This research is discussed the representative speech act and the quality maxim of schizophrenic communication. The problem statements in this research are what kind of representative speech act is uttered and how the quality maxim takes role in schizophrenic. This research uses words, phrases, and sentences of representative utterances of John Nash in the film entitled A Beautiful Mind as the data mean while the movie, A Beautiful Mind, becomes the source of the data. The data are the utterances or sentences. The data will be obtained from the main character John Nash and focused on representative speech act and the quality maxims in Nash’s conversation. Each utterance chosen by the researcher will be the datum of this research. The movie, A Beautiful Mind, takes role as the source of the data.From the analysis, the types of the representative speech act uttered by John Nash in A Beautiful Mind movie are: claiming: 2 data, admitting: 1 datum, informing: 1 datum, denying: 1 datum, reporting: 1 datum, assuring: 1 datum, and concluding: 1 datum. The result shows that the most dominant data is claiming. The reason why it becomes the most dominant category is that the character tend to give claim to the people around him to make sure he is still be able to differ the reality or delusion.
PENGENALAN LITERASI BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA BILINGUAL PUPPET SHOW Winarti; Evi Murti Wardhani; Ana Shofiana Jamilah; Luthfi Nasiroh Khoirun Nisa
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jwkv0913

Abstract

Lingkungan bahasa adalah tempat dimana segala sesuatu yang dapat didengar serta dilihat oleh pembelajar yang berkaitan dengan bahasa target yang sedang dipelajari. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, pembiasaan adalah suatu proses penting yang dibutuhkan untuk memberi dorongan anak usia dini dalam menangkap pesan maupun memahami hal baru. Pengenalan literasi Bahasa Inggris yang dikemas dalam kegiatan dongeng bilingual yang menyenangkan dengan menggunakan alat peraga yang menarik (puppet show) dapat menjadi pengalaman baru bagi anak, khususnya dalam belajar Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mencoba untuk menarik minat anak usia dini dengan rentang usia 4 – 6 tahun dalam mendengarkan dan memahami dongeng atau cerita dalam Bahasa Inggris dengan metode bilingual puppet show. Metode ini dilakukan melalui kegiatan mendongeng dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (bilingual) dengan menggunakan boneka tangan. Adapun penyampaian dongeng dilakukan dalam dua bahasa untuk membantu anak-anak dalam memahami kosakata dalam Bahasa Inggris. Karena Bahasa Inggris bukanlah bahasa sehari-hari yang digunakan oleh siswa TK Aisyiyah 03 Ngringo, maka kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendorong minat anak usia dini dalam mengenal literasi Bahasa Inggris melalui kegiatan mendongeng dengan metode bilingual puppet show. Ragam metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah (presentasi), dongeng, diskusi, dan tanya jawab tentang topik pengenalan literasi Bahasa Inggris pada anak usia dini melalui media bilingual puppet show. Hasil dari pelaksanaan PKM ini yaitu siswa-siswa TK Aisyiyah 03 Ngringo mampu mengenal kosakata sederhana yaitu nama-nama hewan dalam bahasa Inggris. Siswa juga mampu memetik nilai moral tentang kerjasama dan tolong menolong melalui dongeng puppet show dalam dua bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (bilingual).
PENGENALAN LITERASI BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA BILINGUAL PUPPET SHOW Winarti; Evi Murti Wardhani
Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65190/639317

Abstract

Lingkungan bahasa adalah tempat dimana segala sesuatu yang dapat didengar serta dilihat oleh pembelajar yang berkaitan dengan bahasa target yang sedang dipelajari. Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, pembiasaan adalah suatu proses penting yang dibutuhkan untuk memberi dorongan anak usia dini dalam menangkap pesan maupun memahami hal baru. Pengenalan literasi Bahasa Inggris yang dikemas dalam kegiatan dongeng bilingual yang menyenangkan dengan menggunakan alat peraga yang menarik (puppet show) dapat menjadi pengalaman baru bagi anak, khususnya dalam belajar Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mencoba untuk menarik minat anak usia dini dengan rentang usia 4 – 6 tahun dalam mendengarkan dan memahami dongeng atau cerita dalam Bahasa Inggris dengan metode bilingual puppet show. Metode ini dilakukan melalui kegiatan mendongeng dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (bilingual) dengan menggunakan boneka tangan. Adapun penyampaian dongeng dilakukan dalam dua bahasa untuk membantu anak-anak dalam memahami kosakata dalam Bahasa Inggris. Karena Bahasa Inggris bukanlah bahasa sehari-hari yang digunakan oleh siswa TK Aisyiyah 03 Ngringo, maka kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendorong minat anak usia dini dalam mengenal literasi Bahasa Inggris melalui kegiatan mendongeng dengan metode bilingual puppet show. Ragam metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah (presentasi), dongeng, diskusi, dan tanya jawab tentang topik pengenalan literasi Bahasa Inggris pada anak usia dini melalui media bilingual puppet show. Hasil dari pelaksanaan PKM ini yaitu siswa-siswa TK Aisyiyah 03 Ngringo mampu mengenal kosakata sederhana yaitu nama-nama hewan dalam bahasa Inggris. Siswa juga mampu memetik nilai moral tentang kerjasama dan tolong menolong melalui dongeng puppet show dalam dua bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (bilingual).
IMPROVING ENGLISH COMMUNICATIVE COMPETENCE FOR VOCATIONAL HIGH SCHOOL USING SCAFFOLDING TEHNIQUE Ratini Setyowati; Beta Setyowati; Evi Murti Wardhani
FRASA: ENGLISH EDUCATION AND LITERATURE JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2020): Vol.1 No. 2 September 2020
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.925 KB) | DOI: 10.47701/frasa.v1i2.947

Abstract

Indonesia must prepare the high-skill categories needs for every aspects. One of the aspects is theability to compete in this era, the ability to communicate with other. Indonesian needs Englishcommunicative skill to face the Industrial Revolution 4.0. The aims of the study are: to understandVocational High School students’ English competence and to understand the effect of ScaffoldingTehnique on Improving English Communicative competence for Vocational High School. This researchused descriptive qualitative method. The study used a pre-test, post-test to know the result of the study:the researcher tested the participants orally as the pre-test and post-test of study. In this research, thepopulation of the research is the first grade of Citra Medika Vocational High School. There were 2classes and there were 54 students and all the students are the population of the research. The resultsof independent sample t-test showed that there was a significant difference between the performance ofintervening and control groups (t = 4.60, p< .05) on posttest in such a way that the intervening groupoutperformed in posttest
THE INFLUENCE OF PICTURES AS A MEDIA TO IMPROVE WRITING DESCRIPTION TEXT FOR STUDENTS Marginingsih Marginingsih; Evi Murti Wardhani; Ginarsiwi Mayangseto
FRASA: ENGLISH EDUCATION AND LITERATURE JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2022): Vol. 3 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.689 KB) | DOI: 10.47701/frasa.v3i1.2067

Abstract

This study aims to determine the influence of picture as a medium to improve the skills of writing Descriptive at English Study Program, Faculty of Law and Business Duta Bangsa University Surakarta academic year 2021/2022. Research design is action research. Data collection in this study was carried out by means of conducting observations, individual written tests at the end of learning,. Analytical techniques data using descriptive analysis quantitative. Based on the analysis the results evaluation before and after using picture from cycle I to cycle II can be concluded that the learning of Descriptive Writing by using picture can improve student learning outcomes