Seiring dengan meningkatnya akan kebutuhan cabai merah semakin meningkat seiring dengan semakin beragamnya jenis menu masakan yang memakai cabai merah. Hampir semua orang mengkonsumsi cabai, baik yang berbentuk segar ataupun olahan. Cabai olahan diantaranya berupa cabai giling kasar dan cabai giling halus. Cabai olahan merupakan hasil olahan cabai baik yang dikeringkan di rebus maupun di goreng menggunakan mesin giling dengan penambahan bahan-bahan lain seperti gram dan air. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental. Teknik sampling pada penelitian ini adalah non random sampling.Sampel pada penelitian ini adalah cabai keriting merah segar dan olahannya yaitu cabai kering, bubuk, goreng dan rebus.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 8-30 juli 2022 di Laboratorium Kimia Air dan Lingkungan UPTD Laboratorium Kesehatan. Berlandaskan penelitian yang sudah dilaksanakan didapatlah hasil uji one way anova memperoleh nilai signifikan (p-value) dengan besaran 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat diartikan bahwasanya terdapat pengaruh yang signifikansi antara perlakuan pada cabai segar, cabai goreng, cabai rebus, cabai kering dan cabai bubuk terhadap vitamin C dan β-Karoten. Kemudian dilanjutkan uji Post Hoc Multiple Comporation LSD (Least Significant Difference).Hasil LSD didapat bahwasanya nilai signifikan (p-value) semua perlakuan yaitu cabai segar, cabai goreng, cabai rebus, cabai kering, dan cabai bubuk dengan besaran 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 serta ditandai dengan tanda (*) pada masing-masing- masing- masing masing perlakuan sehingga dapat di simpukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan diantara tiap tiap perlakuan terhadap vitamin C dan β-Karoten.