Nuthpaturahman Nuthpaturahman
STAI Al-Washliyah Barabai

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DASAR-DASAR NORMATIF PENDIDIKAN ISLAM (Manusia sebagai ‘Abdullah, Khalifatullah, Pendidik dan Anak Didik) Nuthpaturahman Nuthpaturahman
Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Kedakwahan Vol. 15 No. 29 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Kedakwahan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Wahliyah Barabai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.917 KB) | DOI: 10.58900/jiipk.v15i29.6

Abstract

Norma diartikan sebagai kaidah, pijakan yang dijadikan sebagai aturan atau ketentuan. Abdullah sebagai dimensi vertikal hubungan manusia dengan Allah dan Khalifatullah sebagai dimensi horizontal hubungan manusia sebagai makhluk sosial, merupakan dasar dari normatif pendidikan Islam yang mencakup keimanan, etika dan tingkah laku. Manusia sebagai Abdullah mengambil peranan menjadi anak didik dan manusia sebagai Khalifatullah mengambil peranan menjadi pendidik. Secara otomatis manusia terlahir ke dunia akan menjadi anak didik, dan begitu juga orang dewasa, orangtua dan guru secara otomatis menjadi pendidikan bagi anakanaknya. Orangtua terutama ibu adalah pendidik permata bagi anaknya yang didasarkan pada Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’ra. Kemudian dilanjutkan oleh seorang guru yang merupakan wakil dari orangtua, tanpa guru maka kemanakah seseorang akan belajar dan menuntut ilmu, karena menuntut ilmu merupakan kewajiban umat muslim dari buaian hingga liang lahat
POKOK PIKIRAN FILSAFAT AL-FARABI Nuthpaturahman Nuthpaturahman; Ahmad Ahmad
Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Kedakwahan Vol. 15 No. 29 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Kedakwahan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Wahliyah Barabai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.177 KB) | DOI: 10.58900/jiipk.v15i29.10

Abstract

Abu Nasir al-Farabi or better known as al-Farabi is a Muslim philosopher who places the roots of philosophy in detail and systematically, and outlines his ideas for easy understanding in easy terms. Although his philosophical thought was influenced by Greek philosophical thought based solely on the philosophy of physics, al-Farabi was able to answer the problems that were transferred to the foundations of religion. Among the main points of al-Farabi's mind that play an important role in the Islamic world is about emanation, according to him, this nature occurs because of the overflow of the first form (Allah), then again the thought of metaphysics, ontology, demonstrative principles, divine science, about being, the qualities of God, epistemology, psychology, morals and ethics, prophetic theory, political philosophy, and logic
METODOLOGI FILSAFAT SEBAGAI PENDEKATAN STUDI ISLAM Nuthpaturahman Nuthpaturahman
Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Kedakwahan Vol. 16 No. 31 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Kedakwahan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Wahliyah Barabai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58900/jiipk.v16i31.36

Abstract

Islam as a true guide for all its followers encompasses various dimensions of life. To read Islam in every aspect of life, the appropriate approach is needed to interpret it. One of the approaches that can be used is the philosophical approach that seeks to find universal conclusions by discussing the essence or nature of something. With this philosophical approach, Islam will not only be seen as a tradition, but Islam will also appear to be true in essence. Philosophy can relate to religion in various ways: as religion itself, a servant of religion, an opening for religion, a study of reasoning in religious thought, or an analytical device for religion. In the Islamic philosophy tradition, there are three methodological approaches to understanding religion: based on texts (bayani), based on direct experience of the spiritual reality of religion (irfani), and based on logical reasoning (burhani).