Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Yuridis Jual-Beli Online Buku Elektronik (E-Book) (E-Commerce) Dari Persepektif Hukum Perdata Indonesia Singgih Utomo
MASILE Vol 2 No 2 (2021): MASILE
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Ali Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.573 KB) | DOI: 10.1213/masile.v2i2.36

Abstract

Di era globalisasi saat ini perkembangan teknologi sangat mempengaruhi dunia termasuk Indonesia, salah satu dampak dari perkembangan teknologi misalnya di dunia perdagangan yang dilakukan menggunakan alat telekomunikasi dan informasi sehingga antara pihak penjual dan pembeli tidak perlu bertemu langsung melainkan dalam melakukan transaksi melalui media telekomunikasi dan informasi dalam pencapaian kata sepakat, baik mengenai harga barang atau jasa, cara pembayaran, cara penyerahan barang atau jasa, dan ketentuan lainnya dalam jual beli tersebut. Dapat dilihat hal diatas meskipun cara yang digunakan dalam perdagangan berbeda-beda, namun hukum yang berlaku tetap sama dengan perdangan pada umumnya dan ditambah peraturan yang berkaitan dengan media yang digunakan dalam suatu transaksi. Perdagangan merupakan salahsatu kegiatan dibidang ekonomi, sehingga di Indonesia mempunyai landasan hukum yaitu UUD 1945 Pasal 33 yang mengatur mengenai perekonomian Negara Indonesia. Salah satu media dalam melakukan jual beli disini adalah internet. Jual beli menurut KUHPerdata merupakan suatu bentuk perjanjian antara penjual dan pembeli, sedangkan pengertian perjanjian menurut Pasal 1313 KUHPerdata adalah suatu perbuatan yang mana satu pihak atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu pihak atau lebih.
Analisis Yuridis Jual-Beli Online Buku Elektronik (E-Book) (E-Commerce) Dari Persepektif Hukum Perdata Indonesia Singgih Utomo
MASILE Vol 2 No 2 (2021): MASILE
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'had Ali Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/masile.v2i2.36

Abstract

Di era globalisasi saat ini perkembangan teknologi sangat mempengaruhi dunia termasuk Indonesia, salah satu dampak dari perkembangan teknologi misalnya di dunia perdagangan yang dilakukan menggunakan alat telekomunikasi dan informasi sehingga antara pihak penjual dan pembeli tidak perlu bertemu langsung melainkan dalam melakukan transaksi melalui media telekomunikasi dan informasi dalam pencapaian kata sepakat, baik mengenai harga barang atau jasa, cara pembayaran, cara penyerahan barang atau jasa, dan ketentuan lainnya dalam jual beli tersebut. Dapat dilihat hal diatas meskipun cara yang digunakan dalam perdagangan berbeda-beda, namun hukum yang berlaku tetap sama dengan perdangan pada umumnya dan ditambah peraturan yang berkaitan dengan media yang digunakan dalam suatu transaksi. Perdagangan merupakan salahsatu kegiatan dibidang ekonomi, sehingga di Indonesia mempunyai landasan hukum yaitu UUD 1945 Pasal 33 yang mengatur mengenai perekonomian Negara Indonesia. Salah satu media dalam melakukan jual beli disini adalah internet. Jual beli menurut KUHPerdata merupakan suatu bentuk perjanjian antara penjual dan pembeli, sedangkan pengertian perjanjian menurut Pasal 1313 KUHPerdata adalah suatu perbuatan yang mana satu pihak atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu pihak atau lebih.
Pemetaan Lahan Perhutanan Sosial Secara Partisipatif di Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Menggerejo, Kabupaten Kulon Progo Wiyono Wiyono; Probo Santoso; Rochmad Hidayat; Silvi Nur Oktalina; Prasetyo Nugroho; Eko Prasetyo; Singgih Utomo; Puji Lestari; Ahdiar Fikri Maulana; Agus Ngadianto
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v4i1.3423

Abstract

Perhutanan Sosial merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani hutan dalam melaksanakan program perhutanan sosial adalah belum memiliki peta lahan andil masing-masing petani. Sementara itu, keberadaan peta tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik antar petani dan sebagai dasar perencanan pengelolaan kawasan hutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu kelompok tani hutan kemsyarakatan (HKm) dalam membuat peta lahan andil yang akurat dan diakui semua pihak. Kegiatan dilaksanakan di kelompok tani HKm Menggerejo, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Tahapan kegiatan adalah sebagai berikut: 1) Koordinasi dengan pengurus kelompok tani untuk merencanakan kegiatan pengukuran lapangan; 2) Pengukuran batas lahan andil dilakukan secara partisipatif dengan menggunakan alat GPS; 3) Pengolahan data menjadi peta dilakukan dengan software Quantun GIS (QGIS); 4) Validasi hasil peta dilakukan oleh pengurus kelompok tani untuk memastikan kesesuaian peta dengan kondisi lapangan; 5) Penyerahan peta kepada pengurus kelompok tani. Berdasarkan hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Implementasi program perhutanan sosial perlu didukung oleh parapihak untuk menjamin tercapainya tujuan program; 2) Proses pembuatan peta lahan andil harus dilakukan secara partisipatif untuk menjamin validitas peta dan pengakuan parapihak; 3) Peta lahan andil dapat dipergunakan sebagai instrumen resolusi konflik lahan dan dasar perencanaan program perhutanan sosial di tingkat tapak oleh kelompok tani hutan; 4) Proses pemetaan lahan andil menghadapi beberapa kendala yang perlu penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang.
Hygiene Principles Training for Rural Food SMEs in Kaliagung Village, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta Sari, Anjar Ruspita; Putri Rousan Nabila; Fajar Budi Lestari; Febri Ariyanti; Rochmad Hidayat; Singgih Utomo; Achmad Yoga Sundava; Nara Husnal Aufa
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1359

Abstract

Small and Medium Enterprises (SMEs) operating within rural communities frequently encounter significant hurdles in the effective implementation of food hygiene and sanitation protocols. This struggle is largely attributable to limited financial resources and a critical deficit in fundamental food safety knowledge. A critical gap exists in the understanding of relevant food safety legislation, which often results in non-compliance with significant implications for regulatory enforcement. In response to this pervasive need, a targeted training intervention was developed and executed for food SME operators in Kaliagung Village. The objective of the training was to empower participants by equipping them with the general principles of food hygiene and sanitation. The training employed an interactive methodology, strategically blending theoretical presentations with practical, site-specific self-assessments. The program was rigorously designed based on the Indonesian National Standard (SNI) CAC/RCP 1:2011, focusing on five critical domains: environmental sanitation, facility hygiene, personal hygiene, process control, and record-keeping. The effectiveness of the program was evaluated using pre- and post-training assessments to quantify changes in participants' knowledge and comprehension. The evaluation demonstrated a positive and substantial impact, with the average participant score on food hygiene knowledge increasing from 3.5 to 4.85 (using 5 scale). This statistically reflected increase in the average score validates the utility of the training activity. In conclusion, this program highlights the critical role of structured training in enhancing food safety practices within rural communities. By providing practical, standards-based knowledge, such interventions are vital for fostering a safer and more compliant food industry landscape in these key areas.