Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LANGERHANS CELLS HISTIOCYTOSIS Krisna Murti; Maria Ulfa
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.20142

Abstract

Langerhans cell histiocytosis (LCH) merupakan salah satu penyakit terbanyak dari histiositosis dengan 2,0–5,4 kasus/100 juta populasi diseluruh dunia usia<15 tahun dan jarang terjadi pada dewasa. Penyakit ini bermanifestasi sebagai spektrum klinik dengan gejala bervariasi mulai dari ringan, tersebar diseluruh tubuh, bahkan bisa mengancam nyawa penderitanya. Klinisi dan ahli patologi dapat mengenali manifestasi klinis dan gambaran mikroskopik LCH, sehingga dapat menegakkan diagnosis LCH secara akurat. Diagnosis akurat bermanfaat untuk penatalaksaan yang adekuat bagi pasien. Metode yang digunakan adalah literature review. Data diperoleh dari buku dan artikel internasional hasil penelitian dan pemikiran para peneliti dan praktisi. Pasien LCH distratifikasi dalam kategori resiko berdasarkan keberlanjutan penyakit dan berat ringannya disfungsi organ; yaitu pasien dengan single-system disease, biasanya hanya memerlukan terapi lokal atau observasi saja. Pasien dengan multy-system disease yaitu penyakit yang lebih berat yang juga melibatkan multi organ membutuhkan terapi sistemik. Efek jangka panjang banyak terjadi pada pasien dengan keterlibatan multy-system disease dan pasien dengan reaktivasi penyakit beberapa kali. Efek jangka panjang yang dilaporkan yang tersering adalah diabetes insipidus dan orthopedic abnormalities (20%). Gambaran  mikroskopik sel-sel tumor LCH berupa sel-sel bentuk oval, berinti satu dengan bentuk inti berlobus seperti biji kopi atau bentuk ginjal atau groove dan sitoplasma eosinofilik mengandung Birbeck granules yang dapat dideteksi dengan marker anti- CD1a dan Langerin (CD207). LCH dapat di diagnosis secara akurat dengan mengenali gambaran klinis dan gambaran mikroskopik. Penderita  dapat ditangani secara tepat dan adekuat, sehingga mengurangi morbiditas, mortalitas dan komplikasi.
MicroRNA-21 Expression in Prostate Cancer: A Systematic Review Maria Ulfa; Krisna Murti; Irsan Saleh; Debby Handayati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.6042

Abstract

Prostate cancer is the second most prevalent and fourth largest cause of death for men globally. Meanwhile, in Indonesia, prostate cancer ranks and is the fourth leading cause of death. Molecular studies continue to be conducted to understand the molecular heterogeneity, both genetic and epigenetic, that affects the progression of prostate cancer, one of which is the role of microRNA. This study aims to analyze the expression profile of microRNA-21 associated with the development and aggressiveness of prostate cancer. Comprehensive search into three databases; PubMed, Cochrane Library, and Science Direct was performed by authors. The study that best met the inclusion criteria was chosen from among duplicates. The QUADAS-2 (Quality Assessment of Diagnostic Accuracy Studies) tool was used to assess the risk of bias before the relevant data were retrieved for analysis. There were eleven studies that included a variety of sample sources, sample size and methods. Although a number of the studies had unclear standard reporting, the research overall quality was acceptable. For the results, Prostate cancer samples showed a significantly higher expression level of miR-21 than controls in ten of the studies, and was linked to cancer aggressiveness. In one study, the expression of miR-21 did not significantly increase, despite the use of extracellular vesicle isolation samples.