SARTIKA SARTIKA
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Keluarga, Sekolah Dan Masyarakat dalam Mencetak Generasi Ilahiah di Kota Makassar Sartika Sartika; Hasrianti Hasrianti; Lediana Rosa; Miftakhurahmi Miftakhurahmi
EL-TARBAWI Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal El-Tarbawi
Publisher : Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tarbawi.vol15.iss2.art5

Abstract

Although the majority of Makassar population are Muslim, the current development causes the implementation of Islamic religious values decreasing. Makassar Muslim’s commitment began to be weakened by the ever-increasing influence of others’ customs and cultures. This study aims to determine the urgency of Islamic religious education and the strategies used to instil the values of Islamic religious education in creating a divine generation. The researchers use qualitative research methods in trying to interpret the phenomena that occur through interview and documentation techniques. The result of the study indicates that despite neglected by many, the small circles of Makassar Muslim community is still persistent in carrying out Islamic teachings in. However, there must be holistic strategy to instil Islamic teachings values within the larger society containing the role of family, school, and society.
TIME CALCULATION METHODS OF THE BUGIS MAKASSAR TRIBE BASED ON THE KU TIKA BOOK Sartika Sartika
Al-Hilal: Journal of Islamic Astronomy Vol 5, No 1, 2023
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/al-hilal.2023.5.1.13940

Abstract

The Bugis Makassar Tribe Society is one of the tribes in Indonesia that has historical traces in the calendar system. The method of calculating people's time in ancient times was contained in the Ku Tika manuscript of the Bone Tribe which until now is no longer used and is only used as a historical source. Many of today's generations do not know and are no longer able to be read by various backgrounds in society in general. This is because the language used in the text is not the same as today's language, such as the Lontara Bugis language. Therefore, a study is needed regarding the contents of the manuscript so that it can be known by all audiences. This research is included in library research, namely research by collecting data and information from books, journals, and other document records. Based on the results of the research, it can be seen that the Ku Tika manuscript of the Bone tribe explains the meaning of hours, days and months. The time calculation method used is called Pakkita Esso which means the system of five times in one day.
UPAYA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK KECURANGAN PEMILU SERENTAK TAHUN 2019 DI KELURAHAN PANDANG KOTA MAKASSAR KHAERUL BASHAR; DISMAWATI DISMAWATI; SARTIKA SARTIKA; NUR ANNISA; YUNIAR YUNIAR
JURNAL PENA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jp.v6i2.2774

Abstract

Pemilihan Umum  merupakan instrumen penting untuk menuju negara demokrasi. Salah satu prinsip utama dari demokrasi adalah partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Tujuan dari pemilihan umum adalah untuk memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD, Presiden dan Wakil Presiden, serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk membentuk pemerintahan baru dan perwakilan rakyat yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat. Penyelenggara Pemilu terdiri dari anggota Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum didalam pemilu terdapat kode etik yang harus dijalankan untuk menghindari kecurangan dalam Pemilu dan untuk menegakkan hukum Pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penegakan hukum Pemilu dan untuk mengetahui bentuk kecurangan dalam Pemilu khususnya Pemilu serentak tahun 2019 di Kelurahan Pandang Kota Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum terhadap tindak kecurangan pemilu di Kelurahan Pandang Kota Makassar telah dijalankan dengan adanya tindak lanjut terkait kasus kecurangan yang terjadi pada TPS yang melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) seperti TPS 006 dan TPS 044 dengan bentuk kecurangan seperti pelanggaran administrasi yang ditindak lanjuti oleh KPU, Bawaslu dan DKPP selaku penyelenggara Pemilu.
PENDIRIAN SEKOLAH ANAK GEMBALA SEBAGAI SENJATA MEWUJUDKAN GENERASI MELEK AKSARA DI DESA TUJU KABUPATEN JENEPONTO Sartika Sartika; Wahyuni Iskandar; Fatahullah Fatahullah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendirian sekolah anak gembala di Desa Tuju Kabupaten Jeneponto merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan pendampingan pembelajaran kepada anak-anak yang berprofesi sebagai gembala. Upaya pendirian sekolah anak gembala ini bertujuan untuk membentuk generasi melek aksara dalam hal ini literasi membaca, menulis. Selain itu, luaran dari terbentuknya sekolah anak gembala ini adalah untuk membentuk karakter generasi yang islami, qur’ani dan berakhlak. Tujuan lainnya adalah untuk mendukung program Desa Tuju yang harapkan menjadi kampung literasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan meningkatkan keahlian mahasiswa yang termasuk kegiatan pembentukan tim, penentuan tujuan, mengidentifikasi pengguna, mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan, meenentukan prioritas solusi permasalahan, persiapan, impelemntasi, pendampingan, review dan evaluasi serta menentukan kebutuhan sasaran baru. Melalui kerjasama dengan pemerintah Desa Tuju, pelaksana kegiatan telah mendapatkan ijin operasional secara lisan dan mendapatkan bantuan finansial untuk menunjang terlaksananya kegiatan. Jumlah anak gembala saat didirikan adalah 20 orang dengan tenaga pengajar 5 orang dari mahasiswa dan 4 orang dari sumber daya setempat. Pembelajaran dilaksanakan di lokasi anak-anak saat melakukan aktivitas gembala, sehingga tidak ada kendala antara kegiatan belajar dan aktivitas anak-anak gembala dengan metode belajar sambil bermain menggunakan beberapa media pembelajatan yang telah dirancang semenarik mungkin untuk menarik perhatian anak-anak gembala