p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kebidanan
Gunarmi Gunarmi
Prodi Magister Kebidanan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Manajemen nyeri persalinan dengan belt ball: MANAGEMENT OF LABOR PAIN WITH BELT BALL Lestari Puji Astuti; Gunarmi Gunarmi; Blacius Dedi
Jurnal Kebidanan VOLUME 14, NO.02 DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v14i02.553

Abstract

Survey pendahuluan di Wilayah Kerja Puskesmas Leyangan, didapatkan data jumlah persalinan pada tahun 2019 sebanyak 439 persalinan, terdiri dari persalinan normal sebanyak 312 orang (71%). Dari 312 persalinan, semuanya mengalami nyeri persalinan khususnya kala 1 fase aktif. Jumlah persalinan pada tahun 2020 sebanyak 398 persalinan, terdiri dari persalinan normal sebanyak 279 orang (70,1%). Dari 279 persalinan, semuanya mengalami nyeri persalinan khususnya kala 1 fase aktif. Salah satu efek dari nyeri adalah partus tak maju, terdapat kasus partus tak maju tahun 2019 sebanyak 5 kasus (1,1%). Kasus partus tak maju tahun 2020 sebanyak 7 kasus (1,7%). Untuk mengetahui pengaruh pijat counter pressure dengan belt ball (sabuk bola tennis) terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. Jenis penelitian quasy experiment. Desain penelitian menggunakan one group pretest posttest design. Populasi adalah seluruh ibu bersalin sebanyak 53 orang. Sampel adalah ibu bersalin sebanyak 18 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Alat ukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Uji statistik menggunaan uji Wilcoxon. Nyeri persalinan sebelum diberikan pijat counter pressure dengan belt ball (sabuk bola tennis) didapatkan median 8. Nyeri persalinan sesudah diberikan pijat counter pressure dengan belt ball (sabuk bola tennis) didapatkan median 5. Dalam manajemen persalinan menggunakan belt ball , ada pengaruh pijat counter pressure dengan belt ball (sabuk bola tennis) terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Puskesmas Leyangan diharapkan memberikan Natural Basic Therapy (NBT) salah satunya pijat counter pressure dengan belt ball untuk mengurangi nyeri kala I fase aktif. Kata Kunci : Pijat Counter Pressure; Sabuk Bola Tennis; Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
HUBUNGAN KADAR HAEMOGLOBIN, STATUS GIZI DAN JARAK KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING Sri Handayani; Gunarmi Gunarmi; Fery Agusman
Jurnal Kebidanan VOLUME 14, NO.02 DESEMBER 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v14i02.565

Abstract

Kejadian stunting yang berlangsung sejak masa kanak-kanak akan berdampak di masa yang akan datang yaitu dapat menyebabkan gangguan Intelligence Quotient (IQ), perkembangan psikomotor, kemampuan motorik, dan integrasi neurosensori. Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019 adalah 31,15%, sedangkan persentase balita pendek adalah 20,06%. Hal ini masih jauh dari target yang ditetapkan oleh WHO dan di Kabupaten Boyolali sendiri terdapat sebanyak 5,3 % balita yang mengalami Stunting. Faktor keluarga yang diduga berhubungan dengan stunting khususnya maternal, seperti nutrisi yang buruk selama prakonsepsi, kehamilan, dan laktasi. Nutrisi pada ibu yang mempengaruhi diantaranya rendahnya kadar haemoglobin ibu hamil (anemia), kurang gizi kronis (KEK) serta jarak kehamilan yang terlalu dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar haemoglobin, status gizi dan jarak kehamilan pada ibu hamil dengan kejadian stunting. Jenis penelitian yang digunakan yakni observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini yaitu balita di Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali pada Bulan November 2022, besar sampel setiap kelompok 38 balita, maka jumlah sampel sebanyak 76 balita. Pada penelitian ini menggunakan tehnik proportional cluster random sampling. Analisis bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis diperoleh p value 0,021> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kadar haemoglobin pada ibu hamil dengan kejadian stunting. Ada hubungan status gizi pada ibu hamil dengan kejadian stunting p value 0,006> 0,05. Tidak ada hubungan jarak kelahiran dengan kejadian stunting p value 0,216> 0,05. Faktor determinan kejadian stunting adalah status gizi dan nilai OR 3,714, sehingga variabel status gizi paling berhubungan dengan dengan kejadian stunting. Hal ini menunjukkan bahwa jika status gizi mengalami KEK kemungkinan 3,7 kali akan terjadi stunting.