Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN FREKUENSI DAN KETEPATAN CARA SIKAT GIGI DENGAN GINGIVITIS IBU HAMIL Anita Yuniastuti; Sri Handayani
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.302

Abstract

ABSTRAKSurvei Kesehatan Nasional 2002 yang menyebutkan bahwa 77% dari ibu hamil yang menderita radang gusi melahirkan bayi secara prematur. Kelainan pada mulut dan gusi sering tidak ditanggapi oleh ibu yang sedang menjalani masa kehamilan. Penyakit radang gusi (gingivitis) sering disebabkan oleh kebiasaan dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi dan ketepatan cara sikat gigi dengan gingivitis ibu hamil.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi  ibu hamil, sample 60, teknik sampel total sampling, uji statistik chi squre, alat uji kuesioner dan checklist. Hasil Penelitian : sebagian besar ibu hamil menyikat gigi dengan frekuensi yang tergolong baik (70,0%), sebagian besar ibu hamil menyikat gigi dengan cara yang tergolong tidak tepat (66,7%), sebagian besar ibu hamil yang mengalami gingivitis sedang (56,7%). Hasil uji statistik diperoleh untuk mengetahui frekuensi sikat gigi dengan gingivitis pada ibu hamil ditunjukkan dengan c2hitung > c2tabel (17,931 > 5,991) atau  p = 0,0001< (0,05). Hasil uji statistik diperoleh untuk mengetahui ketepatan cara sikat gigi dengan gingivitis pada ibu hamil ditunjukkan c2hitung > c2tabel (19,151 > 5,991) atau  p = 0,0001< (0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara frekuensi dan ketepatan cara sikat gigi dengan gingivitis pada ibu hamil. Saran :  Agar ibu lebih peduli dengan kebersihan gigi dan mulutnya, serta segera berkunjung ke petugas kesehataan 6 bulan sekali dan apabila ada keluhan.Kata kunci :  frekuensi dan ketepatan sikat gigi, gingivitisRELATIONSHIP FREQUENCY AND PRECISION OF TOOTHBRUSH WITH GINGIVITIS IN PREGNANT MOTHERABSTRACT2 count The 2002 National Health Survey found that 77% of pregnant women with gingivitis gave birth prematurely to babies. Abnormalities of the mouth and gums are often not addressed by mothers who are becoming pregnant. Gingivitis (gingivitis) is often caused by use in the mouth and teeth. The purpose of this study was to determine the relationship of frequency and accuracy of the way toothbrush with pregnant gingivitis. This research uses quantitative analytic research design, using cross sectional approach. Population of pregnant mother, sample 60, total sampling technique samples, chi squre statistic test, questionnaire test and checklist. Results: Most pregnant women brushed their teeth with a relatively good frequency (70.0%), most pregnant women brushed their teeth in an improperly (66.7%) way, most pregnant women with moderate gingivitis 56, 7%). The statistical test results for toothbrushing with gingivitis in pregnant women were presented with c2counted > c2table  (17,931> 5,991) or p = 0.0001 < (0,05). The result of statistical test was obtained to find out the way toothbrush with gingivitis in pregnant mother published c2counted > c2table (19,151 > 5,991) or p = 0.0001 <(0,05). Keywords: toothbrush with gingivitis in pregnant women. Suggestion: In order for mothers to be more concerned with dental hygiene and mouth, and immediately proceed to health officer 6 months and inspiration there are complaints.Keywords: frequency and precision of toothbrush, gingivitis
FAKTOR RISIKO PREEKLAMSIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sri Handayani; Evi Widowati; Dina Nur Anggraini
Jurnal Cakrawala Keperawatan Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol.03 No.01 Januari 2026
Publisher : STIKES Estu Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jck.v3i01.977

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta perinatal. Berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor risiko preeklamsia, namun temuannya masih tersebar dan bervariasi sehingga diperlukan sintesis bukti secara sistematis. Tujuan: Systematic Literature Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2015–2024. Studi observasional yang mengkaji faktor risiko preeklamsia diseleksi dan dianalisis secara kualitatif. Sebanyak 50 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam penelitian ini. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa preeklamsia bersifat multifaktorial. Faktor risiko utama meliputi usia maternal lanjut, primigravida, riwayat preeklamsia, hipertensi kronik, obesitas, diabetes melitus gestasional, dislipidemia, kehamilan ganda, dan jarak kehamilan ekstrem. Faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik rendah, pola makan tidak sehat, paparan asap rokok, serta stres psikososial juga berhubungan dengan peningkatan risiko. Selain itu, antenatal care yang tidak adekuat dan status sosial ekonomi rendah berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia. Kesimpulan: Preeklamsia terjadi akibat interaksi kompleks berbagai faktor biologis, perilaku, dan sosial. Pencegahan preeklamsia memerlukan pendekatan komprehensif melalui skrining risiko dini, modifikasi gaya hidup, serta peningkatan kualitas pelayanan antenatal.
THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE AND BMI OF PREGNANT WOMEN AND THE INCIDENCE OF PREECLAMPSIA Siti Asiyah; Sri Handayani; Luluk Khusnul Dwihesti
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v12i1.1671

Abstract

Preeclampsia is a hypertensive disorder during pregnancy that is a significant cause of maternal and neonatal morbidity and mortality. This condition is characterized by the appearance of high blood pressure after ≥20 weeks of gestation accompanied by proteinuria or other organ dysfunction, and often leads to serious complications if not detected early. Preeclampsia is also closely related to maternal conditions such as obesity, extremes of age, and other metabolic factors. These factors are important to understand because they provide direction for early prevention efforts and effective risk control. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and BMI with the incidence of preeclampsia in Boyolali in 2026. This study uses quantitative research with an analytical observational study design with a cross-control approach.. The study population was all pregnant women in the working area of Klego I, II, and Karanggede Health Centers. Sampling in this study used total sampling, namely 202 respondents. The research instrument was a summary sheet. The results of this study found a relationship between maternal age with the incidence of preeclampsia (p value = 0.001) and BMI (p value = 0.000) The age variable has a probability of approximately 2.3 times greater of experiencing preeclampsia compared to BMI.s The conclusion is that there is a significant relationship between age and BMI with the occurrence of preeclampsia.
Hubungan Status Gizi saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro Ika Ari Purwandari; Luluk Khusnul Dwihestie; Sri Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.802

Abstract

Stunting terjadi karena dua faktor penyebab yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Data Puskesmas Wonosamudro penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 1.642 balita dimana balita yang stunting pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 238. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik, Desain yang digunakan adalah case-control study, kemudian data ditelusuri secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita 24-59 bulan di Puskesmas Wonosamudro pada bulan Januari 2026 sejumlah 1.139 balita. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting 24-59 bulan pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 191 ditambah dengan 191 balita yang tidak stunting pada penimbangan bulan Januari 2026. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang stunting 24-59 bulan pada penimbangan bulan Januari 2026 sejumlah 191 ditambah dengan 191 balita yang tidak stunting pada penimbangan bulan Januari 2026. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Analisis data dengan chi square. Hasil penelitian status gizi saat hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro mayoritas normal yaitu 288 responden (75,4%). Ada status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro (nilai p-value 0,000). Simpulan penelitian ada hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosamudro. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ibu melakukan pemantauan status gizi dari sebelum hamil dan selama kehamilan meliputi LILA, HB dan memantau kenaikan berat badan. Ibu juga diharapkan memakan makanan yang bergizi.
Hubungan Riwayat Penyakit Ibu Dan Keluarga Dengan Kejadian Preeklampsia Rohmawati; Sri Handayani; Triani Yuliastanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.811

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu disertai proteinuria atau tanda gangguan organ lainnya. Ibu hamil dengan riwayat hipertensi memeliki resiko lebih tinggi mengalami preeklampsia dibandingkan dengan ibu tanpa riwayat. Selain itu, kondisi metabolik dan gangguan vascular yang telah ada sebelumnya dapat memperberat respon tubuh terhadap perubahan fisiologis selama kehamilan. Selain riwayat penyakit ibu, faktor genetik atau riwayat keluarga juga memiliki peranan penting. Ibu hamil yang memiliki ibu atau saudara perempuan dengan riwayat preeklampsia diketahui memiliki resiko lebih besar mengalami kondisi yang sama. Tujuan: untuk Mengetahui hubungan riwayat penyakit ibu dan keluarga dengan kejadian preeklampsia di Kabupaten Boyolali. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 202 responden.. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden ibu hamil dengan 41 (40,6%) dengan ibu memiliki riwayat penyakit mengalami preeklampsia dan sebanyak 36 (35,6%) mengalami preeklampsia pada ibu yang memiliki riwayat penyakit di keluargnya. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara riwayat penyakit ibu dan keluarga dengan kejadian preeklampsia. Kata Kunci : Preeklampsia, Riwayat Penyakit Ibu , Riwayat Penyakit Keluarga
PERBEDAAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR SUNTIK DMPA DENGAN KOMBINASI Sri Handayani; Supartini .
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.01, JUNI 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i01.342

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode dan alat kontrasepsi di Indonesia adalah metode kontrasepsi suntik. Metode kontrasepsi suntik ini telah menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakai kontrasepsi suntik ini karena kepraktisan dan kepercayaan tentang ampuhnya suntikan. Keuntungan pemakaian kontrasepsi dengan metode suntik diantaranya sangat efektif untuk mencegah kehamilan bila digunakan setiap 1 bulan atau 3 bulan (sesuai dengan jenis suntik KB). Kerugian dari pemakaian kontrasepsi suntik adalah terjadinya perubahan penambahan berat badan. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya perbedaan kenaikan berat badan akseptor KB suntik di BPM Tutik Nur Hidayati Desa Majenang Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen. Metode  penelitian analitik komparatif dengan desain cohort. Alat digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner dan studi dokumentasi berupa Buku Register Akseptor KB untuk mengetahui jenis kontrasepsi suntik yang dipakai dan berat badan sebelum dan sesudah menjadi akseptor KB di BPM Tutik Nur Hidayati Desa Majenang Kecamatan Sukodono dengan jumlah populasi 302 dengan sampel sebanyak 60 responden. Teknik sampling quota sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney. Hasil penelitian analisa secara keseluruhan didapatkan kenaikan berat badan akseptor suntik DMPA (4,70 kilogram), kenaikan berat badan akseptor suntik kombinasi (1,03 kilogram) dan terdapat perbedaan sangat signifikan kenaikan berat badan antara akseptor KB suntik DMPA dengan KB suntik kombinasi (U = 123.000, ? = 0,000). Kesimpulan ada perbedaan sangat signifikan kenaikan berat badan antara akseptor KB suntik DMPA dengan KB suntik kombinasi di BPM Tutik Nur Hidayati Desa Majenang Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen.Kata Kunci : Kenaikan Berat Badan. Akseptor KB Suntik.DIFFERENCE WEIGHT INCREASE OF ACCEPTOR KB INJECTABSTRACTOne of the intrauterine device and method in Indonesia is contraception method inject. Contraception method inject this have come to part of family movement of berencana national and also its enthusiast more and more to increase. Enthusiasm height  of contraception inject this because practical and trust about its injection. Advantage of usage of contraception with method inject among others very effective to prevent pregnancy when used each every 1 months or 3 months (as according to type inject KB). Loss of usage of contraception inject  is the happening of change of heavy addition of body. Target of study to know the existence of difference of weight increase of acceptor KB inject in BPM Tutik Nur Hidayati Countryside of Majenang District Of Sukodono Sub-Province of Sragen. Method  study analytic  of comparability with cohort desain. Appliance used in data collecting is documentation study and kuesioner in the form of Book of Register Acceptor of KB to know contraception type inject weared and body weight before and after becoming acceptor of KB in BPM Tutik Nur Hidayati Countryside of Majenang District of Sukodono with amount of population 302 with sample used 60 responder. Sampling technique of quota sampling. Statistical test the used is Mann-Whitney. Result of study analysis is as a whole got weight increase of acceptor inject KB DMPA (4,70 kilogram), weight  increase acceptor of inject KB combination (1,03 kilogram) and there are difference very signifikan weight increase acceptor of KB inject DMPA with KB inject combination (U = 123.000, ? = 0,000). Conclusion there is difference very signifikan weight increase acceptor of KB inject DMPA with KB inject combination in BPM Tutik Nur Hidayati Countryside of Majenang District Of Sukodono Sub-Province of Sragen.Keyword : Weight Increase. Acceptor Of KB Inject.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI WHATSAPP GROUP TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DALAM DETEKSI DINI PREEKLAMPSIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Sri Handayani; Praise Milie
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.394

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. Upaya pemerintah dalam rangka pencegahan preeklampsia saat ini mendapatkan tantangan baru dengan adanya Pandemi Covid-19. Upaya pemerintah untuk mencegah peningkatan kasus Covid 19 adalah dengan kebijakan protokol kesehatan. Bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan harus memiliki inovasi tepat guna dalam memberikan Pendidikan kesehatan sehingga informasi akan lebih efisien dan efektif diberikan. Tujuan.Untuk mengetahui apakah ada pengaruh umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan umur kehamilan pada ibu hamil setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui whatsapp group terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam deteksi dini preeklampsia pada masa pandemi covid-19 di RSUD Simo. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain one group pre test-post test design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan < 37 minggu yang terdiagnosa pre eklamsi dan memiliki nomor telepon yang terdaftar Whatsapp di Poliklinik kandungan RSUD Simo Boyolali periode 15 Agustus s/d 2 Sepetember 2020 sebanyak 45 orang. Sampel sebanyak 41 orang. Teknik sampling simple random sampling. Uji statistic bivariate denga Wilcoxon dan Multivariate dengan Regresi. Hasil. Umur ibu berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan dengan p value 0,001. Pendidikan ibu tidak berpengaruh terhadap pengetahuan dengan p value 0,082. Pekerjaan ibu berpengaruh terhadap pengetahuan dengan p value 0,024. Paritas ibu tidak berpengaruh terhadap pengetahuan dengan p value 0,089 dan umur kehamilan ibu tidak berpengaruh terhadap pengetahuan dengan p value 0,073. Sedangkan umur ibu berpengaruh terhadap sikap dengan p value 0,001. Pendidikan ibu berpengaruh terhadap sikap dengan p value 0,010. Pekerjaan ibu tidak berpengaruh terhadap sikap dengan p value 0,100. Paritas berpengaruh terhadap sikap dengan p value 0,027 serta umur kehamilan tidak berpengaruh terhadap sikap dengan p value 0,052. Kata kunci : umur, Pendidikan, pekerjaan, paritas, umur kehamilan, Pendidikan kesehatan, whatsapp, pengetahuan, sikap, deteksi dini pre eklamsi  THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION THROUGH WHATSAPP GROUPS ON THE KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF PREGNANT WOMENT IN EARLY DETECTION OF PREECLAMSIA DURING THE COVID 19 PANDEMICABSTRACTBackground. The government's efforts to prevent preeclampsia are currently facing new challenges with the Covid-19 Pandemic. The government's effort to prevent an increase in Covid 19 cases is with a health protocol policy. Midwives as the spearhead of health services must have effective innovations in providing health education so that information will be more efficient and effective. Destination. To find out whether there is an effect of age, education, occupation, parity and gestational age in pregnant women after being given health education through WhatsApp group on the knowledge and attitudes of pregnant women in early detection of preeclampsia during the Covid-19 pandemic at Simo Hospital. Research methods. This type of research is a Quasi Experiment with one group pre-test-post-test design. The population in this study were pregnant women with gestational age <37 weeks who were diagnosed with pre-eclampsia and had a telephone number registered with Whatsapp at the Gynecology Polyclinic at Simo Boyolali Hospital for the period 15 August to 2 September 2020 as many as 45 people. A sample of 41 people.Simple random sampling technique.Bivariate statistical test with Wilcoxon and Multivariate with Regression. Result. Maternal age affects the change in knowledge with p value 0.001. Mother's education has no effect on knowledge with p value 0.082. Mother's job affects knowledge with p value 0.024. Maternal parity has no effect on knowledge with p value 0.089 and maternal gestational age has no effect on knowledge with p value 0.073. Meanwhile, maternal age has an effect on attitudes with p value 0.001. Maternal education has an effect on physical behavior with p value 0.010. Mother's job did not affect attitudes with p value 0.100. Parity affects attitudes with p value 0,027 and gestational age does not affect attitudes with p value 0,052. Keywords: age, education, occupation, parity, gestational age, health education, whatsapp, knowledge, attitudes, early detection of pre eclampsia
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KESIAPSIAGAAN KRISIS KESEHATAN KETIKA TERJADI BENCANA Sri Handayani; Sarmi .
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.400

Abstract

ABSTRAKLatar belakang penelitian: Bencana adalah peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, oleh alam dan atau factor non alam maupun faktor manusia. Setiap bencana dapat menimbulkan krisis kesehatan. Kesiapsiagaan yang tepat diharapkan upaya penanggulangan dapat lebih cepat dan tepat sehingga dapat meminimalisir jumlah korban dan kerusakan. Kesiapan bencana dapat ditingkatkan dengan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan tentang  kesiapsiagaan krisis kesehatan pada bencana di SMAN 1 Cepogo. Metode penelitian: Jenis penelitian quasi eksperimen dengan metode Pretest-Posttest Group Design. Populasi seluruh siswa SMA N 1 Cepogo Kecamatan Boyolali dengan jumlah 516 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling dengan jumlah sampel 40 responden.  Instrumen penelitia kuesioner. Analisis data dilakukan dengan wilcoxon.. Hasil penelitian: Hasil penelitian pengetahuan tentang kesiapsiagaan  krisis kesehatan ketika terjadi bencana pada pre test dengan rata-rata nilai 24  atau dalam kategori baik Pengetahuan tentang kesiapsiagaan krisis kesehatan ketika terjadi bencana pada post test dengan rata-rata nilai 24,85 atau dalam kategori baik. Hasil analisis didapatkan p value 0.007 yang berarti ada pengaruh signifikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan pengetahuan tentang kesiapsiagaan krisis kesehatan ketika terjadi bencana di SMA N 1 Cepogo karena p (0,007) < 0.05. Simpulan : Ada pengaruh signifikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan pengetahuan tentang kesiapsiagaan krisis kesehatan ketika terjadi bencana di SMA N 1 Cepogo. Kata kunci : pendidikan kesehatan, reproduksi remaja, pengetahuan, kesiapsiagaan krisis bencana                    THE EFFECT OF ADOLESCENT REPRODUCTIVE HEALTH EDUCATION TO KNOWLEDGE ABOUT PREPAREDNESS HEALTH CRISIS WHEN DISASTERABSTRACTResearch background: Disaster is an event that threatens and disrupts people's lives and livelihoods caused, by natural and / or non-natural factors as well as human factors. Every disaster can create a health crisis. With proper preparedness, it is hoped that prevention efforts can be faster and more precise so as to minimize the number of victims and damage. Disaster preparedness can be improved by health education. The research objective: To determine the effect of adolescent reproductive health education on knowledge about health crisis preparedness for disasters at SMAN 1 Cepogo. Research method: This type of research is quasi-experimental with the pretest-posttest group design method. The population of all students of SMA N 1 Cepogo, Boyolali District, with a total of 516 students. The sampling technique used cluster random sampling with a sample size of 40 respondents. Questionnaire research instrument. Data analysis was performed with Wilcoxon. Research results: The results of the research on knowledge of health crisis preparedness when a disaster occurs in the pre test with an average value of 24 or in the good category Knowledge of health crisis preparedness when a disaster occurs in the post test with an average value of 24.85 or in the good category. The analysis results obtained p value 0.007, which means that there is a significant effect of adolescent reproductive health education with knowledge about health crisis preparedness when a disaster occurs at SMA N 1 Cepogo because p (0.007) <0.05. Conclusion: There is a significant influence of adolescent reproductive health education with knowledge about health crisis preparedness when a disaster occurs at SMA N 1 Cepogo.Key words: health education, adolescent reproduction, knowledge, disaster crisis preparedness
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RSUD TRIKORA SALAKAN Sri Handayani; Siti Nurjanah
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.02, DESEMBER 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i02.469

Abstract

ABSTRAKAngka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi merupakan permasalahan Kesehatan di Indonesia yang belum terselesaikan sampai saat ini. Di RSUD Trikora Salakan pada tahun 2019 terdapat 4 kasus kematian ibu dimana penyebab utamanya adalah hipertensi dalam kehamilan. Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan terjadinya preeklamsia adalah obesitas. Salah satu cara untuk mengidentifikasi status gizi ibu hamil adalah dengan menggunakan rumus Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Trikora Salakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian menggunakan desain retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan preeklamsia yang memeriksakan diri di RSUD Trikora Salakan sejak bulan Januari 2020 – September 2020 yang berjumlah 41 orang. Teknik pengambilan sampel Total sampling. Analisa data menggunakan uji Rank Spearman.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa responden dengan IMT underweight tidak ada yang mengalami preeklamsia ringan dan berat, responden dengan IMT normal yang mengalami preeklamsia ringan sebanyak 1 orang (2,4%) dan tidak ada yang mengalami preeklamsia berat, responden dengan IMT overweight  yang mengalami preeklamsia ringan sebanyak 21 orang (51,2%) dan yang mengalami preeklamsia berat sebanyak 9 orang (22%), responden dengan IMT obese  tidak ada yang mengalami preeklamsia ringan dan yang mengalami preeklamsia berat sebanyak 10 orang (24,3%). Hasil perhitungan statistik menggunakan uji Rank spearman diperoleh hasil bahwa p value sebesar 0,000< 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Trikora Salakan.Kata Kunci : Umur, Paritas, Indeks Massa Tubuh, PreeklamsiaRELATIONSHIP OF BODY MASS INDEX WITH PREECLAMSIA EVENTS IN PREGNANT WOMEN IN RSUD TRIKORA SALAKANABSTRACTBackground : High Maternal Mortality Rate (MMR) is a health problem in Indonesia that has not been resolved to date. At the Trikora Salakan Regional Hospital in 2019 there were 4 cases of maternal death where the main cause was hypertension in pregnancy. One of the factors that is closely related to the occurrence of preeclampsia is obesity. One way to identify the nutritional status of pregnant women is to use the Body Mass Index (BMI) formula. Research purposes: To determine the relationship between body mass index and the incidence of preeclampsia in pregnant women at Trikora Salakan General Hospital. Research method: This type of research is descriptive analytical research with research design using retrospective design. The population in this study is all pregnant women with preeclampsia who checked themselves in Trikora Salakan Hospital since January 2020 – September 2020 which amounted to 41 people. Total sampling technique. Analyze the data using Spearman's Rank test. Results: The results showed that respondents with underweight BMI no one experienced mild and severe preeclampsia, respondents with normal BMI who experienced mild preeclampsia as much as 1 person (2.4%) and no one experienced severe preeclampsia, respondents with overweight BMI who experienced mild preeclampsia as many as 21 people (51.2%) and who experienced severe preeclampsia as many as 9 people (22%), respondents with imt obese no one experienced mild preeclampsia and who experienced severe preeclampsia as many as 10 people (24.3%). Statistical calculation results using spearman Rank test obtained the result that p value of 0.000< 0.05. Conclusion: There is a significant relationship between body mass index (BMI) and preeclampsia incidence in pregnant women in Trikora Salakan Hospital.Keywords : Age, Parity, Body Mass Index, Preeclampsia
MEDIA RODA PUTAR UNTUK PENILAIAN SPONTAN TUMBUH KEMBANG ANAK allania hanung; Triani Yuliastanti; Sri Handayani; Nancy Wulan
Jurnal Kebidanan VOLUME 14. NO.01, JUNI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v14i01.521

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Tumbuh kembang anak sangat bergantung pada asupan gizi. Di Indonesia masih ada kasus gizi buruk. Untuk mencegah hal tersebut maka perlu adanya pemantauan tumbuh kembang. Tujuan: Menganalisis perbandingan kecepatan dan ketepatan media roda putar dengan buku KIA dalam menilai spontan tumbuh kembang anak 0-2 tahun oleh Kader di Kelurahan Kambajawa. Metode: Merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi 25 orang, teknik sampling yaitu sampling kuota, sample 20 orang yang diteliti adalah Kader Posyandu. Analisis data dengan uji non parametrik. Hasil dan Pembahasan: Perbandingan kecepatan 2 media tersebut didapatkan nilai p value 0,000 yang berarti Ho ditolak dan perbandingan ketepatan 2 media tersebut didapatkan nilai p value 0,508 yang berarti Ho diterima. Penutup: Ada perbedaan kecepatan media roda putar dengan buku KIA dan tidak ada perbedaan ketepatan media roda putar dengan buku KIA untuk penilaian spontan tumbuh kembang anak 0-2 tahun di Kel. Kambajawa Kab. Sumba Timur. Bidan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menilai tumbuh kembang untuk bisa deteksi dini komplikasi tumbuh kembang anak Kata Kunci: Kecepatan, Ketepatan, Media Pemantauan Tumbuh Kembang