Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

USING PICTURE CARDS IN IMPROVING STUDENTS’ READING ABILITY FOR ELEMENTARY STUDENTS Hasan Hasan; Taufik Taufik; Kasman Kasman; Angga Putra; Eka Yulianti
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 01 (2023): Education, Sosial science and Planning technique
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian language subjects cover all aspects of language, namely listening, speaking, reading and writing. The ability to read is always in every learning theme. This proves that reading is a very important skill. This study aims to improve beginning reading skills through the media of picture word cards at SDN 40 Woja. This is motivated by the low ability of children in early reading. This research model used a classroom action research (CAR) through two cycles namely cycle 1 and cycle 2 that consisted of planning, implementation, observation and reflection. The results of the study show that the beginning reading comprehension of grade I students can be improved by using picture word cards as media. This is evidenced by the results of the initial reading improvement. In the pre-action state that it achieved a score of Cycle II of 95.57%, its average strength was 42.59%, increased by 25.75%, reached 68.34% in Cycle I, and experienced an increase of 27.23% from Cycle I to Cycle II. It can be concluded that that word card media can improve beginning reading skills from Cycle I to Cycle II at SDN 40 Woja
Strategi Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika pada Siswa SD Kasman Kasman; Ilham Ilham
JADIKA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jadika.v1i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap minat belajar matematika siswa di SDN 26 Dompu. Penelitian eksperimen ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan media pembelajaran interaktif dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes minat belajar dan observasi, serta dianalisis menggunakan uji t independen dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki peningkatan minat belajar yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Skor pre-test rata-rata kelompok eksperimen adalah 56,5 dan meningkat menjadi 76,2 pada post-test, sementara kelompok kontrol hanya meningkat dari 55,8 menjadi 60,3. Uji t independen menunjukkan t-hitung sebesar 5,25 dengan p-value 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan. Analisis regresi linear menghasilkan R² sebesar 0,65 dengan p-value 0,001, menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berpengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Wawancara dengan guru dan siswa juga mendukung temuan ini, dengan media interaktif yang membantu siswa lebih mudah memahami materi dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Penelitian ini menyarankan agar media pembelajaran interaktif diterapkan secara lebih luas dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Silu sebagai Alat Musik Tradisional Suku Mbojo: Kajian Budaya dan Pelestariannya Arif Bulan; Nawasyarif Nawasyarif; Tasrif Tasrif; Kasman Kasman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ywrbwf47

Abstract

This study aims to describe the form and characteristics of the traditional musical instrument silu, examine its symbolic meanings and cultural values, and identify its existence and preservation challenges within the Mbojo community in Bima Regency. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving traditional leaders, traditional artists, and members of the Mbojo cultural community. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that silu is a traditional wind instrument characterized by its loud and resonant sound and consists of three detachable parts: the upper, middle, and lower sections. These parts contain symbolic meanings related to the structure of the human body and Islamic religious values within the Mbojo community. The middle section contains seven sound holes symbolizing the seven days of the week as a representation of order and balance in life. Silu functions as an accompanying musical instrument in traditional performances such as tari soka, tari manca, and the folk game mpa’a gantao. Beyond its entertainment function, silu also represents the cultural identity of the Bima community. However, its existence currently faces challenges due to modernization, the declining interest of younger generations, and the lack of cultural documentation. Therefore, preservation efforts through cultural education, cultural dialogue, art studio development, and documentation of local traditions are necessary to maintain silu as a cultural heritage of the Mbojo community.  
Analisis Kemampuan Menulis Teks Argumentasi Siswa SMP dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kasman Kasman; Muhammad Sahid; Abdul Haris
JIBAS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol 2 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM “AMANAH”

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/jiibas.v2i1.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menulis teks argumentasi siswa SMP dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII pada beberapa SMP di Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis teks argumentasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif melalui perhitungan skor rata-rata dan kategorisasi kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks argumentasi siswa berada pada kategori baik dengan rata-rata nilai 76,6. Aspek kesesuaian isi memperoleh skor tertinggi, sedangkan aspek penggunaan fakta pendukung memperoleh skor terendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mampu menyampaikan pendapat dan menyusun struktur argumentasi dengan cukup baik, tetapi masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan argumentasi berbasis fakta, membangun koherensi antargagasan, dan menerapkan kaidah ejaan secara tepat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran menulis argumentatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP.