Matsna Afwi Nadia
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POTRET TAFSIR AL-QUR’AN BAHASA MADURA Mohammad Fattah; Matsna Afwi Nadia
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v4i1.938

Abstract

Karya tafsir al-Qur’an ditulis dalam rangka memberikan penjelasan seputar ayat-ayat al- Qur’an sehingga memudahkan umat Islam dalam memahaminya. Penulisan karya tafsir al- Qur’an pada perkembangannya tidak hanya ditulis menggunakan bahasa Arab, namun juga ditulis dalam bahasa yang lain seperti bahasa Indonesia hingga bahasa daerah. Artikel ini hendak mengulas karya tafsir al-Qur’an berbahasa Madura dengan dua pokok bahasan: Pertama, periodisasi penulisan tafsir al-Quran di Madura. Kedua, karya-karya tafsir al-Qur’an berbahasa Madura. Artikel ini berlandaskan riset pustaka dengan pendekatan deskriptif sehingga menghasilkan kesimpulan berikut: Pertama, penulisan karya tafsir al-Qur’an dapat disenaraikan dalam tiga periode yaitu masa kelahiran, masa pertumbuhan, dan masa perkembangan. Kedua, ditemukan beberapa karya tafsir al-Qur’an yang ditulis menggunakan bahasa Madura dengan corak dan metode yang beragam.
POTRET TAFSIR AL-QUR’AN BAHASA MADURA Mohammad Fattah; Matsna Afwi Nadia
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v4i1.938

Abstract

Karya tafsir al-Qur’an ditulis dalam rangka memberikan penjelasan seputar ayat-ayat al- Qur’an sehingga memudahkan umat Islam dalam memahaminya. Penulisan karya tafsir al- Qur’an pada perkembangannya tidak hanya ditulis menggunakan bahasa Arab, namun juga ditulis dalam bahasa yang lain seperti bahasa Indonesia hingga bahasa daerah. Artikel ini hendak mengulas karya tafsir al-Qur’an berbahasa Madura dengan dua pokok bahasan: Pertama, periodisasi penulisan tafsir al-Quran di Madura. Kedua, karya-karya tafsir al-Qur’an berbahasa Madura. Artikel ini berlandaskan riset pustaka dengan pendekatan deskriptif sehingga menghasilkan kesimpulan berikut: Pertama, penulisan karya tafsir al-Qur’an dapat disenaraikan dalam tiga periode yaitu masa kelahiran, masa pertumbuhan, dan masa perkembangan. Kedua, ditemukan beberapa karya tafsir al-Qur’an yang ditulis menggunakan bahasa Madura dengan corak dan metode yang beragam.
Islamic Sociopreneurship: Prophetic Principles and BAZNAS’s Approach in Empowering Mustahik Muhammad Mundzir; Zaenal Muttaqin; Matsna Afwi Nadia; Azka Muttaqin
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2024.15.2.22509

Abstract

The increasing unemployment and social inequality in Indonesia have prompted the investigation of creative strategies to improve welfare and social fairness. This study examines Islamic sociopreneurship—a business model derived on the ideas of the Prophet Muhammad—as a viable approach to tackle these difficulties by promoting self-sufficiency and generating social benefit. The research employs thematic and historical methodologies to analyze essential sociopreneurial principles drawn from the Prophet’s activities, encompassing capital management, resource usage, opportunity recognition, ethical decision-making, and innovation. These principles are used in effective zakat programs administered by BAZNAS, an Indonesian organization dedicated to poverty alleviation. The research indicates that BAZNAS’s initiatives substantially boost the livelihoods of mustahik (zakat recipients) by improving housing, augmenting income, and fostering the development of micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs). This research distinctly emphasizes the congruence of prophetic concepts with contemporary zakat practices, illustrating Islamic sociopreneurship as a viable framework for social empowerment and communal advancement.